Mengenal Sejarah dan Perkembangan Peluit, Alat yang Tak Dapat Dipisahkan dari Wasit

Published On 28/06/2017 | By John | History

Sepak bola adalah permainan yang dijalankan oleh 22 pemain yang terbagi ke dalam dua tim. Setiap pertandingan sepak bola juga menggunakan wasit yang bertugas menandakan awal dan akhir pertandingan, menjadi penengah ketika ada perselisihan, serta menentukan setiap terjadinya pelanggaran.

Peluit menjadi alat yang sangat penting bagi seorang wasit. Alat yang berukuran kecil ini memiliki kegunaan yang sangat besar bagi setiap wasit yang bertugas di lapangan. Walau memiliki peran yang penting, tetapi kadang asal usul peluit dan awal mula kegunaannya dalam sepak bola sering dilupakan.

Sebenarnya kapan peluit mulai digunakan oleh wasit dalam memimpin pertandingan? Peluit sendiri pertama kali ditemukan sebelum era di mana sepak bola menjadi sebuah olahraga. Tepatnya pada zaman China kuno ketika peluit digunakan untuk memberikan peringatan apabila ada penyusup dari suku Mongol, saat itu peluit dibuat menggunakan biji pohon ek.

Maju ke depan beberapa abad setelah zaman China kuno, peluit modern dan sederhana dalam dunia sepak bola pertama kali digagas oleh warga Birmingham, Inggris, yang bernama Joseph Hudson untuk digunakan dalam pertandigan yang melibatkan Notthingham Forest pada 1868. Peluit dibutuhkan karena sebelumnya wasit kerap kesulitan memberi tanda saat terdapat pemain yang melakukan pelanggaran.

Peluit berkembang 16 tahun kemudian setelah Hudson menciptakan peluit dengan suara lebih nyaring dan lebih mudah digunakan bernama Acme Thunderer. Jenis peluit ini bertahan sampai sekarang. Model bisa berubah, tapi konstruksi dan desain dasar peluit yang dipakai sepak bola saat ini tidak jauh berbeda dengan peluit yang ditemukan sebelumnya.

Peluit menjadi alat yang tidak dapat dipisahkan dari sosok seorang wasit. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)

Seiring berkembangnya kebutuhan, peluit ternyata tak hanya digunakan dalam dunia sepak bola saja melainkan melebar ke dunia kepolisian, transportasi kapal hingga untuk music reggae. Karena permintaan peluit yang semakin meningkat, Hudson pun mendirikan pabrik bernama Hudson & Co di Birmingham. Menurut Sportskeeda, tercatat sudah 200 juta peluit yang diproduksi hingga detik ini.


Berikut adalah tiga jenis peluit yang jadi pakem sebagai peluit sepak bola:

  1. Acme Thunderer Version Two (1920): Desain yang digunakan sama dengan yang diciptakan sebelumnya, hanya terdapat perubahan ukuran yang menjadi sedikit lebih kecil. Selain itu, suara dari peluit ini lebih bagus dan keras. Mudah ditiup dan cocok untuk wasit sepak bola.
  2. Model No. 60 1/2 (1923): Peluit ini didesain untuk suasana pertandingan dengan jumlah penonton yang tinggi. Dengan demikian, suaranya tak kalah oleh gelegar sorak-sorai. Peluit ini diyakini pertama kali dipakai di final Piala Wembley pada 1923.
  3. Pro-Soccer Whistle (1930): Ini peluit yang lebih kuat dan bisa terdengar sampai ke pojok-pojok stadion, meski stadion penuh sesak oleh penonton, dengan suara gemuruh penonton. Peluit ini diproduksi Hudson & Co pada 1988 dan digunakan di Piala Dunia, Liga Champions, Piala UEFA, dan kompetisi di banyak negara.

Penulis: Han Lim (Twitter: @jansen_pangeran), tukang kipas Internasional, sedang mencari tempat untuk “pulang”

 

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *