Minerva Punjab FC, Penguasa Utara India Kebanggaan Bangsa Punjab

Indian League musim 2017-18 memang sudah rampung sejak hari Kamis (8/3) lalu. Salah satu kompetisi domestik tertinggi sepakbola India tersebut kembali lahirkan juara baru dan kali ini giliran klub dari wilayah utara yang berhasil raih gelar prestisius di kancah sepakbola negara penguasa Asia Selatan tersebut.

Adalah Minerva Punjab FC, sebuah klub asal kota Chandigarh di India Utara ini sukses merebut gelar Indian League 2017/18. The Warriors -julukan Minerva Punjab- menjelma jadi penguasa baru sepakbola India sekaligus merebut tahta juara bertahan I-League musim lalu yang dipegang Aizawl FC. Tentunya usaha mereka mencapai juara liga musim ini cukup ketat hingga pekan terakhir.

Minerva Punjab adalah klub yang dibentuk pada tahun 2005 silam. Awalnya, mereka hanya membentuk akademi sepakbola dan kriket saja dengan nama Minerva Academy. Namun seiring waktu, klub yang bermarkas di Guru Nanak Stadium dan Tau Devi Lal Sports Complex ini akhirnya memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang lebih serius dengan nama Minerva Punjab. Mereka memulai kiprahnya sebagai klub sepakbola pro di Divisi dua I-League pada musim 2015/16.

Perjalanan The Warriors bisa terbilang cukup mulus dan langsung menjadi runner-up divisi dua Liga India musim 2015-16, yang kala itu dijuarai oleh salah satu klub sepakbola tersukses di India, Dempo SC. Mengemban tugas menjadi klub kebanggaan bangsa Punjab pun mereka jalani dengan baik saat tampil di kasta teratas I-League di musim 2016-17. Bahkan tak butuh waktu lama, mereka sukses menjadi juara semusim setelahnya.

Ranjit Bajaj (kiri) sang pemilik klub yang raih kesuksesan bersama Minerva Punjab musim ini.

Sebagai informasi bahwa Minerva Punjab memang berada di wilayah yang masyarakat mayoritasnya dari bangsa Punjab, salah satu bangsa yang eksis di wilayah utara India dan sedikit di daerah timur Pakistan.

 

Mungkin jika mendengar kata “Punjab”, pasti akan teringat dengan tarian Punjab yang cukup terkenal serta seorang Raam Punjabi yang tentunya kita tahu sendiri bahwa ia adalah seorang taipan media hiburan Indonesia yang juga mempunyai pepatah yang berbunyi “Tak ada rotan, Raam pun jabi.” *krik krik*

Sekarang kembali lagi ke pembahasan tentang Minerva Punjab. Sang pemilik klub, Ranjit Bajaj menjadi salah satu faktor bagaimana klub yang berawal hanya difokuskan untuk akademi saja tiba-tiba menjelma menjadi juara kasta teratas liga sepakbola India. Mengelola akademi yang saat itu masih dengan dana seadanya, kemudian pria yang sekarang berusia 39 tahun tersebut mulai menuai hasil di awal dengan berhasil menempatkan empat pemain akademi U-15 ke tim nasional India U-17.

Setelah itu, dirinya melihat peluang emas untuk Minerva bermain di jalur professional. Saat itu, wilayah Punjab memang tidak memiliki wakil di liga India sejak klub legendaris mereka, Jagatjit Cotton & Textile FC (JCT FC) memutuskan untuk berhenti bermain di liga profesional pada tahun 2011.

Kesuksesan seorang Ranjit Bajaj dalam menghidupkan sepakbola utara India kembali membuahkan hasil dengan menjuarai I-League musim 2017/18. Saat itu, mereka yang memuncaki klasemen liga belum bisa merayakan juara hingga pekan terakhir. Pasalnya, poin klub yang saat itu dilatih oleh Khogen Singh tersebut masih terpaut satu poin dari tiga klub lain yang membuntuti yaitu Mohun Bagan, East Bengal dan NEROCA FC.

Chencho Gyeltshen, striker asal Bhutan yang menjelma menjadi pemain penting Minerva Punjab.

Hari bersejarah yang dinanti The Warriors dan para suporternya pun tiba. Minerva Punjab yang memiliki pemain kunci seperti striker Bhutan, Chencho Gyeltsen dan William Opoku asal Nigeria berhasil tumbangkan klub papan bawah, Churchill Brothers dengan skor tipis 1-0 pada laga terakhir yang berlangsung di Tau Devi Lal Sport Complex hari Kamis (8/3) lalu.

Setelah pertandingan usai, para pemain dan staff berlarian ke lapangan untuk merayakan juara klub mereka setelah ketiga klub di belakangnya gagal kejar poin klub berjuluk Warriors tersebut di pekan terakhir.

Hasil itu membuat Minerva Punjab menuliskan tinta emas dalam pesepakbolaan India. Pasalnya, mereka menjadi klub asal utara India pertama yang berhasil menjuarai kompetisi I-League setelah menunggu 22 tahun sejak 1996 ketika JCT FC menjuarai National Football League (liga sepakbola tertinggi di India saat itu). Selain itu, tak menutup kemungkinan mereka akan mewakili India pada ajang AFC Cup musim 2019 jika mereka berhasil lolos verifikasi klub AFC.

Selebrasi pemain dan staff Minerva Punjab setelah akhiri laga pamungkas dengan kemenangan.

Patut dinanti kiprah dari klub kebanggaan bangsa Punjab di musim selanjutnya. Apakah akan tetap konsisten seperti Bengaluru FC yang secara sekejap hadir sebagai raksasa baru sepakbola India? Atau justru Minerva Punjab hanya akan menjadi euforia sesaat saja seperti yang dirasakan Aizawl FC, sang juara musim lalu namun harus tersungkur ke papan tengah musim ini?

Namun setidaknya, kehadiran klub ini menjadi prestasi sekaligus produk baru yang ditawarkan dengan membawa nama bangsa Punjab. Tak hanya melalui sinetron, bangsa Punjab kini menunjukkan diri mampu berprestasi di lapangan hijau melalui Minerva Punjab Football Club.


Penulis: Imam Santoso (@idsantos_94). Pengamat sepakbola kacangan yang suka ketiduran di babak kedua. Addicted to Indomie Goreng Rendang, Badminton, Music, and JSCVRND.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *