Han Kwang-Song, Juventus dan Peliknya Proses Transfer

Anda tidak akan menyangka bahwa ada seorang pemuda Korea Utara berkelana ke negeri Pizza untuk bermain sepakbola dan mencetak gol. Tapi memang anda tidak salah dengar, ada seorang pemuda ‘nanggung’ mencetak debut bagi klub kompetisi papan atas Serie A Italia, Cagliari kala bersua Palermo. Pada saat itu pula seorang pemain muda yang sama bernama Han Kwang-Song mencetak gol di penampilan keduanya menjaringkan gol ke gawang Torino yang dijaga oleh kiper kawakan andalan Timnas Inggris: Joe Hart.

Han adalah seorang pemuda kelahiran 21 Juli 1998 di kota Pyongyang, yang merupakan Ibukota dari negara yang dipimpin oleh diktator terkenal Kim Jong-Un. Masa kecil Han dihabiskan di Akademi Chobyong Sports Club sebelum ditemukan oleh salah satu agen pemain dari klub Cagliari Bernama Stefano Capozucca. Stefano terpincut oleh gaya main Han yang memiliki kecepatan, determinasi tinggi dan mampu mencetak gol ke gawang lawan.

Sosok Han merupakan pribadi yang bersahaja, Stefano bercerita Han merupakan pribadi yang sederhana dan selalu ingin belajar. Pada saat itu Stefano menceritakan pengalaman saat berhasil merekrut Han “Kami kemudian berhasil mendapatkan Han. Ia tiba di sini (Cagliari) memakai sandal jepit, lalu aku membelikannya (alas kaki yang formal) beserta sepasang celana jins.”.

Perkembangan karir Han cukup pesat. “Awalnya ia bermain di tim U-19 Cagliari lalu manajer Max Canzi mengatakan kalau Han pemain yang cerdas juga gesit. Ia bisa naik kelas ke tim senior. Lalu kami mencobanya di tim utama, dan ia menjalin pertemanan karib dengan beberapa pemain, salah satunya Marco Borriello.” Ujar Stefano. Dia juga mengidolakan Paulo Dybala yang saat ini menjadi seorang bintang lapangan di Juventus dan bukan tidak mungkin pula Han bercita – cita bermain di sana akan terwujud.

Apa yang Juventus lakukan bila ingin merekrut Han Kwang-Song?
Presiden klub Juventus, Andrea Agnelli

Tentulah berbeda bila kita berbicara proses transfer yang harus dilakukan Juventus bila ingin mendapatkan jasa Kwang-Song. Ada banyak proses rumit dan berbelit bila kita menilik dari domisili atau asal muasal dari Han itu sendiri.  Salah satunya adalah faktor geopolitik yang mungkin menyebabkan sulitnya Han untuk pindah.

Faktor itu menjadi halangan karena Korea Utara sedang diembargo oleh banyak negara di dunia karena hubungan tersebut dengan banyak negara khususnya negara barat sedang memanas dan sulitnya perizinan bagi penduduk Korea Utara untuk mendapat akses ke dunia luar. Tidak mungkin cara yang dilakukan oleh Juventus nantinya bila ingin mendapatkan Han harus melakukan lobi tingkat tinggi di pemerintahan Italia melalui seorang senator bernama Antonio Razzi, yang memiliki koneksi ke pemerintahan Korut untuk menjamin tempat Han adalah di Allianz Stadium.

Apa yang harus disiapkan Juventus untuk mendapatkan Han Kwang-Song?

Pertama adalah menyatakan ketertarikan pada sang pemain. Seperti dalam permainan Football Manager, Juventus harus menyatakan ketertarikan pada pemain dan selanjutnya sang agen pemain, yakni Stefano akan menyampaikan hal tersebut pada sang pemain. Bila sang pemain tertarik, maka agen akan berbicara pada klub yang dibela oleh Han sekarang yakni Cagliari untuk memulai negosiasi harga dengan Juventus, oops.. namun tidak semudah itu!

Ketentuan yang tertera adalah, setiap warga negara Korea Utara yang memiliki penghasilan melebihi ketentuan di negaranya harus menyetorkan 90% minimal dari penghasilan yang ia dapatkan pada negara. Pada posisi saat ini ketika market value seorang Han bernilai 1,5 juta Pounds dan akan ditebus oleh Juventus seharga misalkan 10 juta Pounds, negosiasi alot bakal terjadi antara Cagliari. Pasalnya, pemerintah Korea Utara akan kecipratan 90% uang yang diterima oleh Han secara personal, termasuk gaji Han di Juventus 90% nya akan masuk ke kas negara Korea Utara. Namun semua pula bergantung klausul apa yang akan ditawaran pada Han dan agennya untuk ‘mengakali’ nominal yang disepakati oleh antar pihak klub dan tentu juga…pemerintah Korea Utara.

Rumitnya proses transfer yang membawa pemerintahan Korea Utara

Selanjutnya adalah utusan dari Juventus harus mengakses parlemen melalui senator Andra Razzi. Pasalnya, Razzi memiliki kedekatan hubungan dengan pemerintah Korea Utara, dengan kata lain untuk mempermudah mendapatkan perizinan dari pihak Pemerintah Korea Utara karena kemungkinan proses yang berbelit dan pengurusan izin kerja Han bila ia bermain di Champions League.

Namun dengan kasus Han sekarang, rasanya lebih mudah bila ia pindah ke Juventus daripada ke kesebelasan Premier League. Hal itu lantaran Inggris masuk ke dalam negara Pakta Atlantik Utara (NATO) dan berafilasi dengan Amerika Serikat yang merupakan musuh besar dari negara Korea Utara. Untuk hal ini Han memiliki keuntungan sendiri bila ‘hanya’ pindah ke Juventus daripada ia pindah ke Arsenal (berkaca pula pada kasus Ryo Miyaichi yang akhirnya dipinjamkan karena tidak mendapat izin kerja dan akhirnya dilego Arsenal ke St. Pauli).

Bila proses tersebut rampung maka Han dan agennya dapat mengurus transfer seperti biasa (ITC dan lain – lain). Apabila semuanya selesai maka resmilah Han menjadi milik pangkuan Sang Nyonya Tua.

Keuntungan Juventus bila mendapatkan Han Kwang-Song

Mungkin tidaklah terlalu berdampak banyak bila Han Kwang-Song ke Juventus untuk penjualan kostum mereka ke negara asal Han karena negara tersebut merupakan negara tertutup dan masyarakatnya memiliki sumber daya yang rendah. Tetapi, banyak hal lain yang bisa didapatkan Juventus bila mendapatkan Han, seperti:

Branding Juventus di kawasan Asia akan menanjak naik karena berbondong – bondong penasaran ingin melihat siapa itu Han Kwang-Song karena belum pernah ada seorangpun pemain dari Korea Utara bermain di sebuah klub besar dan menjadi andalan di klub tersebut. Tidak mungkin pula penjualan kaus Han akan mendapat kontribusi lebih pada pendapatan klub walau tidak terjual banyak di negara asal Kwang-Song.

Penampilan Han saat membela Cagliari

Popularitas sepakbola Korea Utara akan menanjak setelah 50 tahun di era media modern dan bukan tidak mungkin publisitas serta penasaran warga dunia akan olahraga di Korea Utara akan membantu branding olahraga Korea Utara selain kehadiran tim Korut pada Olimpiade Pyeongchang 2018.

Brand barat, sponsor yang menaungi klub itu sendiri akan mendapat tempat di hati masyarakat Korut atau bahkan pemerintah Korut. Pasalnya, tidak mungkin mendapat special previlleges untuk pasar Korea Utara yang dikenal tertutup dan strict pada pemakaian produk luar negeri.

Jadi, bagaimana Juventus? Angkut?

Seperti apa yang dikatakan para pendukung klub lokal di Instagram: Angkut, atau jangan? Han bukanlah pemain Asia Pertama yang merumput di Juventus. Masih ada Ilyos Zeytulayev asli Uzbekistan yang bermain pada medio 2001-05 dan Emil Audero yang merupakan asli Produk akademi namun memiliki darah keturunan Indonesia.

Tapi yang jelas semuanya terserah Juventus yang akan mengangkut seorang bocah Korea Utara yang lugu tersebut ke Turin. Ada baik dan buruk yang akan dihadapi oleh Juventus bila akan merekrut seorang Han menjadi seseorang yang berkontribusi untuk klub dan memiliki keahlian bermain di posisi yang diinginkan klub, jelas klub harus menghadapi konsekuensinya. Atau dengan kata lain, sanggupkah Juventus memenuhi proses tersebut?


Penulis: Muhammad Haikal, IT Guy who loves football, popular culture and everything in particular. Twitter: @halohaikal

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *