Gregory, Westwood dan British Invasion yang Sukses di Tanah Hindustan

Sepakbola India akhir-akhir ini memang mulai dilirik oleh beberapa pihak luar untuk mencoba peruntungannya. Baik menjadi pemain ataupun sekedar menjadi pelatih bahkan hanya untuk ikut berkontribusi di belakang layar. Kesuksesan federasi mereka untuk menggelar Indian Super League tahun 2014 lalu menjadi tolok ukur bagaimana negara yang familiar dengan olahraga Kriket dan Kabaddi itu bisa menarik animo masyarakat India yang dahulu kurang minati olahraga tersebut.

Jika menilik ke belakang, padahal negara yang terkenal dengan Taj Mahal tersebut pernah melahirkan pesepakbola unggulan seperti Mohammed Salim hingga terakhir ada Baichung Bhutia. Namun tentunya kesempatan tersebut menarik perhatian para penggiat sepakbola di luar India untuk mengadu nasib sekaligus menularkan kulturnya ke tanah Hindustan, termasuk pula dari Britania Raya yang rupanya cukup tertarik untuk berkontribusi disana.

Mulai dari pemain seperti Nicky Shorey, Wes Brown, dan Michael Chopra hingga pelatih seperti David James, Steve Coppell hingga Peter Reid ikut hadir mewarnai sepakbola India dengan berkontribusi di Indian Super League sekaligus memulai British Invasion di tanah Hindustan.

David James yang ikut berkontribusi menjadi pelatih di klub India.

Jika menilik di masa sekarang, sosok asal Britania Raya, khususnya Inggris yang mampu menuai hasil di tanah India adalah Ashley Westwood dan John Gregory. Keduanya merupakan pelatih asal Inggris yang rela jauh-jauh pergi meninggalkan kampung halamannya untuk mengais rezeki di negara bekas jajahan mereka. Namun perjudian keduanya disana terbilang sukses dengan berhasil sabet gelar di berbagai kompetisi yang mereka ikuti bersama klub yang mereka tangani latih.

Diawali dengan Ashley Westwood yang kala itu berusia 37 tahun yang memutuskan hijrah ke India pada tahun 2013. Ia kemudian mengemban tugas sebagai pelatih klub I-League yang baru dibentuk, yakni Bengaluru FC. Saat itu, klub yang berbasis di kota Bangalore tersebut baru dibentuk dan langsung mendapat slot bermain di liganya sebagai bagian dari ekspansi liga. Kemudian mantan asisten Michael Appleton tersebut berhasil mencetak rekor sebagai pelatih pertama yang berhasil raih gelar juara pada debut Bengaluru FC di I-League pada musim 2013-14.

Setelah itu, romantisme yang hinggap antara Westwoood dan Bengaluru FC mencapai puncaknya ketika berhasil menjuarai Federation Cup 2014-15 dan I-League musim 2015-16. Saat itu Sunil Chhetri dkk berhasil raih gelar liga kedua untuk klub baru tersebut, sekaligus gelar kedua untuk karir Ashley Westwood di tanah Hindustan.

Ashley Westwood yang hadir mengantarkan Bengaluru FC Juara I-League.

Kemudian pada pertengahan tahun 2016 dirinya memutuskan untuk berhenti jadi pelatih Bengaluru FC meskipun saat itu mereka sedang berjuang di AFC Cup 2016. Kemudian posisinya digantikan oleh mantan asisten pelatih Barcelona asal Spanyol, Albert Roca.

Beda Westwood, beda pula dengan sang Ekspatriot, John Gregory.  Ia yang memiliki profil cukup baik ketika melatih Aston Villa di era 2000-an awal, juga ikut hijrah ke India pada tahun 2017 ketika usai menangani tim Crawley Town dua tahun lalu. Klub Indian Super League dari selatan India, Chennaiyin FC menjadi pelabuhan pelatih berusia 63 tahun tersebut untuk melanjutkan karirnya di tanah Hindustan.

John Gregory datang ke Chennaiyin sebagai pelatih baru menggantikan mantan pemain Inter Milan dan timnas Italia, Marco Materazzi yang sukses membawa klub yang didanai oleh anak dari Amitabh Bhachchan sekaligus aktor India, Abhishek Bhachchan tersebut juara ISL untuk pertama kalinya pada musim 2015. Dengan komposisi skuat yang cukup baik, tentunya pihak klub optimis bisa memberikan gelar kembali melalui tangan dingin Gregory. Ditambah dengan hadirnya penyerang andalan tim nasional India, Jeje Lalpekhlua membuat lini serang klub yang berjuluk Marina Machans tersebut makin garang.

Name a better duo! We 'double' dare you 😁 . #PoduMachiGoalu #MarubadiyumThookitom

Sebuah kiriman dibagikan oleh Chennaiyin FC (@chennaiyinfc) pada

Usaha John Gregory melatih klub India untuk pertama kalinya akhirnya membuahkan hasil. Pada Indian Super League edisi 2017-18, dirinya berhasil mempersembahkan gelar pertamanya untuk Chennaiyin FC setelah di laga final mengalahkan klub debutan dari I-League, Bengaluru FC dengan skor tipis 3-2 pada 17 Maret 2018 lalu. Pencapaian itu tentunya menjadi raihan gelar pertamanya di tanah India sekaligus menjadi pelatih Inggris pertama yang menjuarai kompetisi tersebut. Dua hari setelahnya, ia mendapat perpanjangan kontrak selama semusim dari pihak klub yang berbasis di kota Chennai tersebut.

Selain Westwood dan Gregory, ada pula Trevor Morgan yang lebih dahulu mencicipi sepakbola India pada tahun 2010 dan cukup eksis ketika menangani beberapa klub seperti East Bengal, Dempo SC dan sempat menjadi pelatih interim untuk klub ISL, Kerala Blasters. Meski begitu, belum satu pun gelar diraih oleh mantan pemain AFC Bournemouth dan Bolton Wanderers tersebut. Sekarang, pelatih berusia 61 tahun itu fokus untuk menjadi pelatih tim nasional Bhutan.

Hasil yang dituai Ashley Westwood dan John Gregory membuktikan bahwa British Invasion dalam sepakbola India terbilang sukses seiring dengan makin bagusnya kualitas pesepakbola disana. Ditambah dengan banyaknya pemain eks Premier League dan Championship yang hadir di tanah Hindustan membuat prestise liga mereka di kancah internasional tentu saja makin diperhitungkan.


Penulis: Imam Santoso (@idsantos_94). Pengamat sepakbola kacangan yang suka ketiduran di babak kedua. Addicted to Indomie Goreng Rendang, Badminton, Music, and JSCVRND.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *