MLS 2018: Kembalinya Keriuhan Sepak Bola Negeri Paman Sam

Major League Soccer (MLS) musim 2018 telah dimulai pada tanggal 4 Maret atau 3 Maret 2018 waktu Amerika Serikat. Kejutan pun langsung tersaji kala sang juara bertahan, Toronto FC harus takluk oleh tim tamu Columbus Crew dengan skor 0-2. Di musim baru ini pula pencinta sepak bola akan disuguhkan derby di kota Los Angeles, yaitu antara LA Galaxy melawan tim baru yang mencoba untuk menjadi ikon kota, yakni Los Angeles FC.

Seperti yang telah dibentuk, MLS memiliki sistem yang tim pesertanya akan dibagi menjadi 2 wilayah, yakni Eastern Conference dan Western Conference. Mereka nantinya akan saling bertemu untuk menjadi juara musim regular dan juara MLS Play-Off.

Eastern Conference akan diisi oleh klub yang pada musim lalu yang senang memecahkan rekor penjualan tiket yakni Atlanta United. Kemudian ada dua tim asal Kanada, yakni Montreal Impact dan sang juara beratahan Toronto FC. Dua klub asal New York, New York Red Bulls dan New York City FC dan tim ibu kota DC United juga tergabung di wilayah ini. Selain itu klub yang diperkuat Bastian Schweinsteiger, Chicago Fire juga akan bersua menghadapi klub-klub kuat tadi.

Sedangkan Western Conference akan diisi oleh dua tim asal negara bagian Texas, yakni FC Dallas dan Houston Dynamo, dua tim asal Los Angeles yakni LA Galaxy dan Los Angeles FC (tim baru). Selain itu terdapat beberapa klub seperti San Jose Earthquake,, Colorado Rapids, Minnesota United, Portland Timbers, Real Salt Lake, Sporting KC, dan dan dua klub asal Kanada Vancouver Whitecaps dan Seattle Sounders akan tergabung di wilayah barat. Total terdapat 20 tim asal Amerika Serikat dan 3 tim asal Kanada yang akan bersaing meraih trofi Supporters Shield dan MLS Play-off.

Juara bertahan Major League Soccer musim 2017.

Seperti musim-musim sebelumnya dimana liga sepak bola Paman Sam ini selalu mendatangkan pemain terkenal sebagai designated player atau yang biasa dikenal sebagai marquee player. MLS musim ini juga kembali dimeriahkan oleh kedatangan nama tenar yang mayoritas datang dari klub-klub Eropa.

Dimulai dari sang juara bertahan, Toronto FC yang mendatangkan bek sayap asal Belanda yakni Gregory van der Wiel. Diboyong dari Cagliari, eks-Paris Saint Germain akan mengenakan nomor punggung 9 bersama juara bertahan. Pesaing LA Galaxy, yakni Los Angeles FC mendatangkan winger Real Sociedad sekaligus timnas Meksiko, Carlos Vela. Selain itu ada nama mantan pemain Inter Milan, Saphir Taider yang direkrut oleh Montreal Impact sebagai designated player. Pemain-pemain tersebut akan menemani designated player sebelumnya, seperti David Villa, Sebastian Giovinco dan Bastian Schweinsteiger.

Selain designated player yang digunakan untuk memasarkan MLS ke seluruh dunia, patut dinanti pula kiprah-kiprah pemain muda di MLS untuk bersinar yang akan menyusul jejak Landon Donovan, Clint Dempsey ataupun seorang English Man in New York, Jack Harrisson bermain di daratan benua Eropa. Pada musim ini, pemuda-pemuda Amerika Selatan mendapatkan perhatian khusus dari pengamat sepak bola di Negeri Paman Sam dimana terdapat 18 pemain muda asal Amerika Selatan yang akan bermain di MLS.

Pemain-pemain tersebut antara lain Ezequiel Barco (Atlanta United, didatangkan sebagai Young Designated Player), Diego Rossi (Los Angeles FC), Josue Colman (Orlando City) dan Milton Valenzuela (Columbus Crew SC). Khusus untuk Barco, ia didatangkan dengan harga $15.000.000 dari klub Argentina, Independiente yang berhasil memecahkan rekor transfer MLS 2018 dimana sebelumnya dipegang oleh transfer Michael Bradley dari AS Roma menuju Toronto FC pada tahun 2013.

Nomer punggung yang terbilang unik untuk seorang bek sayap.

Dari sisi manajerial atau pelatih, MLS 2018 diisi oleh pelatih-pelatih yang cukup dikenal oleh publik sepak bola dunia. Musim lalu, kompetisi ini diramaikan oleh mantan pelatih FC Barcelona dan Timnas Argentina, Gerard Tata Martino (Atlanta United), mantan pemain Arsenal dan pelatih Aston Villa Remi Garde (Montreal Impact), dan mantan penjaga gawang timnas Amerika Serikat, Brad Friedel (New England Revolution).

Di musim ini, mantan pelatih Timnas Amerika Serikat dan Swansea City yang juga merupakan ayah dari kapten Toronto FC (Michael Bradley) yakni Bob Bradley, ikut ambil bagian dalam memeriahkan MLS 2018 sebagai pelatih dari tim pendatang baru Los Angeles FC. Bob akan menangani Carlos Vela dan kawan-kawan selama satu musim penuh.

MLS 2018 secara resmi telah dimulai. Bertambahnya satu tim baru akan membuat persaingan untuk meraih MLS trof Play-Off akan menjadi lebih ketat. Cukup banyaknya pemain baru asal daratan Eropa juga diharapkan mampu membuat brand MLS di dunia menjadi lebih terkenal. Wajib dinantikan juga kiprah para pemain muda untuk menjadi pemain-pemain incaran klub-klub besar serta rekor-rekor sepak bola Amerika Serikat yang akan terpecahkan.

Los Angeles FC, pendatang baru yang siap menggebrak MLS 2018.

Secara bertahap Major League Soccer terus membuktikan diri bahwa mereka mampu menyajikan kompetisi yang layak disaksikan. Namun terdapat kendala tersendiri bagi penonton di bagian belahan Asia, khususnya bagi penggila sepakbola di Indonesia untuk menikmati laga MLS di setiap musimnya. Rata-rata waktu kick off laga MLS dimulai pada pukul 04.00 dan pagi hari di sekitar pukul 07.00 WIB. Di jam tersebut dirasa bukan waktu yang tepat untuk menonton laga sepakbola.

Pertama, tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan penonton pastinya akan menyaksikan laga klub-klub Eropa yang kick off pada pukul 01.45-02.45 WIB. Setelahnya, kebanyakan para penonton Asia lebih memilih beristirahat sejenak untuk melanjutkan kegiatan di pagi hari ataupun melanjutkan tidur (kegiatan wajib di hari libur) hingga siang hari.

Dan kedua, laga Major League Soccer di hari kerja nyaris tidak bisa dinikmati para penonton sepakbola Asia lantaran bentrok dengan rutinitas pagi hari. Hal ini menjadi peer bagi MLS dalam segi bisnis untuk menjaring penonton di belahan Asia agar dapat menikmati kerasnya laga sepakbola dari negeri Paman Sam. Pertanyaannya, apakah sanggup MLS menjadi tontonan yang dinanti dan disaksikan bagi penonton di belahan Asia?


Penulis: Farhan Fauzan (@farhan_official). Calon pencari batu yang sedang menggemari sepak bola Negeri Paman Sam.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *