Ulasan Liga IMC: Keberuntungan? (bagian pertama)

Published On 24/08/2017 | By John | The Talking Points

Pekan ke-2 Premier League (PL) telah berlalu dan kita bisa menyebutkan beberapa kejutan yang telah terjadi. Yang paling awal tentu Huddersfield Town menang 2 kali dalam menyambut musim pertama mereka semenjak 1971-72 serta memimpin klasemen bersama Manchester United.

Sebaliknya, start lambat dari juara musim lalu, Chelsea, memang menarik, namun itu membuat kita silap kepada apa yang terjadi di West Ham United yang saat ini berada di dasar klasemen. Apa yang berhasil dilakukan Huddersfield juga tidak bisa diikuti oleh Brighton & Hove Albion serta Newcastle United sebagai sesame klub promosi musim ini.

Memang terlalu cepat untuk bicara tentang konsistensi, maka kemudian keberuntungan bisa saja sedang dirasakan atau tidak dirasakan oleh klub-klub ini dan berdampak kepada satu hal. Fantasy Premier League (FPL).

Ya, permainan untuk membentuk satu klub imajiner dengan memanfaatkan pemain yang ada dalam dunia nyata telah menjadi bagian yang cukup penting bagi perkembangan Premier League yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke 25 mereka semenjak 1992-93. Dimainkan oleh 4 juta akun jika mengacu kepada data yang diberikan FPL, Medio Club tidak mau ketinggalan untuk ikut hadir dengan menjadi penyelenggara liga musim ini dalam tajuk Liga IMC.

Dengan peserta sebanyak 50 tim, terjadi perkembangan menarik hingga pekan kedua ini dimana telah berkurang hingga menjadi 45 dikarenakan seleksi alam alias ketidakpatuhan kepada aturan main dari Medio Club. Betul, bukan Medio kalau kita tidak memberikan sebuah tantangan kepada peserta liga dengan tidak memperbolehkan adanya pemain dari klub yang menghuni posisi 1-4 di akhir musim lalu dalam tim mereka.

Ketiadaan Chelsea, Tottenham Hotspurs, Manchester City dan Liverpool menjadikan pemain dari Arsenal dan Manchester United menjadi kunci di awal musim ini. Hasilnya? Tidak sejalan dengan ekspetasi dengan Arsenal kalah di tangan Stoke 0-1 setelah melewati pertandingan yang cukup seru melawan Leicester City yang berakhir dengan skor 4-3.

Ketertarikan saya tertuju kepada Everton kemudian menjadi kejutan. Terlepas bahwa tim asuhan Ronald Koeman menghadapi jadwal yang kurang bersahabat di liga serta kewajiban Europa League, pemain depan mereka dapat menghasilkan poin khususnya pekan kedua kemarin yang menjadi pertunjukan tersendiri dari Wayne Rooney.

Melawan Manchester City, Rooney dengan satu golnya berhasil mencapai catatan 200 gol di liga dan menghasilkan 8 poin bagi para pemain. Perjudian untuk memasang pemain depan The Toffees menjadi kunci bagi pemuncak klasemen Liga IMC saat ini yaitu Birdhead FC.

Tim yang dipimpin Wira Satyawan ini juga menjadi yang stabil menghasilkan poin di atas 70 dalam dua pekan awal dibandingkan lawan terdekatnya.

 

Selain kunci berada di Rooney, keputusan tepat lain yang dia ambil adalah memasang Aaron Mooy (Huddersfield) selain tentu meletakkan ban kapten kepada Romelu Lukaku yang menjadi trademark awal di musim 2017-18 ini. Terlepas bahwa keberadaan pemain Arsenal tidak banyak membantu, dia berhasil memproduksi poin tertinggi di pekan ke-2 Liga IMC serta mengambil alih puncak klasemen dari Fatwa Tresna Radityan yang membawa Impossible Nothing.

Fatwa sepertinya terlalu jumawa dengan memberikan gelar kapten kepada Jamie Vardy yang gagal mengulangi penampilan bertenaganya melawan Brighton. Selain itu, keberadaan Ryan Bertrand serta bek Southampton lain banyak tidak membantu klub-klub Liga IMC setelah penampilan yang bisa dikatakan mengecewakan melawan West Ham dengan membiarkan gawang mereka dijebol 2 kali.

Beralih ke papan bawah klasemen, perhatian tersorot kepada Kaga Danta FC yang diusung Gatra Destranta. Berada di dasar klasemen pada pekan pertama tidak menjadikan ia kehilangan kepercayaan kepada Chicharito (West Ham) yang hanya menyumbang 2 poin.

Itu terbayarkan dengan 13 poin yang menjadi bagian dari 63 poin perolehan Kaga Danta di pekan selanjutnya.

Bagaimana dengan Medio FC sebagai tim administrator liga? Kami cukup nyaman berada di papan atas dengan mengandalkan Mathias Jorgensen dan Elias Kachunga dari The Terriers bersama Manolo Gabbiadini (Southampton).

Sayangnya pekan ke-3 nanti kedua tim akan bertemu sehingga bayangan awal yang muncul dalam pikiran adalah menggunakan pemain Watford serta membawa masuk Chicharito. Bagaimana dengan pemain West Brom atau Stoke? Pandangan awal yang dapat saya tawarkan adalah pertandingan ini cukup berimbang, sama seperti Crystal Palace melawan Swansea, sehingga pemain dari 4 tim ini diprediksi hanya memberikan poin sedikit.


About me: Willibrordus Bintang (@Obinhartono1) berbasis di Yogya dan menjadi penikmat Football League serta Conference selagi menyambi kuliah.

PS: Tulisan ini menjadi ucapan salam serta bagian pertama dari ulasan Liga IMC serta pemain medioker mana yang akan kami pilih dalam mengarungi FPL. Selamat menikmati permainan pikiran dalam memilih pemain yang tepat.

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *