Nankatsu SC Itu Bukan Tim Khalayan!

Bagi anak generasi 90-an, mungkin sudah tidak asing lagi dengan sebuah animasi Jepang yang menceritakan sepak bola berjudul “Captain Tsubasa”. Animasi yang satu ini menceritakan bagaimana perjalanan sang tokoh utama, Tsubasa Oozora meniti karir sepak bolanya yang dimulai ketika ia baru pertama kali pindah dari Tokyo menuju kota Nankatsu di Shizuoka.

Ketika itu, dirinya mendengar bahwa kota Nankatsu memiliki tim sepak bola tingkat sekolah dasar tangguh yang menjadi juara turnamen nasional bernama SD Sutetsu. Tsubasa pun ingin sekali bergabung dengan SD tersebut karena ia mendengar mereka memiliki seorang kiper yang tidak pernah kebobolan satu kali pun di turnamen nasional yang belakangan diketahui bernama Genzo Wakabayashi.

Namun pada akhirnya Tsubasa bergabung dengan SD Nankatsu. Pasalnya, ia memberikan tantangan kepada Wakabayashi yang membuat sang kiper menganggap bahwa Tsubasa merupakan saingannya dari SD Nankatsu. Setelah pertandingan sengit di festival SD kota Nankatsu, pemerintah kota pun mengadakan sebuah seleksi untuk membentuk tim bernama Nankatsu SC yang akan menjadi perwakilan Shizuoka di turnamen tingkat nasional.

Tsubasa bersama-sama dengan Wakabayashi, Morisaki, Ishizaki, Urabe, Izawa dan Misaki berjuang bersama menghadapi lawan-lawan tangguh hingga pada akhirnya menjuarai turnamen nasional tingkat SD. Kehebatan Nankatsu SC pun masih terus berlanjut sampai Tsubasa dan kawan-kawan menginjak bangku SMP.

Jurus tendangan elang yang menjadi cirikhas Tsubasa Ozora

Tim asal kota Nankatsu itu berhasil menjadi juara turnamen tingkat SMP selama dua tahun berturut-turut. Di tahun ketiga pun mereka berhasil menjadi juara meski mereka berbagi gelar dengan Toho Academy di mana saingan terberat Tsubasa, yakni Kojiro Hyuga yang bermain untuk tim tersebut. Cerita tentang kehebatan Nankatsu SC pun tetap berlanjut meski Tsubasa serta seluruh punggawanya sudah lulus SMP dan sedang fokus mempersiapkan diri untuk mewakili Jepang di turnamen internasional.

Memang, cerita “Captain Tsubasa” ini banyak menginspirasi anak-anak pada masanya untuk menjadi seorang pemain sepak bola, tak terkecuali saya pribadi ketika masih kecil. Dan nama “Nankatsu SC” tetap menjadi ikon tim yang ada di animasi tersebut meski ada banyak tim hebat seperti Naniwa, Meiwa, Musashi, Furano dan tim lainnya.

Bahkan, ketika saya tengah mendalami sepak bola Jepang, tak jarang saya mendapatkan pertanyaan dengan nada bercanda “kalau Nankatsu SC main di divisi berapa?”. Pasalnya, banyak orang yang menganggap bahwa Nankatsu SC hanya sebuah tim khayalan yang ada di serial animasi Captain Tsubasa. Tentu saja saya pada awalnya bingung harus menjawab apa, tetapi saya secara tidak sengaja menemukan sebuah fakta bahwa Nankatsu SC bukan tim khayalan!

Tim yang menjadi awal karir sepak bola Tsubasa Oozora itu benar-benar ada dan mereka berlaga di divisi tujuh liga Jepang, tepatnya di Tokyo Shakaijin Soccer League Divisi Satu (saat tulisan ini dibuat). “Lho kok ada di Tokyo Bukannya Nankatsu SC itu harusnya dari Shizuoka?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya sudah pernah membuat artikel yang berjudul “Captain Tsubasa, Shizuoka dan Prefektur Sepak Bola” di blog pribadi milik saya, jika kalian penasaran dengan jawabannya.

Nankatsu SC dalam serial “Captain Tsubasa”

Lalu bagaimana dengan awal terbentuknya Nankatsu SC? Pada mulanya, tim tersebut berdiri pada tahun 1983 dengan nama “Tokiwa Club” yang merupakan tim sepak bola milik SMP Tokiwa di distrik Katsushika, prefektur Tokyo dan berlaga di Tokyo Shakaijin Soccer League divisi tiga. Di tahun 1994, mereka baru bisa merasakan promosi ke divisi dua.

Sejujurnya tak banyak informasi yang bisa saya gali di laman resmi Nankatsu SC, tetapi mereka menyebutkan bahwa klub sempat mengganti nama dari yang awalnya Tokiwa Club menjadi Katsushika Vitoad di tahun 2012. Sebelum akhirnya pada tahun 2013, sang pembuat komik legendaris Captain Tsubasa yang bernama Yoichi Takahashi mengubah nama Katsushika Vitoad menjadi Nankatsu SC.

Perubahan nama yang dilakukan oleh Yoichi Takahashi tak terlepas dari organisasi non-profit yang menjadi pemilik klub. Beliau sempat menjadi pemimpin dari NPO (Non-Profit Organization) International Football Diffusion Training Association sehingga punya wewenang untuk merubah nama klub yang masih bertahan hingga saat ini.

Karena berubah nama, Nankatsu SC pun akhirnya mengulang karir sepak bola dari Tokyo Shakaijin Soccer League Divisi Tiga, atau sama saja dengan divisi sembilan dalam piramida liga sepak bola Jepang. Mengusung misi untuk bisa menembus J.League, perjuangan tim asal distrik Katsuhsika pun dimulai. Mereka berhasil menjuarai Tokyo Shakaijin Soccer League Divisi Tiga di tahun 2015 dan Tokyo Shakaijin Soccer League Divisi Dua di tahun 2017.

Sesi pemotretan Nankatsu SC dalam dunia nyata

Pada musim 2018 ini, yang akan dimulai tanggal 25 Maret mendatang Nankatsu SC akan memulai perjuangannya di Tokyo Shakaijin Soccer League Divisi Satu dan akan bersaing untuk bisa menembus Kanto Soccer League Divisi Dua di masa yang akan datang.

Sebagai tambahan informasi, meskipun masih berlabel tim amatir, Nankatsu SC nyatanya sudah memiliki tim sepak bola wanita dan tentunya tim akademi. Bahkan, mereka membangun akademi sepak bola untuk kategori U-15 di prefektur Fukuoka yang letaknya jauh dari Tokyo. Tidak hanya itu, pada tahun 2015 mereka menjalin kerja sama dengan tim asal Spanyol, CE Sabadell FC dan SC Sagamihara (J.League divisi tiga) di tahun 2017.

Jadi, apakah kalian tertarik untuk mengikuti perkembangan dari tim yang mulanya dianggap sebagai tim khayalan ini? Semoga tidak ada lagi yang bertanya “Kalau Nankatsu SC main di divisi berapa?” dengan niat bercanda karena dengan artikel ini, saya akan menjawab pertanyaan kalian dengan (sangat) serius.


Penulis: Faiz Fachnaz S. merupakan seorang penikmat sepak bola Jepang yang mendukung Gamba Osaka dan VfL Wolfsburg, bisa dihubungi melalui akun twitter @faizfachnaz

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *