Kanada: Tanah Penuh Potensi Bagi Sepakbola

Published On 25/06/2017 | By John | History

Bicara sepakbola di Amerika Utara tidak hanya tentang Amerika Serikat dan Meksiko, namun juga terdapat Kanada di sana. Akan tetapi, walau mereka secara langsung berada di bawah dominion Inggris, namun persepakbolaan Kanada tidaklah sepesat berkembang seperti tetangganya. Awam dengan mudah akan menunjukkan bahwa klub terbaik negara yang identik dengan daun Mapel masih “menumpang” untuk bermain di MLS hingga detik ini.

Lalu, pantaskah untuk mengatakan Kanada bukan siapa-siapa? Apa yang terjadi semenjak dengan sepakbola yang katanya dimainkan pertama kali di tanah ini pada pertengahan abad ke-19 sebenarnya menyimpan jejak keemasan yang perlu diberi tahu kepada publik.

Masa Awal

Sepakbola mulai tercatat berada di Toronto pada 1859 yang merupakan suatu kewajaran karena pada saat itu wilayah yang berada dalam Ontario didominasi masyarakat berbahasa Inggris. Ini kemudian meluas ke daerah sekitar seperti New Westminster dan Victoria sebelum kemudian aturan sepakbola modern diberlakukan pada 1876.

Setahun kemudian, Dominion Football Association terbentuk, menjadi asosiasi sepakbola pertama yang berdiri di luar Inggris. Ada sumber yang mengatakan bahwa asosiasi ini berpusat di Toronto, namun ada juga yang mengatakan mereka berada di Montreal.

3 tahun kemudian, muncul lagi asosiasi sepakbola lain bernama Western Football Association yang kemudian mengorganisasikan sepakbola di bagian selatan Ontario. Mereka juga yang pertama kali mengirimkan tim untuk melakukan tur ke Amerika Serikat, menandai laga persahabatan tidak resmi diantara dua negara pada 1885 dan 1886.

Pada tahun 1888, tim yang berbasiskan pemain terbaik dari Kanada mengambil langkah instrumental dengan melakukan tur ke tanah Britania Raya. Di sana, tim tersebut tercatat memenangkan 9 pertandingan, seri 5 kali, dan kalah sebanyak 9 kali. Terlepas daripada hal itu ada satu kisah menarik dimana Walter Bowman, salah satu pemain Kanada, menarik perhatian publik Inggris.

Tidak lama setelah tur 1888 berakhir, Accrington Stanley merekrutnya. Ini adalah kali pertama transfer pemain non-Inggris terjadi dalam sejarah sepakbola Inggris. Tur luar negeri juga masih dilakoni pada 1891, namun komposisi tim tidak seluruhnya berasal dari Kanada, namun bercampur dengan orang Amerika Serikat.

 

Tim Nasional Kanada dalam perjalanan tur ke Australia pada 1924 (@Canadian Soccer History)

Penampilan Kanada selanjutnya di tingkat internasional terjadi pada tahun 1904 di kala terselenggaranya Olimpiade di St. Louis, Amerika Serikat. Waktu itu, Kanada mampu meraih medali satu emas di cabang sepakbola lewat representasi Galt F.C yang menghempaskan dua tim lain yang berlaga di Olimpiade itu.

Sukses tersebut ditambah semakin meluasnya sepakbola di Kanada dengan bermunculannya asosiasi di setiap provinsi beserta dengan turnamennya masing-masing mendorong ide terbentuknya asosiasi nasional. Maka, hadirlah kemudian Dominion of Canada Football Association (DCFA) pada 1912 yang langsung diakui oleh FIFA. DCFA juga pada 1913 menginisiasi Connaught Cup, satu kompetisi sepakbola yang hingga saat ini berlangsung dalam nama Challenge Cup untuk kalangan amatir.

Sepak terjang DCFA terasa dengan pengiriman tur tim nasional ke Australia (1924) dan Selandia Baru (1927). Sayangnya, hubungan baik dengan FIFA terhenti pada 1926 akibat perseteruan terkait standar pembayaran pemain amatir, menyebabkan keluarnya Kanada dari organisasi sepakbola internasional ini hingga 1948.

Itu tidak menolong sepakbola Kanada di tengah masa Depresi Besar dimana DCFA kesulitan mengorganisasi sepakbola dikarenakan organisasi hanya dijalankan lewat persuratan. Terlepas daripada hal itu, tradisi tim sepakbola dari Britania Raya melakukan tur sejak dekade 1920an terus berlangsung hingga di akhir dekade 1930an dan nyata bahwa tim sepakbola Kanada sendiri masih lebih baik dari Amerika Serikat, ditunjukkan oleh prestasi Toronto Scottish yang mengalahkan jawara Amerika pada 1933.

Sepakbola Kanada setelah Perang Dunia ke-2 hingga akhir abad ke-20.

DCFA yang mengubah namanya menjadi Football Association of Canada dan kembali menjadi anggota FIFA tidak otomatis membawa peruntungan. Kegagalan lolos dari partisipasi pertama dalam kualifikasi Piala Dunia pada 1957 menjadi bukti dan mungkin saja jadi alasan perubahan nama asosiasi untuk ketiga kali dalam sejarah menjadi Canadian Soccer Football Association setahun kemudian.

Di tingkat nasional sendiri, tahun-tahun tersebut juga menandai masuknya imigran ke Kanada yang memberi warna baru kepada sepakbola. Itu berpengaruh juga kepada upaya kompetisi persepakbolaan nasional untuk menjadi profesional memasuki 1960an. Lahirlah Eastern Canada Professional Soccer League pada 1961 yang membawa pertanda bagus dengan kehadiran bintang masa itu macam Danny Blanchflower dan Stanley Matthews.

Namun, liga tersebut dalam 5 tahun bubar dikarenakan gagal menghadirkan antusiasme dari masyarakat di sana. Western Canada Soccer League yang terbentuk 2 tahun setelah ECPSL juga kemudian ikut bubar pada 1971. Sepakbola Kanada kemudian diisi oleh kompetisi amatir dan North American Soccer League.

Tunggu dulu, NASL yang berada di Amerika Serikat? Tepat sekali, dikarenakan lewat kompetisi ini terdapat 5 franchise (Montreal, Toronto, Vancouver, Calgary, dan Edmonton) yang bermain di sana mewakili sepakbola profesional Kanada sepanjang 1970 hingga 1980an. Dampaknya cukup signifikan kepada tim nasional dibawah Canada Soccer Association (CSA), nama ke-4 dari asosiasi yang bertahan hingga saat ini.

 

Halaman depan Toronto Sun 30 Agustus 1976 (@ torontoist.com)

Tahun 1976 merupakan tahun dimana Olimpiade terselenggara di Montreal, dan sebagai tuan rumah, Kanada berhak menurunkan tim. Prestasinya memang biasa saja dengan langsung tereliminasi, namun publik setidaknya mendapat tayangan yang menghibur, apalagi di waktu yang sama, Toronto Metros-Croatia yang dibintangi oleh Eusebio menjadi jawara NASL.

3 tahun setelah Metros-Croatia, Vancouver Whitecaps menjadi tim kedua dari Kanada yang menjadi jawara NASL setelah mengalahkan Tampa Bays Rowdies. Toronto Blizzard hampir mengikuti jejak kedua tim di NASL, namun kalah atas Tulsa Roughnecks di rumah sendiri pada 1983. Tahun yang sama juga menandai satu kompetisi bernama Canadian Professional Soccer League berlangsung walau hanya sekali.

Kanada melanjutkan rangkaian kebangkitan dengan lolos kualifikasi untuk berlaga di cabang sepakbola Olimpiade 1984. Di Los Angeles, Les Rouges (Si Merah) mampu melaju ke babak perempat-final sebelum dibekuk oleh Brasil. Setahun kemudian, mereka menjadi jawara kejuaraan CONCACAF yang juga menjadi ajang kualifikasi Piala Dunia 1986. Penampilan di Meksiko sayangnya mengecewakan dengan tumbang lewat skor 1-0 atas Perancis dan 2-0 masing-masing atas Hungaria dan Uni Soviet.

Dengan bubarnya NASL, muncul kembali kompetisi inter-Kanada bernama Canadian Soccer League (I) yang mulai berlangsung pada 1987. Dengan semangat mengembalikan para pemain terbaik ke rumahnya sendiri serta menciptakan kompetisi yang berkelanjutan, mimpi indah tersebut tidak berlangsung lama karena 1992 mereka bubar. Terlepas daripada hal itu, sepakbola akar rumput Kanada setidaknya terjaga dan membawa dampak di bidang sepakbola lain.

Era Modern Sepakbola Kanada

Sepakbola Wanita berhasil melaju ke Piala Dunia 1995, pencapaian setelah resmi bermain semenjak 1986 merespon popularitasnya di kompetisi amatir sejak 1970an. Prestasinya memang tidak langsung juara, namun secara perlahan-lahan mereka memantapkan menjadi jagoan internasional hingga hari ini.

Prestasi Tim Nasional Wanita yang berhasil mencapai peringkat empat pada gelaran Piala Dunia 2003, lalu dilewati dengan peringkat tiga dalam Olimpiade 2012 dan 2016 memang belum bisa dilewati oleh The Canuks, julukan lain dari Tim Nasional Pria. Namun, ada kebanggaan lain yang bisa di bawa lewat Piala Emas CONCACAF 2002 yang menjadi ajang pembuktian Kanada dengan menjadi jawara. Hal itu juga yang memastikan keterlibatan mereka di Piala Konfederasi 2002. Sayangnya, untuk Piala Dunia sampai saat ini Kanada tidak bisa mengulangi pencapaian pada 1986.

 

Aksi Timnas Wanita Kanada di Piala Dunia 1995 (@ canadasoccer.com)

Kembali ke tingkat nasional, Toronto FC akhirnya diterima menjadi franchise asal Kanada yang bermain untuk kompetisi di Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS) pada tahun 2007. Tahun yang sama juga menjadi penanda awal kembalinya demam sepakbola dikarenakan kehadiran Piala Dunia U-20 yang sukses menghadirkan 1,2 juta penonton langsung, ditonton oleh 469,5 juta orang lewat televisi dan membawa keuntungan hingga 259 juta Dollar.

Babak baru kemudian dibuka dengan kehadiran Canadian Championship, sebuah kompetisi yang menghadirkan klub-klub Kanada yang berlaga di kompetisi Amerika, dalam hal ini adalah Montreal Impact, Toronto FC dan Vancouver Whitecaps FC (MLS) disusul FC Edmonton (NASL), dan Ottawa Fury FC (USL). Berlangsung semenjak 2008, kompetisi inilah yang menentukan klub mana yang mewakili Kanada di Liga Champions CONCACAF.

Memang, kompetisi intra-Kanada masih ada dengan kehadiran Canadian Soccer League (II) yang jejaknya bisa dilihat semenjak 1926, namun permasalahan seperti pengaturan skor serta ketidakmampuan menghadirkan semangat kompetitif bahkan di tingkat regional memunculkan dampak kepada ketiadaan pengakuan dari CSA semenjak 2013. Asosiasi lebih antusias untuk mengurus Première Ligue de soccer du Québec (PLSQ) yang berbasis di Quebec and League1 Ontario (L1O) yang berada di Ontario dimana jawara dari kedua kompetisi rencananya pada 2018 akan diikutsertakan berkompetisi di Canadian Championsip.

Sepakbola sebagai olahraga dan rencana masa depan Kanada

Turnamen internasional lain berupa Piala Dunia Wanita 2015 yang berlangsung di Kanada memberikan kesempatan dunia untuk memperhatikan bahwa sepakbola di sana sedang dalam peningkatan luar biasa. Sepakbola sudah mengambil alih hoki sebagai olahraga paling populer di kalangan remaja menurut studi dan itu mengalahkan dugaan banyak orang. Tercatat bahwa 767 ribu orang yang berada dalam rentang umur 3-17 tahun bermain olahraga ini, berbanding dengan 531 ribu orang yang bermain hoki menurut 2014 Canadian Youth Sports Report.

 

Pandangan tentang sepakbola serta berada dimana olahraga ini jika diadu dengan yang lainnya di Kanada

Alasan yang mendominasi di bagian awal adalah sepakbola lebih terjangkau dibandingkan olahraga lain seperti hoki dalam hal pengeluaran. Selain itu, sepakbola dianggap sebagai olahraga yang menyenangkan dibandingkan hoki yang dianggap mudah menyebabkan anak cedera yang diatributkan sebagai olahraga yang dipaksa oleh orangtuanya untuk dimainkan.

Sepakbola memang nyata populer baik di kalangan laki-laki maupun perempuan jika berbasis dari studi tersebut. Selain itu, melansir tulisan dari Michael Murray, dia menyatakan bahwa sepakbola menjadi hal yang tidak asing semenjak perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat untuk mengakses dan berinteraksi kepada dunia internasional dari olahraga ini.

Hal tersebut kemudian disikapi serius oleh CSA yang mengeluarkan “Leading a Soccer Nation,” sebuah rancang biru untuk memperkuat dan meningkatkan fondasi dari sepakbola di Kanada sepanjang 2014 hingga 2018. Rencana tersebut tentu menarik untuk menjadi bahan belajar untuk memahami bagaimana sepakbola benar-benar dikelola sedemikian rupa di negara yang mulai dapat menyalurkan kefanatikannya terhadap olahraga ini dengan baik.

 

Garis besar “Leading a Soccer Nation” (@ Canadian Soccer Association Strategic Plan 2014-2018)

Masa depan tentu terlihat cerah dan bisa saja selain melihat Tim Nasional Wanita Kanada menjadi kekuatan global, kita dapat menyaksikan sepakbola Pria dari Kanada memberikan gebrakan baru dalam tahun-tahun ke depan.

Sama seperti senyum Justin Trudeau, sepakbola Kanada terlihat cerah kedepannya.


About me: Willibrordus Bintang (twitter: @obinhartono1), Berbasis di Yogya, dia menjadi penikmat sepakbola Football League dan Conference selagi menyambi kuliah.

PS: Bagian akhir tulisan ini berbasis dari: “Growth of Soccer In Canada” Written By Spencer Davidson (2015), World Cup 2015, Soccer Politics Blog, Duke University, http://sites.duke.edu/wcwp/world-cup-guides/world-cup-2015-guide/why-canada/growth-of-soccer-in-canada/ (accessed on June 24, 2017).

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *