El Jefe Verdict: Sunderland versus Derby County

Published On 05/08/2017 | By John | Opini Ngehek

Mengawali awal musim 2017-18, saya mencoba membawa analisis #ElJefeVerdict ke dimensi baru. Pilihan untuk mengawali hal itu jatuh kepada pertandingan Sunderland AFC melawan Derby County yang menjadi pembuka musim baru Championship untuk ditampilkan ringkasan pertandingannya beberapa saat setelah peluit tanda berakhir ditiupkan.

Jika melihat pra-musim, kedua tim mengalami nasib berbeda. Jika Gary Rowett mencoba menguatkan skema permainan yang sudah dibangunnya semenjak pindah ke Pride Park di pertengahan musim lalu, Simon Grayson berhadapan dengan masalah di luar lapangan selagi berupaya mengembalikan semangat public Stadium of Light setelah Sunderland akhirnya terdegradasi setelah bermain api dengan zona ini sepanjang 5 tahun terakhir.

Kembali ke awal pertandingan, tuan rumah yang menggunakan seragam garis merah putih kebanggaan mereka bisa mendominasi. Duet Lee Cattermole-Didier Ndong mampu menjadi sandungan dengan Lewis Grabban mau turun ke belakang ketika bola masuk ke daerah timnya.

Di titik tersebut, Derby berhasil memanfaatkan kelengahan sayap Sunderland yang di awal asik membantu serangan. Johnny Russell lepas dari kawalan Brendan Galloway dan masuk ke dalam kotak pinalti tuan rumah, lalu kirimkan umpan yang melewati dua bek tengah yang berkonsentrasi menjaga Chris Martin.

Bradley Johnson yang tidak terkawal hanya perlu menyentuh bola agar masuk gawang, 1-0. Sunderland sempat kehilangan ketenangan mereka setelah kebobolan, namun Derby gagal memanfaatkan keadaan tersebut walaupun Huddlestone bermain sangat baik menjadi jembatan antara tengah dan depan di pertengahan babak pertama.

Tim tamu kemudian mencoba membuat lini serang lawan kelelahan dengan menunggu di daerah sendiri, memberikan Black Cats beberapa peluang yang masih dimentahkan Scott Carson, kiper yang mendapat gelar pemain terbaik The Rams musim lalu. Namun, datang malapetaka setelah Jacob Butterfield mengendalikan bola dengan tangannya saat menghalau serangan di dalam kotak pinalti.

Grabban mengeksekusi hadiah tersebut dengan baik, 1-1. Gol penyama kedudukan bagi Sunderland tersebut menjadi momen penting terakhir di babak pertama.

Di babak kedua tidak ada perubahan skema dari kedua tim. Derby yang menggunakan kombinasi kuning-biru coba mengunci 3 poin pertama mereka di musim ini, namun peluang dari Forsyth dan Keogh gagal menemukan jala gawang. Ini diselingi oleh upaya Vaughan yang mencoba unjuk kualitas, namun tembakannya keluar tepat di sisi gawang.

Yang mencuri perhatian ketika pertandingan memasuki satu jam adalah Cattermole. Dia masih mampu memainkan peran sebagai gelandang angkut air dan kemudian menciptakan peluang kepada Gabban yang tembakan kerasnya menghajar tiang gawang.

The Rams merespon ancaman tuan rumah dengan memasukkan Matèj Vydra menggantikan Andreas Weimann untuk menyongkong posisi di belakang Martin. Hasilnya adalah pergerakan luar biasa dari pemain pengganti menciptakan keadaan yang tidak mampu dimaksimalkan menjadi gol oleh penyerang yang menghabiskan masa peminjaman di Fulham pada musim 2016-17 ini.

Si Kucing Hitam tidak melakukan pergantian pemain dibandingkan Derby yang mengganti Martin dengan David Nugent. Hal ini menjadi indikasi kurangnya kedalaman skuad yang dimiliki Grayson selain tentu masalah keharmonisan ruang ganti yang masih belum kembali paska tuduhan yang dilemparkan Darren Gibson lewat media tentang kemalasan rekan-rekan setimnya. Dia juga hanya duduk-duduk di pinggir lapangan bersama kapten John O’Shea yang tidak dimainkan pada pertandingan Jum’at malam waktu setempat.

Ini berimplikasi selain kepada Cattermole, juga Aiden McGeady yang terus menggedor di sayap walau sudah tidak muda lagi umurnya. Trend seperti ini kurang baik jika terus berlanjut sepanjang musim tanpa adanya solusi sebagai cover ketika mereka yang dianggap sebagai pemain kunci diistirahatkan.

Di penghujung pertandingan, saya cukup menyoroti tindakan David Vaughan yang mencoba mencuri bola dengan cara yang bisa dikatakan kurang terpuji. Dengan memotong Richard Keogh dari belakang lewat gerakan yang cukup berbahaya, dia beruntung hanya terkena kartu kuning oleh wasit yang menjadi aksi penutup dari pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1.

Menarik di wawancara paska pertandingan, baik Simon maupun Gary menyoroti kurangnya kepemimpinan wasit. Bagi saya, pekerjaan rumah mereka masihlah cukup besar selain hal itu, yaitu membenahi efisiensi dan efektivitas penyerangan klub masing-masing jika mau bersaing di papan atas EFL Championship sesuai keinginan yang dicanangkan.

El Jefe Verdict: 7/10


About me: Willibrordus Bintang (@Obinhartono1) berbasis di Yogya dan menjadi penikmat Football League serta Conference selagi menyambi kuliah.

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *