Nostalgia: Ligina 2006, Momen Indah dan Tak Terlupakan bagi Persmin Minahasa

Tahun 2006 bisa dibilang sebagai tahun spesial bagi kompetisi sepakbola Indonesia lantaran persaingan yang cukup mengejutkan. Jika di pentas Piala Dunia timnas Italia mampu mengangkat piala, di musim itu pula merupakan momen yang sulit dilupakan juga oleh pecinta sepakbola Tanah Air.

Dalam ajang Ligina 2006 mereka berhasil membuat kejutan. Saat itu, ada tim asal salah satu kota di Sulawesi Utara yang berhasil mengganggu kekuatan sepakbola Indonesia yang tengah dikuasai Persib Bandung, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan PSMS Medan. Ya, momen itu menjadi yang paling sulit dilupakan bagi salah satu klub asal Sulawesi, Persmin Minahasa.

Persmin sudah memberikan kejutan sejak awal kompetisi dengan menjadi pemuncak klasemen Wilayah Timur Liga Indonesia saat itu. Bahkan mereka unggul dengan jarak 15 poin dari Persipura yang berstatus sebagai juara bertahan.

Posisi

Tim

Main M S K GM GK SG Poin

1

Persmin

26

16

2

8

37

26

+11

50

2

Persik

26

14

5

7

53

24

+29

47

3

PSM

26

12

6

8

44

32

+12

42

4

Persiba

26

12

5

9

35

28

+7

41

5

Persiwa

26

11

7

8

34

34

0

40

6

Persela

26

10

8

8

23

23

0

38

7

Persema

26

11

3

12

39

37

+2

36

8

Persipura

26

9

8

9

27

23

+4

35

9

Persiter

26

10

5

11

33

34

-1

35

10

PKT Bontang

26

10

5

11

33

42

-9

35

11

Persibom

26

9

6

11

35

46

-11

33

12

Deltras

26

9

5

12

35

32

+3

32

13

PSS

26

6

5

15

18

40

-22

23

14

Persegi

26

5

6

15

24

49

-25

21

Klasemen Akhir Wilayah Timur Ligina 2006

Persmin Minahasa juga mampu melanjutkan kejutan tersebut dalam babak 8 besar, saat mereka berada dalam satu grup dengan Persija Jakarta, PSM Makasar, dan Persekabpas Pasurua. Persija dan PSM saat itu menjadi tim yang diunggulkan untuk lolos.

Menghadapi PSM dalam laga pertama, Persmin sukses menahan imbang tim yang berasal dari Makassar tersebut. Mereka berhasil meraih satu poin setelah sempat tertinggal dua gol, melalui gol Eugene Gray pada menit ke-86, dan Jorge Toledo yang menyamakan kedudukan dua menit kemudian.

Pada pertandingan berikutnya, Persekabpas Pasuruan menjadi tim yang dihadapi oleh Persmin. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang dianggap sebagai kuda hitam dalam kompetisi saat itu. Sempat unggul cepat melalui Eugene Gray pada menit ke-4 dan Daniel Campos 15 menit kemudian, pasukan Djoko Malis kehilangan kendali atas pertandingan pada babak kedua.

Persekabpas menyamakan kedudukan melalui Zah Rahan pada menit ke-93 dan Ahmad Junaedi selang satu menit setelah gol sebelumnya. Hasil pertandingan ini membuat persaingan untuk lolos ke tahap berikutnya semakin terbuka, dengan raihan 4 poin untuk Persekabpas, 2 poin untuk Persmin, serta masing-masing 1 poin untuk Persija dan PSM.

Partai penentu kelolosan mempertemukan Persmin dengan Persija, dan Persekabpas dengan PSM. Persekabpas yang membantai PSM dengan skor akhir 5-1 lolos sebagai juara grup dengan raihan 7 poin dari 3 pertandingan, sementara Persmin lolos di peringkat kedua setelah menahan imbang Persija dan memperoleh 3 poin dari 3 pertandingan, sekaligus menandai lolosnya dua tim kuda hitam dengan menyingkirkan dua tim unggulan.

 

Posisi

Tim

Main M S K GM GK SG Poin

1

PERSEKABPAS

3

2 1 0

10

4

+6

7

2

PERSMIN

3

0 3 0

4

4

0

3

3

PERSIJA

3

0 2 1

1

3

-2

2

4

PSM

3

0 2 1

3

7

-4

2

 

Sebagai runner up babak 8 besar grup Timur, Persmin menghadapi Persik Kediri yang berstatus sebagai juara grup Barat. Sementara Persekabpas berhadapan dengan PSIS dalam laga antara juara grup Timur dan runner up grup Barat.

Persmin dan Persik sebetulnya sudah bertemu dalam babak reguler wilayah Timur dan juga saling mengalahkan dalam dua pertandingan Ligina. Persik sukses meraih kemenangan dalam pertemuan pertama dengan skor telak 5-1, namun kalah dengan skor 1-2 pada pertemuan kedua. Hasil pada pertemuan kedua tersebut juga membuat Persmin berhasil merebut posisi puncak dari Persik.

Dalam pertandingan semifinal yang diprediksi berjalan menarik, Daniel Roekito sebagai pelatih Persik menyiapkan taktik khusus untuk meredam agresivitas Persmin yang sudah ditunjukkan dalam perjalanan mereka selama musim tersebut. Pemain-pemain yang ada mendapatkan instruksi untuk tampil disiplin dan menjaga daerah mereka masing-masing secara ketat. Strategi ini terbukti mampu membuat lini serang Persmin tidak dapat berbuat banyak.

Persik mampu unggul pada menit ke-18, Cristian ‘El Loco’ Gonzales menjadi pencetak gol pembuka. Selang tujuh menit, Khusnul Yuli menggandakan keunggulan timnya menjadi 2-0, momen itu menjadi salah satu penentu dalam pertandingan ini. Perubahan pendekatan yang ditunjukkan oleh Persmin pada babak kedua sempat memberikan harapan saat mereka memperkecil ketertinggalan pada menit ke-69, setelah Jorge Toledo sukses menjebol gawang lawannya melalui eksekusi penalti.

PERSMIN MINAHASA Ngoni rindu? #minahasa #sulawesiutara #bafotosulut #persmin

Sebuah kiriman dibagikan oleh bafoto sulut (@bafotosulut) pada

Namun Persik pada akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mengembalikan keunggulan dua gol melalui Ebi Sukore pada menit ke-75, kejadian yang membuat tim asal Minahasa tersebut semakin sulit untuk menyamakan kedudukan. Skor 3-1 untuk Persik tidak berubah hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, meloloskan wakil asal Kediri itu ke babak final, sekaligus mengakhiri perjalanan Persmin sebagai salah satu tim yang mengejutkan kompetisi Ligina musim 2006.

Akhir dari kejutan tersebut juga memulai awal penurunan yang dialami oleh Persmin. Keterpurukan pada musim kompetisi 2007 walau mendapatkan aliran dana berupa APBD sebesar Rp 20 miliar terus berlanjut hingga saat ini mereka berkutat di Liga 3.

Walau demikian, Manguni Fans Club selaku pendukung Persmin Minahasa terus menunjukkan semangat yang tinggi untuk menyalurkan dukungan terhadap tim. Mereka juga berharap kepada PT Minahasa Sport sebagai pengelola tim untuk mengembalikan mereka ke kasta teratas sepak bola Indonesia.


Penulis: Arya Luthfy (@luthfyfalsyah7). FM addict dan penikmat sepakbola lokal.

 

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *