Sepakbola: Representasi dan Identitas Budaya

Saat ini daratan inggris sedang tergila–gila dengan seorang pemain Tottenham Hotspur berkebangsaan Korea Selatan yang bernama Heung Min-Son. Dia adalah seorang pemain tengah yang kreatif dan begitu piawai mencetak gol, total sudah 16 gol dan 9 assist yang dia jaringkan ketika membela panji The Lilywhites . Bukan hanya itu, ia bahkan menjadi pemain andalan para Manajer Fantasy Premier League (FPL)  pada tiap Gameweek.

Selain Heung Min-Son, dua musim lalu ada Shinji Okazaki yang membantu timnya Leicester City berhasil merengkuh trophy EPL. Walau itu hasil kerja keras tim tetapi kemampuan Okazaki tidak bisa dikesampingkan sebagai pembantu The Foxes merengkuh trofi EPL pada musim 2015-16 dan keduanya adalah pemain asia yang menjadi andalan klub masing – masing dan menjadi perwakilan asia dalam liga paling gemerlap sedunia yakni Premier League.

Mereka adalah representasi budaya mereka kepada dunia. Selain pemain hebat, mereka juga menunjukkan etos kerja khas Asia Timur yang tidak pernah berhenti belajar dan selalu ingin merengkuh pencapaian lebih, bahkan jarang dr mereka lebih dari beberapa Gameweek bermain buruk.

Dua pemain Asia yang beraksi di pentas Premier League

Di jaman global seperti ini sangatlah lumrah apabila pesepakbola membela panji klub asing. Pasalnya, selain karena menambah pengalaman merantau, mereka juga terkadang menjadi duta untuk negara masing–masing dan menyebarkan soft diplomacy dalam hubungan negara asal mereka dengan negara mereka mencari nafkah. Bahkan terkadang memiliki pasangan hidup di negara mereka merantau.

Heung Min-Son dan Shinji Okazaki menyebarkan budaya mereka di kota tempat mereka tinggal (London dan Leicestershire) dan menjadi simbol identitas negara mereka di Premier League. Bahkan uniknya mereka digandrungi oleh para fans dan fans rela belajar budaya mereka dan berbahasa layaknya bahasa mereka walau lewat Youtube. Dengan kata lain: mereka telah mengenalkan budaya mereka kepada dunia.

Menurut Iswandi Syahputra 2016, “Identitas artinya identik dengan konsep diri dan secara sosial dapat berfungsi sebagai diferensiasi dari orang lain. Suatu identitas menjadi melekat dalam diri seseorang melalui proses yang sangat panjang. Berbagai pertimbangan digunakan untuk mengidentifikasi diri dengan suatu identitas.

 

“Karena itu suatu identitas selalu dapat dirujuk pada suatu yang membentuknya, seperti adanya keberadaan reference group atau significant others bagi seseorang tersebut. Identitas menjadi suatu proses sadar diri berupa observasi terhadap diri sendiri untuk menemukan konsep diri sebagai suatu yang utuh“[1] dan dengan kata lain apapun unsur individu yang terdapat dalam sepakbola menunjukkan identitas yang ada di dalam diri masing – masing baik itu negara, etnis, norma dan lain – lain.

Pesepakbola, fans, dan perangkat pertandingan punya andil dalam mewakili budaya tersebut. Terserah darimana dia berasal, bagaimana dia mencetak gol, bagaimana dia membawa bola, bagaimana ia meracik taktik, bagaimana cara ia mengekspresikan kepada klub favorit dan lain–lain.

Tengoklah bagaimana banyaknya orang yang merayakan sepakbola, baik lewat meme, sarkasme, koreografi, tifo, permainan indah dan bagaimana banyak hal yang tersaji di lapangan. Tidak peduli darimana dia berasal, bagaimana keturunannya, dan apa yang dia lakukan dan hal yang terkait dengan dia.

Legenda Korea Selatan, Park Ji-Sung pernah merumput bersama raksasa Inggris

Tentu kita akan kepalang senang bukan kalau ada seorang pemain berdarah Indonesia, bermain apik dan menjadi buah bibir di liga besar dunia bukan? Bahkan menjadi role model di negara–negara pertama yang cenderung masih skeptis akan identitas budayanya.

Lagian piala dunia sebentar lagi dan banyak pemain dari berbagai belahan dunia berkumpul di Rusia. Masa pemain timnas kita tidak boleh mentas di luar negeri dan mewakili indentitas negara indonesia?

Ah sudahlah….


Penulis: Muhammad Haikal. IT Guy who loves football, popular culture and everything in particular. Twitter: @halohaikal

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *