Pahit Manis Kebersamaan US Lecce, Lo Russo dan Pezzella

Masih ingatkah kalian dengan klub yang memiliki julukan yang sama dengan AS Roma? Atau masih ingatkah penggemar sepakbola dengan nama-nama seperti Javier Chevanton, David Sesa, Mirko Vucinic ataupun Antonio Conte? Jawabannya sama, mereka pernah merumput bersama Giallorossi alias US Lecce.

Sejatinya, klub yang lebih banyak berkiprah di serie C ini baru merasakan atmosfer nikmatnya berada di kasta tertinggi Liga italia pada tahun 1985 atau 77 tahun setelah klub didirikan. Lecce berdiri pada tahun 1908 silam, dengan menggunakan jersey persis Juventus. Dari sanalah tak heran julukan Bianconeri juga tersemat bagi mereka.

Lecce sukses merengkuh asa mereka untuk debut di kasta tertinggi sepakbola Italia di musim 1985-1986. Eugenio Fascetti selaku pelatih utama Lecce saat itu, sukses mengantarkan klub berada diperingkat kedua serie B. Alberto Di Chiara dan kakak tertuanya, Stefano Di Chiara merupakan salah satu faktor keberhasilan mereka saat itu. 

Bercerita tentang Lecce, tidaklah lengkap apabila kita tidak menceritakan tentang salah satu legenda mereka yakni Michele Lo Russo. Ia menjadi salah satu pemain bertahan hebat di masanya, menjadi pemain yang bertalenta dengan rasa loyal yang begitu tinggi bersama Lecce.

Skuat US Lecce di musim 1975/76

Michele Lo Russo, lahir di Bari, Italia, tepatnya bulan Februari tahun 1947 silam. Masa kecilnya dikenal sering berpindah pindah sekolah, karena faktor keluarganya. Karir sepakbolanya dimulai pada era 60-an dimana pertama kalinya ia merumput bersama tim serie D, FC Bernalda. Klub tersebut merupakan klub lokal dengan catatan rekor semi profesional. Bersama Bernalda, Lo Russo  tampil dalam 31 pertandingan dan berperan sebagai bek yang cukup piawai dalam menghalau serangan dari lawan.

Pada tahun 1968, Lo Russo berseragam Flacco Venosa (sekarang AC Horatiana Venosa, klub yang bermain di Serie D). Mencatatkan penampilan terbaik bersama Venosa, dua tahun kemudian ia dilirik oleh US Lecce yang bermain di Serie C. Menariknya, saat itu Lecce sendiri sudah memiliki satu pemain bertahan tangguh yakni Giuseppe Materazzi yang kita ketahui merupakan ayah dari Marco Materazzi (Eks-Inter Milan). Merumput bersama Giuseppe Materazzi, merupakan hal besar bagi Lo Russo. Pasalnya, Beppe Materazzi merupakan salah satu pemain yang pernah merumput bersama Juventus.

Meskipun hanya bermain untuk tim reserves, skuad Lecce secara keseluruhan pada era 70-an merupakan skuad yang cukup disegani. Terlebih Lecce memiliki kiper kenamaan bernama Emmerich Tarabocchia yang gawang-nya sulit ditembus. Singkat kata, US Lecce di era 70-an bukanlah klub dengan suporter yang besar dengan janji janji juara yang tersemat dalam ucapan. Namun, mereka cukup disegani karena menyajikan permainan yang menyenangkan dan menyulitkan lawan lawan dari divisi yang sama.

Salah seni satu bangunan di kota Lecce yang dibuat untuk menghormati sang legenda, La Russo dan Pezzella

Pada musim transfer 1975-1976, manajemen Lecce mendatangkan Ciro Pezzella dari SPAL, yang kemudian menjadi salah satu legenda Lecce karena loyalitasnya bersama Giallorossi. Pezzella dikenal sebagai bek yang militan dan berbahaya. Duetnya bersama Michele Lo Russo menghantarkan Lecce mencicipi gelar Piala Serie C dan juga merengkuh gelar Piala Anglo-Italian untuk kali pertama.  Sejatinya Ciro Pezzella merupakan pemain cerdas yang bertalenta tinggi hingga setelah 110 caps-nya bersama Lecce, ia memutuskan untuk hengkang ke Sampdoria.

Pezzella bermain untuk  Sampdoria dengan catatan rekor 63 caps. Kemudian ia merumput dengan Avellino, salah satu klub berlogo rubah yang cukup ternama pada saat itu. Pada musim 1982 -1983, Pazzella memutuskan pulang ke Lecce mengingat keluarganya tinggal di daerah Apulli dan kala itu ia tidak mungkin meninggalkan istri dan anaknya.

Di awal era 80-an merupakan era yang cukup sulit bagi Lecce. Dengan susah payah, klub mengalami masa monoton lantaran selama tiga musim pertama, Lecce tidak pernah sekalipun mampir ke peringkat teratas klasemen Serie B. Puncaknya pada 2 Desember 1983, saat hendak bertanding menghadapi Varese, Lo Russo dan Pezzella menolak untuk menumpangi pesawat dimana tim Lecce terdaftar untuk sebuah penerbangan ke Varese. Pasalnya, mereka berdua dikenal memiliki phobia ketika naik pesawat.

Surat kabar di Italia yang memberitakan tragedi kecelakaan dua pemain Lecce

Namun apa yang terjadi, kecelakaan naas menimpa Lo Russo dan Pazzella. Mobil yang mereka tumpangi menabrak papan iklan hingga mobil terpelanting. Lo Russo, Pezzella dan dua orang lainnya yakni kakak ipar serta ayah mertua dari Pezzella tewas seketika di tempat kejadian perkara. Publik Lecce pun berduka, kedua bek veteran mereka meninggal dunia.

Saat itu Pezzella meninggalkan istri dan anak perempuannya yang berusia 4 tahun. Sementara, nama Michele Lo Russo diabadikan menjadi nama stadion di Bernalda dan juga Venosa. Dua tahun pasca kepergian La Russo dan Pezzella situasi unik terjadi. Pasalnya,  saat itu untuk kali pertama Lecce bermain di kasta tertinggi di Italia setelah ditinggal dua penjaga setia daerah pertahanan mereka.

Tak heran jika US Lecce kemudian menyematkan nama Michele Lo Russo dan Ciro Pezzella dalam dinding kehormatan di Stadio Via Del Mare. Sosok keduanya merupakan legenda yang patut dihormati dengan loyalisme yang begitu besar terhadap klub hingga ajal menjemput.


Penulis: Pradana Arya Mahendra (@aryacookwater). Penulis serabutan yg menggemari sejarah, kopi dan musik.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *