Abe Lenstra dan Pengaruhnya Terhadap SC Heerenveen

Membicarakan sepakbola Eropa tentu akan selalu menarik dan tidak akan ada habisnya, terutama apabila dilihat dari sisi sejarah. Sepakbola sudah tentu memiliki cerita unik, dan juga pemain pemain hebat dari masa lalu, yang namanya terukir di hati fans. Salah satu negara Eropa yang memiliki sejarah menarik adalah negeri “kincir angin” Belanda.

Seperti yang kita tahu, tim Oranje merupakan salah satu tim nasional sepakbola yang disegani hingga saat ini. Mereka selalu memiliki talenta talenta muda yang bagus, yang dapat diekspor ke belahan benua lain di muka bumi ini.  Banyak pula klub yang berasal dari negeri kincir angin ini, yang memiliki prestasi domestik sekaligus menghasilkan banyak bintang dikemudian hari. Katakanlah mereka memiliki Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven atau Feyenoord Rotterdam yang hampir setiap musim menggondol piala. Daripada itu kenyataannya Belanda selalu mempunyai sejarah panjang dalam sepakbola, baik itu klub maupun Timnas.

Membicarakan tentang sejarah bahwa pada setelah masa perang dunia kedua terdapat sosok anak muda yang berasal dari Heerenveen. Namanya sempat mengguncang dunia dengan berbagai tawaran dari klub klub elite Eropa demi mendapatkan tanda tangannya yang sangat berarti.

Dia adalah Abe Lenstra. Lahir di Heerenveen, Lenstra merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya, Jan Lenstra merupakan pemain sepakbola yang sempat bermain untuk VV Heerenveen. Abe Lenstra terlahir dengan bakat yang sempurna sebagai seorang atlit. Ia memiliki kecepatan, skill dan kemampuan yang bagus bahkan bukan hanya di dalam cabang sepakbola. Ia juga berkompetisi di olahraga lain seperti  lari marathon.  Namun, Lenstra memiliki ketertarikan lain dengan sepakbola, hal itu didasari pengaruh kakaknya, Jan Lenstra.

SC Heerenveen yang kita ketahui sebelumnya memiliki banyak perubahan nama seperti Athleta, Spartan hingga VV Heerenveen, sebelum mengubah namanya menjadi SC Heerenveen. Klub yang memiliki logo resmi produk susu bendera yang kita kenal sekarang ini, merupakan klub pertama Abe Lenstra. Abe muda melakoni debutnya bersama Heerenveen pada usia 15 tahun, saat itu Jan juga bermain di klub yang sama, namun sudah berstatus sebagai pemain senior.

Meski usia Lenstra yang saat itu masih belia, namun ia sudah mampu mencetak 19 gol bersama Heerenveen di musim 1936-1937. Pada usia 19 tahun, Lenstra membuat langkah besar dengan melakukan debut bersama timnas Belanda. Sepanjang karirnya memperkuat timnas, ia bermain bersama pemain pemain legenda lain seperti  Faas Wilkes dan Kees Rijvers, yang membuat mereka dikenang sebagai “The Golden Trio”. Tahun 1940 hingga 1959 ia menorehkan catatan 49 caps dan 33 gol bersama tim Oranje.

Winger produktif bernama Abe Lenstra ini juga membukukan gol 523 gol sepanjang karirnya. Berbagai tawaran sempat dilayangkan padanya seperti Fiorentina yang sempat “menggoda” dengan cek kosong. Namun usaha La Viola tidak menggoyahkan  hatinya dan memilih tetap bermain bersama Heerenveen hingga tahun 1955. Setelah  hampir 20 tahun mengenakan seragam susu bendera, ia pindah ke Sportclub Enschede.

Situasi buruk menimpa pada musim semi tahun 1977 kala Abe Lenstra terserang stroke yang kemudian membuatnya lumpuh. Tanggal 2 September 1985, adalah hari yang kelam bagi public Heerenveen. Winger legendaris mereka menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 64 tahun, setelah 8 tahun lamanya menghadapi kelumpuhan. Dua hari kemudian, pertandingan antara Belanda menghadapi Bulgaria pun dimainkan di Heerenveen.

Nama Abe Lenstra kemudian diabadikan sebagai nama markas bagi Heerenveen, menggantikan stadion lama mereka, JH Kruistraat pada tahun 1994 lengkap dengan patung Lenstra di depannya.


Penulis: Pradana Arya Mahendra (@aryacookwater). Penulis serabutan yg menggemari sejarah, kopi dan musik.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *