The Magic Hand of Zdenek Zeman

Piala Dunia 1990 menjadi salah satu momen tak terlupakan bagi timnas Italia. Tampil mengesankan, Azzurri berhasil menembus babak semifinal. Namun sayang, terjadi anti-klimaks pada laga di babak tersebut setelah timnas Argentina mampu menaklukan tuan rumah melalui drama adu penalti.

Meski demikian, Italia tetap mencatatkan torehan pada Piala Dunia edisi ke-14 itu. Nama Salvatore ‘Toto’ Schillaci saat itu menjadi sorotan dunia. Gagal membawa Italia mengangkat piala, Toto berhasil menempatkan namanya sebagai top skor dan pemain terbaik turnamen tersebut.

Olimpico stadium menjadi saksi bersinarnya Toto di ajang tersebut saat laga perdana grup A antara tuan rumah Italia menghadapi Austria digelar. Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-75, Toto membuat publik Olimpico stadium bergemuruh dua menit kemudian setelah sukses merobek gawang Austria. Gol itu sendiri membawa Azzurri meraih tiga poin perdana di ajang tersebut. Situasi itu kemudian menjadi sebuah cerita yang menakjubkan!

Sebagian besar orang tidak mengenal nama Salvatore Schillaci sebelum ia mencapai prestasi itu. Bahkan Toto benar-benar menjadi anonim di negaranya sendiri hanya dua tahun sebelum Piala Dunia 1990 digelar. Ketika musim 1988/89 dimulai, Toto hanyalah striker dibawah rata-rata yang menghabiskan karirnya bersama Messina FC di pentas Serie B.

Aksi Schillaci di Piala Dunia 1990

Menjalani karir seperti itu di usia 23 tahun, nampaknya masa depan Toto tidak menjanjikan. Namun, kedatangan Zdenek Zeman mengubah semuanya setelah pria kelahiran Republik Ceko itu memahami potensi nyata dari seorang Salvatore Schillaci.

Toto tidak bisa mengubah aksen Sisilia yang dia punya, tapi dalam aspek sepakbola transformasi itu nyata. Dia mengantongi 23 gol musim itu, separuh dari itu total gol Messina di liga yang sangat defensif-minded. Sisanya adalah sejarah – enam gol Toto membantu Azzurri finis ketiga di kandang – dan seluruh Italia harus berterima kasih kepada Zeman untuk hadiahnya, yang mungkin adalah yang pertama dari sosok karismatik spesialis Ceko-Italia itu.

Banyak yang telah ditulis tentang taktik menyerangnya dan metode pelatihan yang kaku, dengan penekanan pada persiapan fisik yang melelahkan. Tapi, bakat terbaik Zeman adalah bercak bakat dalam pemainnya. Anda dapat melihat hasil karyanya pada 2013 lalu, tidak kurang dari empat bintang dari Devis Mangia Azzurrini yang merupakan semi-finalis di Eropa U-21 Championship 2013 di Israel adalah berkat berkembang yang ditemukan si jenius perokok ini.

Mesin gol Napoli, Lorenzo Napoli adalah salah satu pemain yang berhutang budi kepada Zeman. Pada usia 18 tahun, ia tidak mendapat apa-apa yang diinginkan selama masa pinjaman bersama Cavese FC, klub yang saat itu bermain di divisi III Italia. Setahun kemudian, ia bertemu sosok Zeman dan bermain dibawah arahannya bersama Foggia. Disanalah Insigne memoles ketajamannya dengan mencetak 19 gol dan banyak assist bagi rekan setimnya dalam 33 laga.

Bintang Napoli ini merasakan bukti nyata tangan dingin sosok Zeman

Singkat cerita pada musim panas 2011 Zdenek Zeman menandatangin kontrak guna menukangi Pescara. Mengikuti sang guru, Insigne pun menyusul bergabung bersama the Dolpins -Julukan Pescara- dan tampil di divisi Serie B. Disana Insigne bekerjasama dengan gelandang lokal Marco Verratti dan Ciro Immobile, yang saat itu dipinjam dari Juventus.

Tak satu pun dari mereka yang dikenal para fans Italia sebelumnya, tapi trio ini melanjutkan untuk memproduksi beberapa aksi yang terbaik dari sepakbola Serie B yang pernah disaksikan. Pescara promosi dari Serie B sebagai juara setelah mencetak 90 gol di 42 pertandingan yang menakjubkan.

Lorenzo Insigne tak terbendung. Ia sukses 18 kali menjaringkan bola dan membuat assist dalam jumlah yang sama. Immobile dinobatkan top skorer liga dengan 28 gol atas namanya – tidak buruk untuk seorang pria yang mencetak gol hanya dua kali dalam musim sebelumnya. Dampak besar juga mengarah kepada Marco Verratti dan Ciro Immobile yang saat itu tanda tangannya diperebutkan beberapa klub besar.

Zeman mengubah mereka menjadi bintang yang sah. Ketiganya kini menjadi bagian dari skuad timnas Italia. Harus dikatakan meski bahwa tidak satupun dari mereka berhasil menghasilkan jenis bentuk yang mereka alami di bawah bimbingan Zeman tahun lalu.

Sosok Zdenek Zeman yang tengah menangani Pescara

Ketika bekerja dengan klub papan bawah selama dekade terakhir, Zeman terus mempengaruhi bakat-bakat muda. Ex-gelandang AC Milan dan Italia, Antonio Nocerino misalnya, pernah berkata bahwa pelatih ini memainkan bagian yang sangat penting dalam pengembangan karirnya ketika mereka bekerja bersama di Avellino.

Daftar ini bisa terus dan terus, terutama jika kita menyebutkan pemain non-Italia yang mengambil keuntungan dari nasihat Zeman, Mirko Vucinic seperti di Lecce. Tidak sampai disitu, nama-nama seperti Marco Delvecchio, Beppe Signori, Francesco Totti, Alessandro Nesta dan Alessandro Florenzi pernah merasakan tangan dingin Zdenek Zeman.

Setelah dalam beberapa tahun belakang menangani klub berbeda, 17 Februari ia kembali menangani Delfino Pescara menggantikan Massimo Oddo. Namun sayang, 4 Maret 2018 lalu pihak klub mendepak Zeman menyusul catatan buruk statistik buruk di musim 2017/18 dan menempatkan The Dolphin di peringkat 13 sementara klasemen Serie B.

Bicara soal pemain, Italia nampaknya masih butuh sosok pria 70 tahun tersebut. Tempat nyaman layak diberikan Zeman guna mensuplai bakat-bakat muda ke timnas Azzurri dan menjadikan Italia kembali mengigit di kancah Internasional seperti pada 2006 lalu.


Penulis: Wilibrordus Bintang Hartono. Sedang menumpang di Yogya untuk kuliah, menikmati makan dan membaca buku.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *