Bengaluru FC, Raksasa India yang Moncer Ketika Memutuskan Hijrah

Dunia sepak bola India memang sedang memasuki fase transisi dan berusaha untuk meningkatkan prestasi mereka di kancah persepakbolaan di Asia agar daya tarik masyarakat mereka kepada olahraga ini menjadi lebih besar. Meskipun mendominasi di wilayah Asia Selatan, namun kualitas sepak bola India ternyata masih di bawah negara-negara yang berada di Asia bagian tengah, timur maupun barat, baik di level tim nasional maupun klub.

Namun di balik itu semua, ada sebuah klub asal India yang patut untuk diperhitungkan terkait konsistensi dan prestasi mereka dalam beberapa tahun terakhir. Klub itu adalah Bengaluru FC, klub asal Bangalore yang baru berusia empat tahun namun cukup sukses mendominasi sepak bola India dan mengikis hegemoni klub-klub lawas seperti Mohun Bagan, Dempo SC, dan East Bengal.

Bengaluru FC yang dibentuk pada tahun 2014 tersebut langsung menjelma menjadi klub berbahaya di India dengan langsung juarai Indian League (I-League) di musim debutnya pada musim 2014-15 dan saat ini sudah dua gelar I-League dan Federation Cup yang ditorehkan klub India Selatan tersebut. Selain itu, klub yang dikapteni pemain legenda sepak bola India, Sunil Chhetri itu cukup mampu bersaing di kompetisi antar klub Asia, AFC Cup dan meraih posisi runner-up pada musim 2016.

Sunil Chhetri, legenda hidup sepak bola India yang masih bermain di Bengaluru FC. Foto: hindustantimes.com

Merasa tertantang untuk bermain di Indian Super League, pada tahun 2017 Bengaluru FC lewat JSW Sports mengajukan aplikasi untuk bermain di kompetisi yang berformat waralaba tersebut dan kemudian mereka akhirnya berhasil hijrah dari I-League ke ISL bersama Jamshedpur FC yang merupakan klub bentukan perusahaan otomotif India, TATA Group. Saat itu, ISL memang akan menambah jumlah klub partisipan mereka dari delapan menjadi 10 klub yang bertanding.

Sebagai informasi, India Super League atau ISL adalah liga baru yang dibentuk oleh federasi sepak bola India yang menganut sistem waralaba klub seperti yang diterapkan di Major League Soccer di Amerika Serikat dan terpisah dengan kompetisi liga resmi mereka, I-League. Karena status mereka terpisah dari liga resmi, maka klub yang berhasil jadi juara ISL masih belum berhak berkompetisi di turnamen antar klub Asia yang bernaung dibawah AFC.

Selain berhasil hijrah ke ISL, musim ini Bengaluru FC juga berhak untuk bermain di AFC Cup 2018 dengan status juara Federation Cup 2017-18 meski harus melalui jalur kualifikasi. Di babak kualifikasi tersebut, klub yang berisi mantan penyerang Getafe, Miku dan mantan pemain Celta Vigo, Toni Dovale berhasil lolos ke fase grup AFC Cup 2018 setelah berhasil membantai wakil Maladewa, TC Sports dengan skor agregat 8-2 pada dua leg yang dipertandingkan pada tanggal 13 dan 20 Februari 2018 lalu.

Bengaluru FC ketika bermain lawan TC Sports pada kualifikasi AFC Cup 2018. Foto: foxsportsasia.com

Pada fase grup AFC Cup 2018, Bengaluru FC akan bergabung di grup E dan berhadapan dengan sesama wakil India lainnya, Aizawl FC yang notabene jawara I-League musim 2016-17. Selain itu, Sunil Chhetri dkk akan bertarung dengan wakil Maladewa, New Radiant dan Dhaka Abahani, wakil dari Bangladesh.

Melihat dari performa Bengaluru di musim debutnya di ISL, Sunil Chhetri dkk bermain luar biasa dan langsung merangsek ke pucuk klasemen Indian Super League untuk pertama kalinya. Bengaluru FC berada di pucuk klasemen ISL musim 2017/18 dengan mengalahkan klub-klub bertabur bintang seperti ATK dan Kerala Blasters, sekaligus lolos langsung ke babak play-off ISL untuk menentukan juara di akhir musim dengan mengumpulkan 40 poin dari 18 laga yang dijalani dengan torehan 13 kali menang, satu kali seri dan empat kali alami kekalahan. Hasil itu juga membuat skuat asuhan Albert Roca meraih persentase kemenangan tertinggi klub India dengan persentase 72,2 %.

Miku, mantan pemain Getafe yang bersinar di Bengaluru FC. Foto: mykhel.com

Performa impresif Bengaluru pada ISL musim ini tak lepas dari andil dua penyerang mereka, Miku dan Sunil Chhetri yang tercatat menjadi pencetak gol terbanyak kedua dan kelima dengan torehan 14 dan 10 gol dari 18 laga yang mereka jalani di liga berdasarkan statistik dari Soccerway. Selain itu performa legiun asing lainnya seperti Erik Paartalu dan Toni Dovale juga cukup impresif dan membantu klub tersebut lolos ke fase grup AFC Cup 2018. Albert Roca, sang pelatih Bengaluru FC yang pernah menjadi staff kepelatihan FC Barcelona di era Frank Rijkaard juga memiliki andil pada kejayaan klub tersebut pada musim ini.

Perjalanan Bengaluru FC di ISL selanjutnya adalah bermain di fase play-off ISL 2017-18 yang mempertemukan mereka dengan klub posisi empat, Pune City dalam dua leg yang dimulai pada Rabu (7/3) nanti. Selain itu, fase grup E AFC Cup musim 2018 juga akan dimulai pada 14 Maret nanti dengan bertemu wakil Bangladesh, Dhaka Abahani. Patut dinanti apakah keputusan hijrahnya Bengaluru FC ke ISL akan menuai hasil manis sebagai raksasa baru sepakbola India atau justru akan berakhir menjadi klub one season wonder saja?


Penulis: Imam Santoso (@idsantos_94). Pengamat sepak bola kacangan yang suka ketiduran di babak kedua. Addicted to Indomie Goreng Rendang, Badminton, and Music.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *