5 Fakta Eksotisme Kompetisi Bernama Eredivisie

Sepakbola selalu menarik untuk diperbincangkan, selalu menarik untuk diikuti, ditonton dan dinikmati bersama. Menikmati kemenangan maupun meratapi kekalahan, menjadi warna sepakbola. Emosi bercampur aduk selalu menjadi bumbu dalam pertandingan sepakbola, dan itu lazim bagi penggemar sepakbola.

Menanti dengan sabar bursa transfer, dan menyumpah serapah setiap international break yang dianggap tidak menarik dan mengganggu jalannya liga yang padahal sedang seru serunya. Berbicara tentang liga, kompetisi sepakbola Eropa memang memiliki banyak penggemar di belahan dunia manapun. Sebutlah Premier League, alias liga Inggris saat ini pesonanya tengah menggempita dimana mana. Lainnya adalah Serie A , yang meskipun turun pamor, namun tetap digemari saat ini.

Mayoritas penggemar sepakbola, menggilai tim favorit mereka apapun caranya walau meski terkadang bersentuhan dengan hukum. Liga liga besar tadi memang memiliki daya tarik sendiri. Banyak pemain pemain yang bagus diharuskan membela klub di liga elit demi memperkuat negara mereka masing masing. Salah satu liga besar yang juga banyak “melahirkan” pemain bagi tim nasioan, maupun terkenal hobi mengekspor pemain bagusnya itu ke liga liga besar lainnya adalah Eredivisie Belanda.

Bagi kebanyakan penikmat sepakbola, apabila terdengar kata “Eredivisie” atau “Liga Belanda”, mungkin yang terlintas dalam benak adalah Ajax Amsterdam, atau PSV Eindhoven, atau Feyenoord Rotterdam. Namun, siapa sangka, kalau Eredivisie juga memiliki beberapa aspek lainnya yang tidak kalah menarik dibanding liga liga eropa lainnya.

Sejak diperkenalkan kepada publik Belanda di tahun 1956, hingga sekarang, Eredivisie memiliki fakta fakta unik dan berikut ulasannya!

Ajax Amsterdam (Pemegang Gelar Eredivisie Terbanyak)

Yap, ini benar adanya! Siapa sih penggemar sepakbola yang tidak kenal dengan Ajax Amsterdam? Klub asal ibukota ini memiliki 33 gelar lokal dalam sepanjang sejarah mereka. Selain itu, mereka juga terkenal menghasilkan banyak pemain pemain berkualitas meski tak menyampingkan klub klub Eredivisie lainnya juga menghasilkan pemain muda bertalenta yang memang diproyeksikan untuk masa depan.

Dalam ranking pencapaian rekor, Ajax menempati urutan pertama, dengan 33 gelar. Kemudian, disusul oleh PSV Eindhoven dengan raihan 23 gelar dan Feyenoord dengan raihan 14 gelar liga.

Afonso Alves (Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Laga Eredivisie)

Afonso Alves, bisa dibilang merupakan salah satu pemain yang..ehm.. katakanlah, One Season Wonder. Alves memang sempat  “memiliki tempat” bagi publik Middlesbrough, namun ekspektasi dari the Boro memang berlebihan lantaran Premier League dianggap “terlalu besar” bagi Alves. Ia bahkan sempat digadang gadang untuk menjadi the next Viduka. Namun kenyataan berbeda dengan apa yang diharapkan, ia hanya mampu mencetak 10 gol dari 42 caps.

Tapi sebelumnya, Afonso Alves merupakan pencetak rekor sensasional. Laga SC Heerenveen yang membantai Heracles Almelo dengan skor 9-0 menjadi saksi. Tujuh gol dilesakkan Alves dalam laga tersebut sekaligus mencetak rekor atas namanya sendiri. Setelah ia pindah ke Middlesbrough, namanya tidak terdengar lagi dan akhirnya pada musim 2009/10 ia dilepas ke Al Sadd. Meskipun begitu, Alves masih tetap mencatat rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan di Eredivisie.

Con Dillen (Pencetak Gol Terbanyak dalam Sembilan Laga)

Fakta unik lainnya ditorehkan seorang penyerang bernama Con Dillen. Striker legendaris PSV Eindhoven ini mencatatkan gol sebanyak 20 gol dalam 9 pertandingan. Dimulai dari tanggal 27 Januari 1957 hingga 31 maret 1957. Di musim yang sama, yaitu musim 1956/1957, Dillen mencatatkan secara keseluruhan 43 gol.

FOX Sport (Memegang Hak Siar Eredivisie Selama 12 Tahun)

Tercatat dari musim 2013/14 yang lalu, Fox Sports resmi memegang hak siar Eredivisie hingga 12 tahun mendatang dengan  menghabiskan total dana satu juta Euro. Perusahaan asal Australia ini telah membeli 51 persen dari kepemilikan dalam marketing dan media Eredivisie (EMM).  Dengan  persetujuan dari KNVB dan TV partner, Endemol.

Rumah Judi (Eredivisie Disponsori Rumah Judi di Tahun 2002 hingga 2005)

Ini adalah fakta terakhir yang cukup mencengangkan. Pada musim 2002, Eredivisie disponsori oleh rumah judi Belanda, yang sebenarnya juga “mengubah” nama resmi dari Eredivisie yang menjadi Holland Casino Eredivisie. Namun hal tersebut ditentang oleh pemerintah Belanda dengan alasan illegal dan kurang etis untuk disematkan dalam suatu sponsor olahraga.

Tak sampai disitu, pada tahun 2006, Eredivisie kembali disponsori oleh rumah lotere, yang bernama Sponsorloterij. Namun kerjasama itu sendiri tidak berlangsung lama. Untuk kemudian pada musim 2017/18, Eredivisie mengikat kerjasama sponsorship dengan perusahaan telekomunikasi lokal, KPN. Kedua pihak menyepakati kerjasama hingga musim 2020/21 mendatang.


Penulis: Pradana Arya Mahendra (@aryacookwater). Penulis serabutan yg menggemari sejarah, kopi dan musik.

About Medio Club

Medianya para penikmat sepakbola. Satu passion, satu sepakbola, satu Medio Club!

View all posts by Medio Club →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *