El Jefe Verdict: Aston Villa versus Hull City

Published On 06/08/2017 | By John | Opini Ngehek

Kembali lagi dalam serial ulasan pertandingan yang baru saja dilaporkan oleh kami dan masih datang dari Inggris, tepatnya Championship.

Hull memang klub yang dikatakan sial karena menjadi yang terakhir dipastikan terdegradasi musim lalu, namun awal musim ini mereka sepertinya menemukan orang terbaik setelah Marco Silva dalam sosok Leonid Slutsky.

Mampu mengangkat CSKA Moskow dan Tim Nasional Rusia, manager ini dianggap akan membawa dimensi baru dari sepakbola negeri asalnya dengan pergi keluar. Jika kemudian dikaitkan dengan dirinya yang dulu sempat meniti karir sebagai kiper, Leonid saat ini sedang menangkap “bola panas” karena The Tigers masih diterpa isu tidak sedap perseteruan antara pemilik Assem Allam beserta putranya dengan suporter, namun hal itu tidak membuatnya keder.

Sebaliknya Aston Villa dalam percobaan keduanya menjadi salah satu yang dijagokan dapat kembali ke Premier League. Tuan rumah yang ditangani Steve Bruce memang diberkahi pemilik dermawan macam Tony Xia yang bersama konsorsium Reform Acquisitions Limited mau jor-joran lagi di musim keduanya setelah eksperimen pertama yang gagal bersama Roberto Di Matteo.

Mereka membuktikan hal tersebut di awal babak dengan langsung menekan pertahanan tim tamu yang gagap dan gol cepat hadir lewat kaki Gabriel Agbonlahor. Menarik untuk menyorot bahwa dia bersama Alan Hutton yang mengirimkan umpan matang ke kakinya terpinggirkan musim lalu dan hampir saja dijual.

Bisa dikatakan bahwa barisan belakang Hull yang belum padu memunculkan ekses dimana gelandang ikut turun ke belakang. Ini membuat The Villans dapat leluasa menguasai jalannya babak pertama apalagi dibantu kedua sayap yang aktif.

Sayap-sayap tersebut ditunjang oleh penerapan formasi 4-2-3-1 yang cair dengan Hogan, Lansbury, dan Agbonlahor bergantian menjadi ujung tombak ditopang oleh El Mohammady. Nama terakhir menjadi sorotan karena menjadi salah satu pemain yang ikut dalam fire-sale Hull City di pramusim dan pendukung Hull yang bertandang mengungkapkan ketidaksenangan mereka dengan boo ketika pemain ini memiliki bola.

Dilihat dari sudut pengurus klub, mereka dapat mengatakan bahwa hal tersebut tak masalah karena menghasilkan keuntungan cukup besar (23 Juta Pounds) dalam transfer sejauh ini. Namun, kehilangan pemain macam El Mohammady, Huddlestone, dan Robertson terasa menyulitkan di awal perjalanan musim ini ketika banyak pemain muda coba diintegrasikan ke dalam skuad.

Kembali ke pertandingan, menyikapi kurang sigapnya pemain Hull, Slutsky sepertinya menggunakan salah satu metode yang digunakannya saat berada di motherland untuk membuat anak buahnya kembali ke pertandingan. Apa yang terjadi di akhir babak pertama berhasil diulang setelah dalam 10 menit awal di babak kedua, para pemain yang berseragam strip oranye-hitam menghadirkan beberapa peluang sekaligus.

Tembok pertahanan Villa akhirnya bobol lewat skema yang sedikit mirip dengan gol pertama dalam pertandingan ini. Melebar ke pinggir kotak, Ola Aina lepaskan bola yang lalu disambut Jarred Bowen dengan voli yang menggetarkan jala Sam Johnstone dan menaikkan volume suara pendukung mereka yang bertandang.

Tuan rumah tidak bermain lugas seperti babak pertama dan saya menyaksikan bahwa mereka kembali bermain terlalu melebar seperti di musim lalu yang pada akhirnya berujung dengan ketidakjelasan aliran serangan. Sebaliknya, skor sama kuat semakin membuat Hull nyaman dengan pola mereka yang banyak mengandalkan kreatifitas Kamil Grosicki.

Akan tetapi, di 10 menit terakhir, Aston Villa menemukan diri mereka kembali dapat menekan. Mengatakan bahwa dipengaruhi pergantian pemain bisa jadi, apalagi bermainnya Andre Green dan Josh Onomah menjadi dinamo baru di lini serang.

Beruntung bahwa pertahanan Si Macan (pastinya bukan Macam Cisewu) yang dikomandoi oleh Michael Dawson bersama pinjaman dari Chelsea, Michael Hector bisa menghalau bola yang beberapa kali sudah sangat dekat untuk masuk ke dalam gawang. Dengan gelandang juga menarik garis mereka menjadi dekat kotak pinalti mereka sendiri bersamaan masuknya David Meyler gantikan Fraizer Campbell, Abel Hernandez ditinggalkan sendirian di garis tengah.

Di penghujung pertandingan, saya mendapat peragaan menarik dari Bruce. Dia memang gantikan gelandang Henri Lansbury dengan Christopher Samba, namun Chris yang biasa diletakkan sebagai bek diminta maju ke depan dan menjadi Target Man sampai peluit tanda pertandingan berakhir ditiupkan. Di sisi lain, Slutsky cukup konservatif dengan masukkan 2 bek menggantikan 2 gelandang demi menjaga raihan 1 poin.

Skor 1-1 bagi saya sudah cukup adil dengan kedua tim memiliki tugas untuk membenahi konsistensi penerapan taktik mereka dalam pertandingan liga-liga selanjutnya. Catatan kecil terakhir adalah saya terpapar rasa optimisme yang realistis dari Slutsky semenjak bergabung dengan Hull (cobalah tonton beberapa video di kanal Youtube Hull City) dan itu jelas terpampang saat wawancara paska pertandingan.

El Jefe Verdict: 7.5/10


About me: Willibrordus Bintang (@Obinhartono1) berbasis di Yogya dan menjadi penikmat Football League serta Conference selagi menyambi kuliah.

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *