Italo Alaimo, Kisah Tragis Sang Bek Fenomenal Novara

Italia merupakan salah satu negara yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan dunia olahraga. Salah satu negara eropa yang memiliki kultur dan semangat yang berbeda dalam dunia sepakbola sehingga melahirkan bintang, strategi serta ciri khas yang baru. Tak pelik, perkembangan sepakbola tidak akan lengkap tanpa menyebutkan apapun yang berasal dari Italia. Negeri spaghetti tumbuh menjadi negara kuat dalam bidang olahraga, terutama sepakbola sejak era 30-an.

Klub sepakbola Italia pun memiliki  prestasi, pasang surut, timbul dan tenggelam. Para pemain muda lahir, menghasilkan tenaga-tenaga berbakat dan mahir dalam mengolah bola. Seketika Italia memiliki banyak legenda serta regenerasi yang tidak akan ada habisnya, karena sepakbola sejatinya sudah seperti darah dalam tubuh orang Italia. Kehadiran klub tidak akan lengkap tanpa adanya liga. Pentas liga atau kompetisi pun dibuat, maka bermunculah Serie A dan Serie B, dua liga terbaik dalam negara pencipta Pizza ini.

Serie A memang dibangun sebagai kasta tertinggi dari sepakbola Italia, maka tidak heran apabila melahirkan banyak kejutan seperti pemain pemain dengan status bintang atau bursa transfer yang begitu fenomenal. Sedangkan Serie B, lebih banyak menampilkan permainan klasik tradisional ala Italia. Namun, Serie B juga patut diperhitungkan karena banyak melahirkan pemain-pemain muda yang berkelas dan bertalenta. Kita bisa mengingat nama nama seperti Marco Veratti, Lorenzo Insigne atau Ciro Immobile yang terlahir piawai mengangkat nama Pescara beberapa musim lalu.

Hal lain  kompetisi ini menawarkan banyak pertandingan seru dan berbagai macam cult hero. Nama Alessandro Lucarelli yang begitu loyal bersama Parma, Emanuele Calaio yang betah bolak balik klub klub medioker Serie A dan Serie B menjadi contoh nyata. Sebagai liga, Serie B patut diperhitungkan meski bagi banyak pandangan mengatakan bahwa liga ini tidak menjual. Berbicara mengenai Serie B, liga ini menyimpan banyak cerita menarik, seru dan juga sedih. Salah satunya adalah mengenai kisah salah seorang pemain asli Italia yang bernama Italo Alaimo.

Alaimo saat membela Reggina Calcio

Italo Alaimo lahir di Roma pada 9 Agustus tahun 1938 silam. Sejak kecil ia sudah memiliki talenta yang cukup mahir dalam mengolah bola. Bermain pada klub muda Reggina, kemudian ia banyak merapat ke klub-klub lokal seperti Chieti Calcio yang bermain di liga Serie C. Kala itu nama Alaimo cukup populer dikalangan tifosi Chieti karena kontribusinya bagi tim dengan mencetak 9 gol dalam setengah musim. Alaimo yang fenomenal ini namanya cukup meroket, pasalnya ia aktif mencetak gol meski berposisi sebagai pemain sayap.

Tak hanya rajin mencetak gol, Alaimo tercatat sering membuat assist bagi rekan setimnya selama bermain bagi Chieti. Hal tersebut mengundang minat besar Reggina untuk meminangnya kembali. Tepat pada pertengahan tahun 1963, klub asal Calabria yakni Reggina berhasil memastikan bahwa Italo Alaimo berada di skuad Amaranto. Namun, baru pada musim 1964-1965 Alaimo melakoni debutnya bersama Reggina di Serie B. Selama 4 tahun karirnya bersama Reggina, Alaimo mencetak 115 caps dengan 12 gol. Catatan tersebut membuat namanya disukai oleh publik Calabria, sekaligus menjadi pemain bintang Serie B di era 60-an.

Tidaklah mengherankan banyak tawaran yang cukup menggiurkan bagi bintang muda yang saat itu merumput di Reggina, salah satunya berasal dari Novara Calcio. Klub berjuluk Biancoazzurri  itu langsung bergerak cepat dengan memberikan nilai kontrak sejumlah 35 juta Lira (mata uang Italia saat itu) untuk mendatangkan Italo Alaimo dari Reggina di tahun 1967. Pria kelahiran Roma ini langsung menerima pinangan dari Novara, klub yang besar oleh nama Silvio Piola dan jerseynya yang berwarna biru langit.

Publik Piedmontese memiliki ekspektasi yang tinggi. Harapan yang begitu besar dimiliki mereka akan hadirnya Italo Alaimo yang akan menambah ketajaman skuad Novara dan mungkin akan mempercepat proses promosi mereka ke Serie A. Pada 17 Juli 1967, 20 hari sebelum ulangtahunnya yang ke-29 Alaimo datang ke Novara.

Ia datang menyapa fans di klub barunya yang begitu gegap gempita. Setelah menggelar serangkaian acara perkenalan dirinya ke publik, Italo Alaimo segera bergegas ke Ospedale Maggiore. Tempat itu merupakan laboratorium dimana pemain baru Novara harus menjalani sedemikian rupa tes medis guna memastikan bahwa ia baik baik saja dan dalam kondisi fit.

Penampakan Ospedale Maggiore piemonte tempat kejadian perkara tewasnya Alaimo.

Cerita tragis pun dimulai dari sini. Alaimo menjalani tes dengan menaiki sepeda statis untuk merekam kecepatan detak jantung. Saat kontak dengan sepeda statis tersebut, dokter sebenarnya tidak mendapatkan adanya kesalahan. Namun, ketika Alaimo turun dari sepeda statisnya tersebut ia menyeka keringat di dahinya dan seketika alat tersebut menjadi alat mematikan.  

Arus listrik yang begitu tinggi menyengat seluruh tubuhnya dan Alaimo berteriak dalam keadaan kejang-kejang. Terdengar jeritan dari laboratorium dan sontak dokter dan staff staff terkait menghampirinya. Meskipun tim dokter sudah melakukan tindakan resusitasi -pertolongan pertama guna memicu detak jantung-, nyawa Alaimo tidak terselamatkan dan ia pun tewas di tempat.

Pihak keluarga yang cemas dan marah pun tak terima dengan situasi tersebut dan menuduh tim dokter lalai dalam mengawasai Alaimo. Diwakilkan oleh pihak pengacara, keluarga Alaimo kemudian menuntut tim dokter ke pengadilan atas apa yang dialami Alaimo. Namun, di penghujung sidang, hakim memutuskan untuk membebaskan tim dokter beserta staffnya lantaran kematian Alaimo murni terjadi karena sengatan listrik

Cerita tragis tentang Italo Alaimo ini mungkin hanya dikenang oleh publik Novara ataupun Reggina. Pesepakbola yang terbunuh oleh pemeriksaan medis yang setiap tahun dilakukan ribuan atlet, hanya menyisakan kenangan belaka. Nama Italo Alaimo bagi penggemar sepakbola di era sekarang ini merupakan siulan kecil yang terdengar, kemudian dilupakan.


Penulis: Pradana Arya Mahendra (@aryacookwater). Penulis serabutan yg menggemari sejarah, kopi dan musik.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *