El Jefe Verdict: Austria Wien versus AC Milan

Published On 15/09/2017 | By John | Opini Ngehek

Austria Wien 1-5 AC Milan | (Alexandar Borkovic 47′ ; Hakan Calhanoglu 11′, Andre Silva 15′, 20′, 56′, Suso 63′) | UEFA Europa League, Matchday 1 Group E | Rating: 9/10

AC Milan memulai kembali kehidupan mereka di kompetisi Eropa setelah 3 tahun dengan ledakan. 1-5 menjadi skor akhir di Ernst Happel dengan tuan rumah Austria Wien harus mengakui keunggulan Il Rossoneri.

Wajah berbeda ditunjukkan oleh Milan di Wina, berbeda dengan apa yang dimainkan skuad €200 juta  saat takluk atas Lazio di hari Minggu. Jika trio Cutrone-Borini-Suso gagal masuk ke dalam pertahanan yang digalang Radu dan Vrij, Westermann dan Kadiri sebaliknya habis-habisan dipermalukan oleh Silva-Kalinic-Calhanoglu.

Terbukti dalam 20 menit, 3 gol diciptakan tim tamu dengan Hakan Calhanoglu menjadi aktor penting di dalamnya. Kontribusi pemain Turki berumur 23 tahun lewat 1 gol dan 2 umpan kunci di babak pertama mampu memporak-porandakan pertahanan si Ungu. Hakan juga menunjukkan kelasnya dengan umpan-umpan diagonal yang memanjakan penyerang Milan serta sesame partner di lini tengah.

Akan tetapi, bintang malam ini adalah Andre Silva. Dia yang disimpan Vincenzo Montella di hari Minggu untuk pertandingan pembuka grup D UEFA Europa League (UEL) sangat efektif, terbukti dengan 3 gol alias hattrick yang menjadikannya salah satu yang memimpin daftar pencetak gol UEL saat ini.

Pujian juga tidak lupa dilayangkan kepada Nikola Kalinic yang mampu menjadi partner dari pemain Portugal. Pergerakan dia mampu membebaskan partnernya selain tentu 1 assist kepada Calhanoglu untuk membuka kemenangan Milan.

Namun, masih ada catatan untuk pertahanan Milan. Kehilangan konsentrasi masih terjadi yang terbukti saat 1 gol balasan dari Wien yang dicetak pemain pengganti Alexandar Borkovic berasal dari kurangnya koordinasi dalam menghadapi situasi bola mati. Ini perlu diperbaiki Si Merah-Hitam apalagi jika akan tetap memainkan formasi 3-5-2 kedepannya.

Dari tuan rumah, mereka tidak banyak memberikan perlawanan, terlepas ada beberapa momen ajaib yang diciptakan gelandang sekaligus kapten Raphael Holzhauser Seperti yang sudah disinggung di pertengahan pertandingan, Wien mencoba menandingi permainan umpan pendek dari Milan namun tanpa hasil, bahkan cenderung kelihatan bodoh.

Lini tengah tidak banyak membantu Christoph Monschein yang terkurung oleh bek Milan. Dua bek sayap, salah satunya Florian Klien, sering membantu serangan namun gagal kembali ke posisinya ataupun kalah duel ketika diserang.

Di jantung pertahanan, Abdul Sadiri Mohammed menjadi satu titik kelemahan karena blunder yang menjadi bagian dari 2 gol awal Milan. Tandemnya, Heiko Westermann, sayangnya harus ditandu keluar sebelum akhir babak pertama dan memunculkan lubang lain.

(courtesy: SofaScore.com)

Ketiadaan Heiko memang menghadirkan Borkovic yang sempat menghadirkan asa di awal babak kedua, namun secara pribadi pemain Austria ini gagal melaksanakan tugas mengawal Silva. Sebaliknya, AC Milan mampu mengutilisasi pemain macam Suso yang memberikan sumbangan dengan gol jarak jauh beberapa menit setelah masuk ke lapangan di babak kedua.

Dengan hasil ini, Milan menjadi pemimpin klasemen Grup D, disusul AEK Athens yang menang 1-2 atas HNK Rijeka. Akankah Il Rossoneri dapat melanjutkan trend ini hingga di akhir putaran grup patut dinantikan.


About me: Willibrordus Bintang (@Obinhartono1) berbasis di Yogya dan menjadi penikmat Football League serta Conference selagi menyambi kuliah.

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *