Napoli di bawah Sarri: Bermain Lugas dan Kreatif

Published On 22/06/2017 | By John | Opini Ngehek

Maurizo Sarri dapat dikatakan mulai melejit ketika menukangi Napoli, namun kejeniusannya mulai terendus semenjak menangani Empoli di Serie B. Dengan permainan atraktif serta menyerang, Empoli dalam dua musim dibawa ke Serie A, tepatnya pada musim 2013/14. Identik dengan skema 4-3-2-1, dia berhasil mempertahankan status Empoli di liga tertinggi mengalahkan prediksi, membuatnya banyak dilirik klub lain.

Pelatih berkebangsaan Italia ini melanjutkan perjalanan melatihnya bersama klub kota kelahirannya, Napoli. Jika di Azzurri (julukan Empoli) dia memainkan strategi umpan pendek dan pertahanan yang rapat, maka hal tersebut tetap dibawanya dengan sedikit modifikasi yang didorong oleh pengetahuan taktik yang luas.

Terbukti racikannya berhasil jika bicara hasil musim 2016/17 dimana Partenopei mampu menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak di Serie A dengan 94 gol, walau menempati posisi ketiga di bawah Juventus dan Roma. Peringkat tersebut hanya memberikan jatah kualifikasi Liga Champions, namun Sarri berhasil membawa Napoli meraih poin tertinggi sepanjang sejarah mengikuti Serie A.

Bagaimana jika taktik tersebut dijabarkan? Sederhananya, Napoli menggunakan skema 4-3-3 dimana terdapat 1 gelandang bertahan dan 2 gelandang menyerang. Di depan, terdapat 3 pemain yang bermain untuk membuka ruang kepada 2 bek sayap untuk membantu serangan. Memunculkan rasa penasaran untuk memahami bagaimana aplikasinya kemudian.

BERTAHAN

Gaya bertahan yang diterapkan Sarri mendorong pemain berada di posisi yang tepat secara dinamis. Ini berarti para pemain menyesuaikan posisi mereka berdasarkan posisi bola dan rekan satu tim sehingga meminimalisir adanya ruang (cermati pergerakan yang ditunjukkan garis dalam foto) dan mematikan skema umpan yang ingin diciptakan lawan.

Jika melihat foto kembali, terlihat Juventus dipaksa bermain melebar dan para pemain Napoli terus menyesuaikan posisi mereka dengan satu pemain menekan lawan dan rekannya memberikan cover. Formasi ketika bertahan menjadi lebih dalam (4-5-1) dengan pemain sayap turun ke garis yang sama dengan gelandang tengah.

4-5-1 dapat saja berubah menjadi 4-4-2 jika permainan naik ke sepertiga daerah lawan. Dalam foto di atas ini, gelandang sentral bergerak naik dengan gelandang bertahan lalu berpindah posisi. Penting mencermati bagaimana sayap kiri yang ditempati Lorenzo Insigne bermain lebih ke dalam untuk menutup aliran bola dengan melangkah sedikit melebar sehingga dia bisa membantu menghalangi usaha lawan melalui jalur tengah.

Di sini juga kita lihat ketika Insigne melakukan tekanan, Jose Callejon ikut turun ke sisi lain sehingga ketika pressing dalam tidak berhasil, dia dapat turun kembali ke lini tengah untuk kembali ke 4-5-1. Napoli menunjukkan tajinya untuk melakukan transisi defensif dengan lancar.

SERANGAN

Menarik untuk mengkaitkan antara kebiasaan Maurizio Sarri dengan strategi menyerangnya. Kombinasi umpan cepat digabung dengan penempatan pemain yang terus mencari ruang memunculkan sifat tenang namun menggetarkan, satu hal yang identik dengan sosok pelatih yang suka menghisap rokok atau menghirup kopi yang dibawa ke pinggir lapangan. Para pemain jika mampu menyesuaikan dapat dengan nyaman memainkan bola dan penonton terbukti menikmati hal tersebut di San Paolo.

Napoli selalu memulai serangan dari belakang lewat kaki Pepe Reina yang melakukan build-up lewat pemberian umpan pendek kepada 2 bek tengah dengan Jorginho mundur ke belakang sebagai cover/opsi ke-3 umpan. Ruang menjadi penting dikarenakan Reina diminta untuk menilai keadaan dimana jika terdesak, maka opsi umpan lambung dapat saja diambil.

Begitu sampai di tengah, Sarri ingin timnya menggunakan kombinasi umpan cepat dan pendek untuk menghindari tekanan guna membuka ruang serangan. Menjadi satu hal sakral bagi pemain Napoli berpindah dari posisi awal untuk membuka garis pertahanan yang disiapkan lawan. Saat ruang muncul, selalu mencari orang ketiga yang lepas dari pengawasan (lingkaran oranye) dan bola disalurkan untuk masuk ke dekat kotak pinalti.

Dapat dilihat saat Insigne naik dari sayap dan memasuki sepertiga akhir bagian tengah, para pemain Napoli lainnya ikut mendekati posisi Insigne dan melakukan overload demi bisa memberi ruang kepada Faouzi Ghoulam di sisi kiri untuk overlapping hingga di garis tepi kotak pinalti. Di saat itulah dia memberikan umpan silang rendah di belakang garis pertahanan lawan dimana pemain Napoli sudah siap menyambut. Ini tentunya sangat efektif ketika Insigne yang dianggap sebagai kunci menarik beberapa bek serta membuka kesempatan bagi Dries Mertens maupun Callejon untuk mengeksplorasi celah yang ditinggalkan.

Kesimpulan

I Ciucciarelli atau Keledai kecil musim ini wajar menjadi salah satu tim dengan penguasan bola terbaik di Eropa, tetapi dengan cerdik juga berbahaya dalam melakukan serangan balik. Mereka punya 3 penyerang yang mempunyai kecepatan serta pemahaman tentang kapan harus berlari di belakang pertahanan lawan dan membuka ruang. Pemain tengah macam Marek Hamsik yang menjadi dinamo bagi klub semenjak musim lalu ataupun bek sayap yang saling memanjakan dengan umpan cepat dan terukur kemudian masuk untuk mengisi serangan atau bertahan di saat yang sama.

Maurizio Sarri telah menciptakan tim yang menghibur di Eropa dengan identitas yang jelas dan gaya yang dihargai banyak orang. Dengan materi seperti Mertens, Insigne, dan Hamsik yang terus berkembang dan pemain muda macam Amadou Diawara, Arkadiusz Milik dan Piotr Zielinski yang baru menandatangani kontrak, dia benar-benar bisa membangun sesuatu yang istimewa jika bertahan lama. Dukungan dari publik beserta Aurelio De Laurentiis sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Dengan investasi yang tepat di musim panas, Scudetto akan menjadi tujuan musim depan, tentu dengan mengembangkan strategi yang telah dilihat penonton dalam penampilan Napoli musim ini. Bisa saja, mereka yang lebih dahulu mematahkan dominasi Juventus atas sepak bola Italia dibanding tim lain macam AS Roma maupun AC Milan.


Penulis: Arya Luthfy (@luthfyfalsyah7), penikmat Football Manager serta sepakbola lokal.

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *