Maurizio Sarri, 4-3-3 dan Napoli yang Sempurna

Maurizo Sarri, namanya yang mulai melejit ketika menukangi SSC Napoli. Pria berkebangsaan Italia ini merupakan salah satu pelatih dengan ‘tactical knowledge’ yang cukup luas meski “hanya” menukangi klub papan bawah Serie A sebelum menangani Il Partenopei.

11 Juni 2015, Maurizio Sarri meninggalkan Empoli dan memilih pulang ke kampung halaman guna menangani Napoli. Diawal kedatangannya, pria yang masih aktif merokok ini menerapkan skema 4-3-2-1 atau sama seperti yang ia terapkan ketika membesut Empoli. Skema tersebut diaplikasikan dengan banyak kombinasi umpan pendek dan ‘compact defense’.

Akan tetapi, di musim 2016/17 skema 4-3-3 nyatanya lebih mampu dimaksimalkan Marek Hamsik dkk sehingga Napoli mampu menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak di Serie A dengan 94 gol dan menempati posisi ketiga di bawah Juventus dan AS Roma. Catatan emas lainnya adalah Sarri berhasil membawa tim asal Naples tersebut meraih poin tertinngi sepanjang sejarah tampil di pentas Serie A.

Seperti  yang disebutkan sebelumnya, Sarri menggunakan formasi 4-3-3 dengan satu gelandang bertahan dan dua gelandang menyerang. Tiga pemain di depannya bermain lebih merapat untuk membuka ruang kepada dua fullback-nya guna membantu serangan.

Gaya Bertahan

Maurizio Sarri menerapkan ‘positional defending’ dalam gaya bertahan mereka. Para pemain belakang akan menyesuaikan posisi mereka berdasarkan posisi bola dan rekan satu tim. Mereka pun meninggalkan ruang minimal antar garis dalam tim dan pemain lawan akan dipaksa bermain melebar. Dengan demikian, Napoli akan mematikan pola umpan sang lawan.

Seperti yang bisa dilihat pada gambar, tim ini sangat  ketat dalam melakukan positional defence. Dalam contoh ini, Juventus dipaksa bermain melebar dan para pemain Napoli terus menyesuaikan posisi mereka ditengah situasi satu pemain menekan lawan dan yang lainnya melakukan cover. Ketika dalam keadaan bertahan, formasi berubah menjadi 4-5-1 dengan pemain sayap lebih turun ke garis yang sama dengan gelandang tengah.

Block Pressing Tinggi 4-4-2

Dalam gambar diatas ini, gelandang sentral bergerak naik dengan gelandang bertahan untuk kemudian berpindah posisi. Hal ini penting bagaimana sayap kiri yang ditempati Lorenzo Insigne bermain lebih ke dalam untuk menutup aliran bola yang melalui lini tengah. Dengan melangkah sedikit melebar, Insigne bisa membantu menghalangi usaha tim lawan melalui jalur tengah.

Disini juga kita melihat ketika Insigne melakukan pressing, Jose Maria Callejon turun ke sisi lain. Namun ketika block pressing tinggi tidak berhasil, Ex-Madrid tersebut turun kembali ke lini tengah untuk kembali ke positional defend 4-5-1. Napoli menunjukkan kehebatan dalam transisi bertahan.

Gaya Menyerang

Maurizio Sarri merupakan penganut gaya bermain posisional dan cara ia menerapkan gaya ini pada Napoli sangatlah fantastis untuk ditonton. Para pemain sangat nyaman dengan cara gaya bermain sang juru taktik. Mereka terlihat tidak panik saat mendapat tekanan lawan dan mereka menerapkan kombinasi passing cepat untuk mencari rekan yang tidak dalam pengalawan.

Napoli selalu memulai serangan dari lini belakang. Dimulai dari Pepe Reina, portiere asal Spanyol itu membangun serangan melalui dua bek tengah dengan umpan pendek. Di situ kita juga melihat Jorginho turun ke belakang apabila sisi tengah Napoli ditutup oleh lawan mereka. Skema lain dapat dilakukan dengan Reina memberikan umpan panjang/lambung kepada dua bek sayap untuk keluar dari tekanan lawan. Sarri ingin timnya menggunakan kombinasi passing cepat dan pendek  untuk menghindari tekanan guna membuka ruang serangan.

Tujuan dari kombinasi passing pendek ini sendiri adalah memanipulasi tekanan untuk membuka ruang antara garis pertahanan dan lini tengah lawan. Bagi pemain Napoli, taktik ini berguna untuk bergerak dan menyerang pertahanan lawan. Di saat ruang sudah terbuka, mereka akan bermain cepat dan selalu mencari pemain ketiga dan disitu terlihat struktur penguasaan bola Napoli.

Disini kita melihat Lorenzo Insigne turun dari sisi sayap dan memasuki half space. Sementara, Faouzi Ghoulam terdorong ke sisi kiri dengan Insigne pindah ke area half space. Dengan demikian, mereka bisa melakukan serangan dengan menumpuk pemain di tengah dan memberi ruang kepada Ghoulam untuk melakukan overlapping sampai zona third lawan.

Skema tersebut dimaksudkan agar Ghoulam mampu memberikan umpan silang rendah di belakang garis pertahanan lawan dimana Dries Mertens sudah siap untuk menerima dan membobol gawang lawan. Strategi ini tentunya ini sangat efektif karena para bek lawan hanya akan melihat Insigne sebagai ball carrier yang kemudian memberi celah untuk Callejon menembus sisi buta lini pertahanan lawan.

Counter Attack

Napoli menjadi salah satu tim dengan penguasaan permainan terbaik di Eropa. Tetapi tidak sampai disitu, mereka juga sangat berbahaya dalam melakukan counter attack. Mereka beruntung memiliki tiga penyerang yang mempunyai kecepatan. Selain itu, pemahaman mereka tentang kapan harus berlari di belakang pertahanan lawan dan permainan kombinasi antar pemain menjadi alasan utama di balik keefektifannya counter attack yang dirancang Napoli.

Ketika lawan menggunakan garis pertahanan lebih rendah, ruang besar untuk menyerang muncul. Napoli mempunyai tiga pemain depan mereka dengan diberi umpan vertikal yang cepat. Dari sana mereka mampu bergerak seperti kereta berkecepatan tinggi.

Kesimpulan

Maurizio Sarri telah menciptakan tim yang paling menghibur di Eropa dengan identitas yang jelas dan gaya yang dihargai di seluruh dunia. Timnya memainkan permainan posisional cepat dan vertikal yang sangat sulit untuk dipertahankan.

Dengan pemain seperti Dries Mertens, Lorenzo Insigne, Marek Hamsik dan Jose Callejon, karya Sarri sangat mengesankan. Dengan pemain muda seperti Marko Rog, Amadou Diawara, Arkadiusz Milik dan Piotr Zielinski, Sarri benar-benar bisa membangun sesuatu yang istimewa di San Paolo jika dia bertahan lama.

Dengan investasi yang tepat di musim panas, Scudetto akan menjadi tujuan musim depan dan dengan perkembangan dan peningkatan yang telah kami lihat dalam penampilan Napoli musim ini, Napoli tampaknya klub tersebut kemungkinan besar akan mematahkan dominasi Juventus atas sepakbola Italia.


Penulis: Arya Luthfy (@luthfyfalsyah7). FM addict dan penikmat sepakbola lokal.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *