Claret & Blue: Sejarah Dua Paduan Warna Jersey Khas Tanah Britania

Published On 17/02/2017 | By John | Luar Lapangan

Sejak awal berkembangnya sepak bola profesional, kostum sudah menjadi hal yang penting untuk sebuah tim sepak bola. Kostum tim memiliki warna atau corak yang membedakan antara satu tim dengan tim lainnya. Selain itu, kostum sebuah klub sepak bola juga mempunyai sejarah yang unik, misalnya kostum Juventus yang ternyata merupakan kostum dari klub Inggris, Notts County yang salah dikirim ke Turin sehingga alih-alih menerima kostum dengan corak pink khas Juventus pada masa itu, mereka menerima kostum dengan corak hitam-putih yang akhirnya tetap mereka gunakan sampai sekarang. Tak jarang kostum juga menjadi identitas sebuah klub, seperti Liverpool yang dijuluki The Reds karena kostum mereka yang berwarna merah.

Bicara soal warna kostum, ada sebuah kombinasi warna yang menurut penulis menarik untuk ditelisik lebih jauh, yaitu claret (warna ungu anggur) & blue. Menarik karena selain kombinasi warnanya tidak terlalu mencolok, kombinasi warna ini bisa dikatakan Inggris banget karena jarang ditemukan di luar Inggris. Sepengetahuan penulis, hanya klub Turki, Trabzonspor, dan klub Irlandia yang pernah dibela oleh Roy Keane, Cobh Ramblers, yang menggunakan kostum berwarna claret & blue. Di Inggris sendiri tercatat ada empat kesebelasan (divisi Football League dan Premier League) yang menggunakan kostum claret & blue, yaitu Aston Villa, West Ham United, Burnley, dan Scunthorpe United.

Kombinasi warna claret & blue pertama sekali digunakan oleh klub asal Birmingham, Aston Villa, pada akhir dekade 1880-an. Pada tahun 1886, pemilik Aston Villa pada masa itu, William McGregor, memesan kostum dengan kombinasi warna chocolate brown & blue. Akan tetapi, pada 1887 corak itu berganti menjadi claret & blue. Ada banyak teori yang beredar tentang bagaimana corak chocolate brown & blue tadi bisa berganti menjadi claret & blue. Ada yang mengatakan bahwa McGregor juga memiliki toko tekstil dan memiliki stok kain berwarna claret yang berlebih, sehingga mereka menggunakan warna itu untuk menggantikan warna cokelat pada kostum mereka.

Ada pula teori lain yang mengatakan bahwa kombinasi warna tersebut merupakan hasil kreasi dari inside forward Aston Villa pada masa itu, Oliver Whateley, yang juga merupakan seorang pekerja seni. Whateley terinspirasi dari corak lantai rumah – rumah bangsawan di daerah Birmingham yang ketika itu banyak menggunakan keramik dengan merk Mintons yang sebagian besar coraknya berwarna claret & blue. Sayangnya, kedua teori yang telah disebutkan di atas hanyalah sebatas cerita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

                                   

Kostum Aston Villa tahun 1886 (kiri) dan kostum Aston Villa tahun 1887 (kanan).

Sumber: http://historicalkits.co.uk

 

Klub lain yang menggunakan corak claret & blue pada kostum kebanggaan mereka adalah West Ham United. Klub asal London ini pada awalnya bernama Thames Ironworks dan menggunakan kostum berwarna biru gelap. Setelah menjadi West Ham United, kostum mereka pun berganti warna menjadi claret & blue. Lagi – lagi, tidak ada catatan sejarah yang pasti mengenai bagaimana claret & blue bisa menjadi corak kostum kebesaran West Ham United sampai sekarang. Akan tetapi, ada sebuah teori yang dipercaya oleh masyarakat luas tentang perubahan warna kostum West Ham United.

Pada tahun 1899, ada sebuah perayaan yang diselenggarakan di Birmingham. Seorang pengunjung asal London yang merupakan atlet lari tingkat nasional, William Dove, menantang pengunjung lain untuk adu lari dengan taruhan uang. Empat pemain Aston Villa yang juga menghadiri perayaan tersebut menerima tantangan taruhan dari Dove. Taruhan tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Dove. Tapi ternyata keempat pemain Aston Villa tadi tidak ada yang mampu membayar uang taruhan. Salah satu pemain Aston Villa yang kebetulan saat itu ditugaskan untuk mencuci kostum tim, mengusulkan mengganti uang taruhan dengan kostum mereka. Usulan tersebut disetujui oleh Dove dan pemain Aston Villa tersebut melaporkan kepada petinggi mereka bahwa kostum mereka hilang dicuri.

William Dove yang juga merupakan pelatih di klub Thames Ironworks membawa kostum Aston Villa tersebut ke London. Petinggi klub menyetujui penggunaan kostum dengan corak claret & blue tersebut menggantikan kostum berwarna biru gelap mereka. Ketika Thames Ironworks bubar dan berganti nama menjadi West Ham United pada tahun 1900, mereka kostum tetap menggunakan corak claret & blue sebagai corak utama kostum mereka.

Lain West Ham United, lain pula Burnley. Klub asal Lancashire ini menggunakan corak claret & blue karena terinspirasi dari kesuksesan Aston Villa yang pada dekade 1890-an sukses menguasai persepakbolaan Inggris. Sejak awal terbentuknya sekitar tahun 1882, corak kostum Burnley selalu berganti – ganti hingga pada tahun 1910 mereka menggunakan corak claret & blue pada kostum mereka. Sementara Scunthorpe United mengadopsi corak claret & blue sebagai hasil merger mereka dengan North Lindsey United pada tahun 1910 yang memang sudah menggunakan corak tersebut pada kostum mereka.

Bukan hanya menarik untuk dikoleksi, ternyata kostum kesebelasan juga memiliki nilai sejarah yang menarik untuk dicari tahu lebih jauh lagi. Semoga dengan artikel ini pembaca jadi lebih tertarik untuk mencari tahu sejarah kostum kebanggaan kesebelasan idola karena setiap kostum kesebelasan pasti punya cerita. Tak heran jika kostum kesebelasan sering disebut Kain Suci.


About The Author: Penulis baru mengenal sepak bola dari video game Football Manager. Lebih suka naik kendaraan roda dua tapi tidak suka kehujanan. Sering meracau di @_mada_pratama_

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *