FC Ararat Yerevan: Sebuah Kejutan dari Balik Pegunungan Kaukasus

Union of Soviet Socialist Republics (USSR) atau yang biasa kita kenal dengan Uni Soviet, siapa yang tidak mengenali negara adidaya tersebut pada abad ke-20. Negara yang terkenal dengan ideologi komunisnya tersebut berkembang menjadi negara yang sangat kuat dalam segala bidang. Dalam bidang sepakbola sendiri Uni Soviet menjadi salah satu kekuatan di Eropa maupun dunia.

Tahun 1936 menjadi awal mula munculnya kekuatan sepakbola Uni Soviet. Saat itu sepakbola menjadi sesuatu yang sangat booming di Uni Soviet, sehingga sang presiden pada saat itu yakni Josef Stalin mengizinkan adanya liga sepak bola di negaranya. Pada kurun waktu  awal bergulirnya liga yakni 1936 sampai musim terakhir yakni 1990, juara Soviet Top League di dominasi oleh klub yang berasal dari kota yang sekarang menjadi ibukota Russia yakni Moskow. Total 33 gelar liga dikuasai oleh Spartak Moscow (12), Dynamo Moscow (11), CSKA Moscow (7), dan Torpedo Moscow (3).

Tercatat, hanya Dynamo Kiev yang mampu merusak dominasi klub–klub asal Moskow itu sendiri dengan berhasil mengoleksi 13 gelar Soviet Top League. Selain itu mereka menjadi peraih gelar liga terbanyak sampai pecahnya pesebakbolaan Uni Soviet pada tahun 1991.  Pada kurun musim 1936-1972 hanya ada tiga klub yang berasal dari luar Moskow yang berhasil menjadi jawara Soviet Top League yakni Dynamo Kiev (Ukraina), Zorya Voroshilovgrad (Ukraina), Dynamo Tbilisi (Georgia).

Pada musim 1973 terjadi kejutan dan lahirlah sang juara baru Soviet Top League. Bukan dari Russia maupun Ukraina, melainkan dari Armenia yakni FC Ararat Yerevan. Klub yang di bentuk 10 Mei 1935 ini merupakan klub tertua di Armenia. White Eagles (Julukan bagi Ararat Yerevan) melesat menjadi klub yang di segani setelah pada musim 1970 hingga 1972 berhasil mengejutkan Soviet Top League dengan finish di papan atas klasemen Soviet Top League. Bahkan pada tahun 1971 Ararat hampir bisa menjuarai Soviet Top League, namun mereka harus puas finish dibawah Dynamo Kiev.

Pemandangan di salah satu sudut kota Ararat

Seperti kata–kata Robert F. Kennedy, ”Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan“ dan akhirnya setelah tiga musim mengalami kegagalan untuk meraih gelar liga, pada musim 1973 akhirnya Ararat Yerevan berhasil menjadi klub asal Armenia pertama dan juga terakhir kalinya yang meraih gelar Soviet Top League. Tak hanya itu, gelar tersebut menjadi gelar liga satu-satunya bagi Ararat Yerevan karena pada musim selanjutnya mereka tidak bisa mengulangi prestasinya tersebut untuk menyamai prestasi dari Dynamo Tbilisi (Georgia) yang berasal dari Republik Sosialis Federasi Soviet Transkaukasia, salah satu daerah otonomi Soviet.

Prestasi menarik lainnya ditorehkan Ararat saat menjuarai liga dengan catatan sama sekali tidak mengalami kekalahan alias Unbeaten. Klub–klub sekelas Dynamo Moskow, Spartak Moskow bahkan Dynamo Kiev yang berada dibawah arahan pelatih legendaris mereka Valeriy Lobanovsky serta sang topskor sepanjang masa Uni Soviet sekaligus Legenda Dynamo Kiev, Oleg blokhin-pun tidak bisa menahan laju Ararat yang sangat superior di musim tersebut.

Pada musim yang sama, Ararat juga berhasil meraih Double Winners setelah meraih Soviet Cup dengan mengalahkan Dynamo Kiev yang merupakan salah satu rival Ararat pada musim tersebut. White Eagles memenangkan pertandingan secara dramatis setelah lebih dulu tertinggal. Dynamo Kiev sempat berada di atas angin sampai menit akhir laga. Namun pada menit ke-89 Levon Ischtovan membuat kedudukan menjadi imbang dan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Situasi berbalik dengan Ararat mendominasi permainan dan Dynamo Kiev yang sebelumnya mendominasi kini berada di bawah tekanan. Akhirnya pada menit ke-113 kembali Levon Ischtovan membuat Luzhniki Stadium bergemuruh dengan gol keduanya karena membuat Ararat membalikkan keadaan dan skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil ini membuat Ararat meraih Double Winners. Sehari setelah juaranya Ararat, para suporter mereka yang berjumlah sekitar 10.000 orang turun ke jalanan kota Yerevan untuk merayakan keberhasilan klub kesayangannya tersebut.

FC Ararat saat merebut gelar liga di tahun 1973

Namun pada musim selanjutnya prestasi Ararat menurun, mereka gagal mempertahankan Double Winners yang diraih di musim sebelumnya. Meski demikian, mereka sempat kembali meraih gelar Soviet Cup pada musim 1975 serta mencapai perempat final European Cup (Liga Champions) sebelum takluk di tangan Bayern Munchen dengan agregat 1-2 (0-2 di Munchen dan 1-0 di Yerevan).

Saat itu sendiri Ararat ditukangi oleh pelatih legendaris dan merupakan bapak sepakbola modern, yakni Viktor Maslov. Namun pada akhir musim Maslov-pun mengundurkan diri dari jabatan kepelatihan Ararat. Pasca pengunduran diri Viktor Maslov tersebut, performa Ararat sangat menurun dan hingga akhir dari pesebakbolaan Uni Soviet, mereka tidak bisa mengembalikkan kejayaannya seperti pada saat melakukan Double Winners pada musim 1973.

Ararat Yerevan menjadi salah satu artefak dalam keindahan pesepakbolaan Uni Soviet di balik pegunungan Kaukasus. Kita semua berharap bahwa FC Ararat Yereven bisa kembali membuat kejutan di dalam perkembangan sepakbola Eropa, seperti yang dilakukannya dulu pada saat meraih Double Winners pada musim 1973.


Penulis: Junior Cesaerea Mada Prasetya (@JrCesar11). Seorang penggemar sepakbola eropa timur yang sedang menjalani semester akhir perkuliahan.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *