Kisah: Pasang Surut Si Kulit Bundar di Negeri Paman Sam

Apa yang terlintas dipikiran apabila kita membaca atau mendengar kata “MLS”? Ya, jawabannya pasti mengacu pada liga sepakbola Amerika Serikat yang sekarang mulai banyak digemari masyarakat setempat.

Para pecandu sepakbola pun mungkin banyak yang mempunyai pertanyaan yang sama seperti penulis, kira kira kapan sih sepakbola mulai dimainkan di negeri Paman Sam? Itu adalah pertanyaan yang sering mengganggu dibenak penulis, karena olahraga nomor satu di dunia ini memiliki banyak pengklaim akan siapa penemunya. Diperkirakan, sepakbola masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1586 dimana Ratu Elizabeth I yang menjabat sebagai ratu Inggris memutuskan untuk mengirim HMS Sunshine dalam pencariannya menuju dunia baru dalam misi “Northwest Passage”.

Sekedar menjelaskan bahwa  Northwest Passage adalah rute laut yang menghubungkan Atlantik utara dengan laut Pasifik dan melewati laut Arktik. Ketika kapal tersebut berlabuh di Gilbert Sound, Greenland,  para awak kapal dari HMS Sunshine lah yang memperkenalkan sepakbola kepada penduduk asli Greenland, yaitu orang Eskimo. Ini adalah pertama kali terjadinya pertandingan sepakbola di belahan Atlantik, dengan catatan sepakbola yang saat itu dimainkan tentu berbeda secara aturan dari yang sekarang kita kenal.

Salah satu sosok yang memperkenalkan sepakbola disana adalah Gerrit Smith Miller, yang merupakan kapten pertama dari sebuah tim sepakbola di Amerika Serikat. Gerrit menginisiasikan suatu organisasi yang bernama Oneida Football Club, suatu klub sepakbola pertama di Amerika Serikat. Meskipun begitu, faktanya masih menjadi misteri apakah sepakbola atau rugby beliau mainkan saat itu.

Sketsa pertama kali sepakbola diperkenalkan di negeri Paman Sam

Namun jika kita tarik pada kesimpulan bahwa FA (federasi sepakbola Inggris) sendiri belum terbentuk pada tahun 1862. Terlepas dari itu ada suatu fakta menarik bahwa Charles Goodyear, yang kita kenal sebagai penemu dari ban merk Goodyear pernah memproduksi bola sepak pada tahun 1863 yang terbuat dari bahan karet padat. Di sisi lain saya ingin sekedar mengingatkan bahwa kata “Soccer” merupakan abreviasi dari kata Association. Kita pun tidak pernah menyangka bahwa timnas Kanada dulunya juga merupakan pionir dari olahraga kaki ini.

Dunia sepakbola sempat terhenti ketika pecahnya perang dunia pertama, namun tidak dengan timnas Amerika Serikat. The Yanks melakukan serangkaian pertandingan menghadapi Norwegia dan juga Swedia pada tahun 1916. Setelah perang dunia I usai, imigran berbondong-bondong mendatangi Amerika Serikat maupun Kanada. Dari sanalah kemudian melahirkan banyak  masyarakat baru yang majemuk dengan kultur yang berbeda sekaligus juga mengibarkan sepakbola lebih besar.

Pada tahun 1920 digelar suatu kejuaraan lokal yang bernama United States Eastern Conference  dan dilangsungkan di New Bedford, Massachussetts. Ajang itu menggelar pertandingan sepakbola antara River Bay State menghadapi Bethlehem. Kemudian untuk kali pertama pada tahun 1921 Amerika Serikat membuat liga mereka sendiri, yakni ASL (American Soccer league).

Mayoritas Baseball dan Football (American football) dapat memberikan kontribusi bagi masing masing daerahnya, namun berbeda dengan keadaan sepakbola pasca Great Depression. Saat itu sepakbola dianggap memiliki identitas dan kultur yang kurang diterima masyarakat baru. Berbeda dengan baseball, basketball dan football yang mampu diterima, sinar sepakbola perlahan lahan mulai hilang.

Skuat timnas Amerika Serikakt di ajang Piala Dunia 1994

Tahun 1930 merupakan tahun dimana sepakbola mulai kembali berkilau, khususnya saat helatan Piala Dunia pertama kali digelar. Berbeda dengan Inggris, Amerika Serikat justru turut berpartisipasi pada ajang Piala Dunia edisi pertama. Uniknya, pada perhelatan itu hampir seluruh pemain mereka berasal dari cabang olahraga yang berbeda. Performa anak asuh Robert Millar sendiri tidak buruk, mereka berada di peringkat keempat pada Piala Dunia kala itu.

Di tahun selanjutnya yaitu pada tahun 1931 pesepakbolaan Amerika Serikat justru kembali mundur. ASL terpaksa harus dibubarkan karena terjadi konflik didalam tubuh organisasinya. Sebelum di era modern ini, kemunduran sepakbola mereka pada dasarnya telah hancur dalam empat dekade yang lalu. Hal itu didasari ketika beberapa grup dari pengusaha mencoba peruntungan dengan menghadirkan kembali sepakbola dalam tubuh masyarakat setempat. Sebuah liga bernama National Professional Soccer League atau NPSL dibentuk, namun hal tersebut sia sia karena nyatanya tidak diminati oleh masyarakatnya di tahun 1967. Akhirnya NPSL bubar setelah satu musim berkompetisi.

Pada tahun 1975, NASL atau North American Soccer League pada awalnya merupakan sebuah liga semi pro, resmi dibentuk dengan sokongan dana segar. Legenda timnas Brazil, Pele menjadi pemain termahal saat itu yang sukses diboyong New York Cosmos. Meskipun begitu, sorotan sepakbola di Amerika Serikat masih belum memberikan titik terang bagi pecinta sepakbola di negeri Paman Sam. Namun lagi-lagi pada akhirnya di tahun 1984 NASL dibubarkan.

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1994 Amerika Serikat untuk kali pertama menjadi tuan rumah Piala Dunia. Turnamen ini memecahkan rekor penonton, yakni sekitar 69.000 penonton per satu pertandingan! Rekor ini masih bertahan hingga sekarang. Pasca Piala Dunia 1994, kompetisi sepakbola Amerika Serikat berbenah dengan membentuk Major League Soccer atau MLS. Seiring berjalannya waktu, mereka mampu menjaring banyak peminat, namun dibalik itu bukan berarti mereka tidak memiliki pengorbanan. MLS merelakan 250 juta dollar yang hilang dan juga dua tim yang terpaksa bubar dalam kurun waktu 20 tahun.

Maestro sepakbola Inggris, David Beckham saat membela LA Galaxy

Namun jika kita bicara sekarang, kesuksesan cukup pasti untuk diraih mengingat bahwa Amerika Serikat memang jagonya mengemas olahraga menjadi tontonan atau hiburan yang menarik. Pemain-pemain berlabel Internasional mulai berdatangan seperti David Beckham, Robbie Keane, Ashley Cole, Antonio Nocerino, Bastian Schweinsteiger dll yang menghabiskan waktu diujung karirnya merumput bersama tim MLS. Saat ini sendiri terdapat sekitar 3 juta anak bermain di akademi sepakbola Amerika Serikat dengan jenjang usia 12 hingga 17 tahun yang lebih menggemari sepakbola ketimbang baseball (MLB).

Singkat kata, kini sepakbola mulai berkembang pesat di negeri Paman Sam. Untuk dibawah level MLS, terdapat juga NASL dan USL (United Soccer League). Keduanya telah berkembang cukup pesat untuk memenuhi permintaan konsumen akan klub yang lebih kompetitif. Klub USL memiliki valuasi antar USD 3 juta hingga USD 20 juta. Jelas apabila kita berkaca pada kisaran lima atau enam tahun yang lalu, hal ini terlihat tidak mungkin terjadi.

Ada beberapa fakta mengapa sepakbola di Amerika semakin pesat, salah satunya adalah pendapatan iklan dari FOX Sport ketika menyiarkan turnamen Piala Dunia Wanita 2015 lalu yang mencapai USD 40 juta dollar. Angka ini mengalahkan pendapatan Final Stanley Cup, World Series dan NBA final. Terakhir, kembali ke data bahwa perkembangan sepakbola sangat pesat di Michigan. Meskipun saat ini Michigan tidak memiliki tim yang bermain di MLS, mereka tercatat memiliki 92.022 anak yang menggemari sepakbol. Sedangkan Kansas yang memiliki Sporting Kansas City dan memiliki salah satu fasilitas terbaik di Amerika Serikat, memiliki 25.258 orang pemain muda.

Jadi, dapat diperkirakan bagaimana sepakbola Amerika Serikat sepuluh tahun mendatang?


Penulis: Pradana Arya Mahendra (@aryacookwater). Penulis serabutan yg menggemari sejarah, kopi dan musik.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *