Chan Yuen-Ting, Sang Penakluk Hegemoni Pria di Kepelatihan Sepakbola

Published On 15/02/2017 | By John | Luar Lapangan

April tahun lalu, sebuah klub dari Hongkong yaitu Eastern SC berhasil menjadi juara Hongkong Premier League 2015-16 sekaligus melaju ke fase grup AFC Champions League 2017. Kabar ini terlihat biasa saja ketika kita hanya sekadar cukup tahu saja.

Namun bagaimana jadinya bila kita mengetahui bahwa Eastern SC berhasil juara HKPL dari hasil taktik dari seorang wanita? Tentu kita akan terkejut sambil berkata “mantap jiwa, neng..”

Eastern SC menjuarai Hongkong Premier League 2015-16 lewat tangan Chan Yuen-Ting, pelatih wanita berusia 27 tahun asal Hongkong yang berhasil mengalahkan sejumlah klub besar Hongkong lainnya seperti Kitchee FC dan South China untuk meraih gelar juara liga. Dengan kiprah tersebut, Chan Yuen-Ting menjadi pelatih wanita pertama yang meraih juara liga domestik bersama tim sepakbola pria dengan memberikan gelar Hongkong Premier League pertama untuk Eastern SC sejak liga tersebut dibentuk pada 2014.

Chan Yuen-Ting awalnya hanyalah pesepakbola wanita biasa. Tidak seperti Alex Morgan maupun Homare Sawa yang bergelimang prestasi di lapangan hijau sebagai pemain, Chan hanya bermain untuk Sha Tin, klub lokal di Hongkong dan sempat memperkuat timnas Hongkong hingga 2013. Perjalanan
sepak bolanya pun mengalami lika-liku seperti mendapat larangan dari orangtuanya bermain sepakbola karena terbentur kultur adat Tiongkok yang kuat meskipun pada akhirnya ia pun nekat untuk masuk ke Sha Tin pada tahun 2007 lewat jalur seleksi.

Kemudian pada 2010, wanita lulusan Chinese Unversity of Hongkong ini mendapat peran di TSW Pegasus FC, klub Hongkong Premier League sebagai analis data dan video pertandingan. Chan yang juga penggemar berat David Beckham pun juga menangani tim U-18 TSW Pegasus FC dan menghasilkan 3 gelar di tahun 2014. Kemudian Chan Yuen-Ting naik kelas menjadi asisten pelatih TSW Pegasus dan Southern District FC sebelum direkrut Eastern SC pada 2015.

Chan Yuen-Ting direkrut Eastern SC menjadi pelatih kepala pada Desember 2015 menggantikan Yeung Ching-Kwong yang hijrah ke klub China, Meizou Hakka (sekarang Meizou Kejia) sebagai asisten pelatih. Bersama Eastern SC, Chan Yuen-Ting sudah mempersembahkan gelar piala liga padahal ia baru sebulan menjabat sebagai pelatih. Di Hongkong Premier League, Eastern SC mencapai puncaknya ketika membantai salah satu klub raksasa Hongkong, South China dengan skor 6-1 dan akhirnya
merengkuh gelar juara HKPL untuk pertama kalinya di tahun 2016 sekaligus mengukuhkan Chan Yuen-Ting sebagai pelatih wanita pertama di dunia yang meraih juara liga bersama tim sepakbola pria.
Berkat hasil itu, Chan Yuen-Ting meraih gelar AFC Womens Coach of The Year 2016.

Chan Yuen-Ting bersama skuat Eastern SC ketika juarai Hongkong Premier League 2016 (offside.hk)

Perjalanan Chan selanjutnya adalah AFC Champions League 2017. Bergabung di grup G bersama Guangzhou Evergrande, Suwon Bluewings, dan Kawasaki Frontale. Chan dan Eastern SC berpotensi jadi kuda hitam meskipun lawan-lawan mereka cukup sulit, bahkan Chan Yuen-Ting harus beradu taktik dengan Luis Felipe Scolari untuk pertahankan eksistensi Eastern SC di ACL tahun ini.

Wanita dan sepak bola seakan-akan makin erat hubungannya seiring banyaknya wanita yang berkecimpung di cabang olahraga yang sering dikonotasikan sebagai olahraga pria. Faktor emansipasi wanita pun ikut berkontribusi atas eratnya hubungan sepakbola dengan banyaknya wanita yang memutuskan untuk bermain di lapangan hijau atau sekadar menjadi staff kepelatihan sebuah klub.

Untuk peran wanita di staff klub biasanya tak lebih menjadi seorang physioterapis ataupun peran administrasi tim. Eva Carneiro ataupun Fortunella Levyanna bisa menjadi contoh wanita yang tembus staff klub meskipun berprofesi sebagai physioterapist untuk tim sepakbola pria. Dua tahun lalu, klub Prancis, Clermont Foot membuat keputusan mengejutkan dengan merekrut wanita sebagai pelatih kepala dengan merekrut Helena Costa dan Corinne Diacre. Namun belum ada prestasi yang muncul ketika Grenoble memutuskan memakai jasa wanita sebagai pelatih.

Corinne Diacre sebagai pelatih di Clermont Foot (espnfc.com)

Meskipun Chan Yuen-Ting tahun ini meraih kejayaan bersama Eastern SC, ia tetap berniat untuk menimba ilmu kepelatihannya luar negeri, entah ke Amerika Serikat atau pun Eropa sebagai asisten pelatih. Semoga dengan adanya Chan Yuen-Ting, para wanita semakin berani dalam menekuni sepak bola, khsusnya di bidang kepelatihan dan mereka pun tidak menjadi seseorang yang terus-terusan menunggu chat Line atau Whatsapp dari pacarnya yang belum tentu akan dibalas.


Penulis: Imam Santoso (@idsantos_94). Pengamat sepakbola kacangan yang suka ketiduran di babak kedua. Addicted to Indomie Goreng Rendang, Badminton, Music, and JSCVRND.

 

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *