Menanti Kejutan Wolvugal di Championship

Published On 09/08/2017 | By John | Opini Ngehek

Bursa transfer adalah salah satu elemen yang paling menarik dalam sepakbola modern. Menarik karena transfer pemain memiliki dua sisi, entah itu memperkuat skuat yang telah ada atau justru mengganggu keseimbangan skuat klub. Hal-hal lain seperti pemecahan rekor transfer maupun transfer pemain dari klub rival merupakan bumbu-bumbu yang membuat bursa transfer selalu ditunggu oleh para penggemar. Seperti baru-baru ini, bursa transfer dihebohkan oleh kepindahan Neymar Jr dari FC Barcelona ke Paris Saint-Germain dengan nominal €222 juta. Akan tetapi di balik hiruk-pikuk transfer Neymar, ada aktivitas transfer sebuah klub dari divisi Football League Championship yang cukup menarik untuk diperhatikan lebih lanjut.

Adalah Wolverhampton Wanderers yang mengejutkan beberapa kalangan di bursa transfer musim panas ini. Bermodalkan kedekatan pemilik klub dengan super agent Jorge Mendes, beberapa pemain berkebangsaan Portugal berhasil didatangkan, baik dengan status pembelian permanen maupun dengan status pinjaman. Pemain-pemain seperti Ruben Neves, Roderick Miranda, Wily Boly, Leo Bonatini dan Diogo Jota diproyeksikan akan mengisi skuat inti Wolves bersama Ivan Cavaleiro dan Helder Costa yang telah lebih dahulu bergabung pada musim sebelumnya. Selain itu, Namun, salah satu rekrutan yang dinilai banyak orang sebagai rekrutan kunci tentu saja sang pelatih kepala, Nuno Espirito Santo.

Memulai karier kepelatihannya sebagai pelatih penjaga gawang di klub Malaga CF pada November 2010, Nuno Espirito Santo kemudian direkrut oleh klub Portugal, Rio Ave, sebagai pelatih kepala pada Mei 2012. Pada musim 2013-2014, Nuno berhasil membawa Rio Ave menjadi runner-up Taça de Portugal dan Taça da Liga serta untuk pertama kalinya lolos ke kompetisi Eropa. Selain itu, rekam jejak Nuno di klub besar Eropa lain seperti di Valencia CF dan FC Porto juga bisa dianggap bagus karena performa yang stabil di liga masing-masing, kecuali di musim keduanya di Valencia.

Nuno Espirito Santo bersama timnya memulai musim dengan enam pertandingan persahabatan, dimana mereka menorehkan empat kemenangan yang tiga diantaranya disertai dengan cleansheet. Tidak tanggung-tanggung, kemenangan diraih dari tim sekelas Leicester City dan Werder Bremen, meskipun kalah dari tim yang “hanya” sekelas Jablonec dan Shrewsbury Town. Dari keenam pertandingan tersebut, tampaknya Nuno akan menerapkan formasi 3-4-3 dengan mengandalkan serangan balik sebagai formasi dasar untuk mengarungi kompetisi EFL Championship. Seperti yang dijelaskan Nuno kepada The Guardian, filosofi permainannya adalah merebut bola di tempat yang tepat dan melancarkan serangan balik cepat selagi formasi lawan sedang dalam fase transisi.

Menanti pembuktian Nuno bersama Wolves (Photo credit should read FRANCISCO LEONG/AFP/Getty Images)

Formasi 3-4-3 digunakan karena bisa mengakomodasi para rekrutan baru asal Portugal untuk menjadi pemain inti. Pada sektor bek tengah, duet bek Primeira Liga Portugal yaitu Wily Boly dan Roderick Miranda diprediksi akan membentuk trio bersama Danny Batth atau Conor Coady yang lebih ditarik ke belakang dari posisi aslinya sebagai gelandang bertahan. Selain memiliki fisik di atas rata-rata dan kemampuan bertahan yang baik, Miranda dan Boly memiliki kelebihan masing-masing. Miranda merupakan bek tengah yang mampu memainkan bola dengan nyaman di kakinya, sedangkan Boly memiliki kecepatan serta kemampuan duel udara yang tentunya sesuai dengan karakter permainan di Championship.

Sementara itu, Ruben Neves yang merupakan pembelian Wolves paling sensasional musim ini diprediksi akan dipercaya oleh Nuno sebagai pemain inti pada posisi gelandang. Wonderkid yang sempat bermain di bawah arahan Nuno di FC Porto pada musim lalu ini mampu memberikan operan panjang serta memiliki kemampuan tekel dan intersep yang baik sehingga cocok dengan filosofi permainan Nuno. Selain itu, instingnya untuk mencari ruang di sekitar kotak penalti yang disertai kemampuan menembak jarak jauhnya juga bisa menjadi alternatif serangan atau memaksimalkan situasi bola liar. Terkahir, pada sektor penyerangan, Diogo Jota yang merupakan pemain pinjaman dari Atletico Madrid diprediksi akan membentuk trisula serangan yang fluid bersama duo Portugal lainnya,Ivan Cavaleiro dan Helder Costa. Prediksi lainnya adalah dua dari tiga pemain tadi akan berduet di belakang striker tunggal Leo Bonatini yang juga pernah bermain di Primeira Liga Portugal.

Dengan adanya pelatih baru, sistem baru, dan banyaknya pemain baru yang didatangkan, akan sangat wajar jika tim ini memerlukan waktu adaptasi yang sedikit lebih lama, terlebih bagi pemain-pemain baru asal Portugal yang mayoritas adalah pemain muda. Nuno Espirito Santo tentu sangat mengharapkan bantuan Ivan Cavaleiro dan Helder Costa yang sudah lebih dahulu berada di tim untuk membantu mempercepat proses adaptasi rekrutan barunya.

Wolves memulai musim 2017/18 di divisi Championship dengan mengalahkan salah satu tim yang juga diunggulkan untuk meraih promosi ke Premier League, yaitu Middlesbrough, dengan skor tipis 1-0 melalui gol dari Leo Bonatini. Dengan semakin kentalnya nuansa Portugal di Wolverhampton Wanderers, atau mungkin bisa kita sebut Wolvugal, tentu akan menarik untuk menantikan bagaimana mereka bersaing memperebutkan tiket promosi ke Premier League seperti ekspektasi banyak orang.


About The Author: Penulis mengenal sepak bola dari video game Football Manager 2012. Sering posting ngasal di @_mada_pratama_

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *