Membandingkan Dua Periode Sejarah Rusia di Piala Dunia

Secara historis, Rusia adalah negara  dengan sejarah yang panjang dan penuh lika-liku di setiap tahapnya.  Akan tetapi, secara garis besar, periode sejarah Rusia dapat dibagi menjadi tiga. Pertama adalah era kekaisaran atau imperium yang berlangsung dari Rurik menguasai Novgorod dan berakhir ketika Revolusi Oktober menjatuhkan Nikolay II dari tampuk kekuasaan. Kedua adalah era Uni Soviet yang dimulai ketika perang saudara antara Bolshevik dan Menshevik berakhir lalu kemudian selesai pada 1991 ketika Nikolay Gorbachev lengser sebagai penguasa Uni Soviet. Terakhir, periode yang ketiga, yaitu era Federasi, dimulai pada 1991 dan masih bertahan hingga sekarang.

Sebagai olahraga terpopuler di dunia, sepakbola juga turut serta mewarnai panjangnya sejarah Rusia. Sepakbola mulai masuk ke Rusia pada abad ke 19, ketika itu olahraga ini dipopulerkan oleh para pekerja dari Britania Raya. Setelah bubarnya Imperium Rusia, Uni Soviet menjadi pewaris kekuasaan dan timnasnya mewakili negara di berbagai turnamen sepakbola seperti Piala Dunia, Piala Eropa, dan Olimpiade. Sementara itu, pasca Uni Soviet runtuh, Timnas Rusia menjadi representasi Federasi Rusia di berbagai turnamen sepakbola.

Jika dilihat dari keikutsertaan di Piala Dunia, Rusia mengalami dua periode sejarah yang berbeda. Pertama adalah era Uni Soviet, kemudian yang kedua adalah era Federasi Rusia.

Era Uni Soviet…

Kiprah Timnas Uni Soviet di Piala Dunia dimulai tahun 1958, kala itu Timnas Uni Soviet menjadi tim debutan di Piala Dunia 1958 yang digelar di Swedia. Kala itu Igor Netto dkk tergabung di grup 4 bersama tim kuat Brazil dan Inggris. Diluar dugaan, Uni Soviet berhasil lolos setelah memenangkan pertandingan play-off melawan Inggris dengan skor 1-0 melalui gol Anatoli Ilyin. Pertandingan itu digelar karena Uni Soviet dan Inggris memiliki koleksi poin dan rataan gol yang sama. Akan tetapi, kiprah Uni Soviet di turnamen ini hanya sampai babak perempatfinal setelah gol dari Kurt Hamrin dan Agne Simonsson mengandaskan harapan tim asuhan Gavriil Kachalin untuk melaju lebih jauh dan mengantarkan tuan rumah ke semifinal.

Pencapaian serupa kembali mereka dapatkan di Piala Dunia 1962 dan 1970, pada kedua edisi Piala Dunia itu mereka kembali menembus perempat final. Empat tahun setelah debut mereka di Piala Dunia, Krasnaya Armiya mampu lolos dari fase grup dengan menyandang status juara grup. Akan tetapi, lagi-lagi perjalanan Lev Yashin dkk dihentikan oleh tuan rumah, kali ini Chile mampu membungkam Soviet dengan skor tipis 2-1 setelah gol dari Leonel Sanchez dan Eladio Rojas hanya mampu dibalas oleh gol Igor Chislenko. Sementara itu pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, gol tunggal dari Victor Esparrago mampu mengantarkan Uruguay melaju ke semifinal dan mengandaskan mimpi Uni Soviet untuk melaju lebih jauh.

Uni Soviet sempat dua kali gagal ke Piala Dunia pada tahun 1974 dan 1978 dan setelah dua Piala Dunia tersebut pencapaian mereka menurun. Pada Piala Dunia 1982 dan 1986 Rinat Dasayev dkk hanya mampu mencapai putaran kedua, bahkan di Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti, yaitu Piala Dunia 1990, untuk pertama kalinya Uni Soviet gagal lolos dari fase grup.

Sementara itu, capaian terbaik Krasnaya Armiya selama mengikuti Piala Dunia adalah lolos ke semifinal pada Piala Dunia 1966. Tim yang kala itu dilatih oleh Nikolai Morozov mampu mengandaskan perlawanan Hungaria di perempatfinal. Dua gol dari Igor Chislenko dan Valeri Porkuyan hanya mampu dibalas sebiji gol dari Ferenc Bene . Sayangnya, impian mereka untuk melaju lebih jauh kandas di semifinal oleh Franz Beckenbauer dkk. Gol Valeri Porkuyan di menit akhir hanya menjadi gol hiburan setelah Helmut Haller dan Franz Beckenbauer mampu menjebol gawang Lev Yashin terlebih dahulu.

Jika dijumlahkan, total Uni Soviet berpartisipasi di tujuh Piala Dunia dari sembilan yang bisa mereka ikuti. Krasnaya Armiya mampu tiga kali lolos ke perempatfinal, sekali lolos ke semifinal, dua kali lolos ke putaran kedua, dan hanya sekali gagal lolos dari fase grup. Lalu bagaimana dengan performa suksesor mereka?

Era Federasi…

Runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 berpengaruh pada berbagai sektor, salah satunya sepakbola. Dari 15 negara pecahan Uni Soviet, Rusia adalah negara pewaris utama dan terbesar dari Uni Soviet. Saat negara pecahan Uni Soviet lain masih berkutat dengan perebutan kekuasaan, transisi dari komunis ke demokrasi, dan buruknya infrastruktur, Rusia mampu menjadi negara pecahan Soviet pertama yang lolos ke Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Kala itu mereka tidak mampu lolos ke babak knockout setelah hanya mampu duduk di peringkat ketiga dan gagal lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sejujurnya, sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, tidak ada yang istimewa dari pencapaian Rusia di Piala Dunia pasca runtuhnya Soviet. Sbornaya tak pernah mampu menembus kerasnya fase grup, ditambah lagi mereka tiga kali tidak lolos ke Piala Dunia, yaitu pada tahun 1998, 2006, dan 2010. Pada tiga piala dunia yang mereka ikuti sebelum tahun ini, Rusia hanya mampu mencatatkan 3 kemenangan, 2 kali imbang, serta 5 kekalahan, pencapaian yang sangat berbeda dibandingkan saat Uni Soviet masih ada. Sebelum kemenangan melawan Arab Saudi kemarin, Rusia terakhir mencatatkan kemenangan di Piala Dunia 2002 atau 16 tahun yang lalu. Kala itu, tim asuhan Oleg Romantsev mampu mengalahkan Tunisia 2-0 sebelum dikalahkan oleh Jepang dan Belgia.

Semenjak bubarnya Uni Soviet, Rusia memang belum mampu menemukan performa terbaik di Piala Dunia. Akan tetapi, momentum menjadi tuan rumah tentunya harus dimanfaatkan oleh Rusia untuk mencapai hasil maksimal. Kemenangan atas Arab Saudi dan Mesir menjadi awal yang sangat baik dan itu merupakan pencapaian terbaik mereka setelah Uni Soviet bubar. Apabila mampu tampil konsisten, menyamai pencapaian Uni Soviet ke perempatfinal atau bahkan mencapai semifinal seperti Piala Dunia 1966 tentu bukan lagi sekedar mimpi yang tak mampu diwujudkan.


Gatra Drestanta. 081806013854 (whatsapp). Bocah dari pinggiran ibukota yang demen banget ama sepakbola. Bisa dihubungi di @gatra1928.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *