AFCON 2017: Mesir atau Kamerun?

Published On 04/02/2017 | By John | Luar Lapangan

AFCON (Africa Cup of Nations) merupakan turnamen sepakbola terbesar di benua Afrika. Turnamen yang diadakan setiap 2 tahun sekali ini telah mencapai gelaran ke-31 di tahun 2017 dan memasuki penghujung fase. Di tahun ini, sebenarnya Libya mendapat kehormatan sebagai tuan rumah dalam menyelenggarakan turnamen. Namun karena situasi dan kondisi negara tersebut sedang dalam keadaan perang yang dapat mengancam keselamatan para pemain, maka dari itu CAF selaku federasi sepak bola Afrika memindahkan tempat berlangsungnya gelaran ini. Pada akhirnya, Gabon dipilih sebagai tuan rumah. Pemenang dalam turnamen ini berhak mendapat jatah berlaga di Piala Konfederasi pada tanggal 17 Juni hingga 2 Juli di Rusia.

Final AFCON 2017 mempertemukan Mesir dan Kamerun. Mesir, yang pada gelaran sebelumnya tidak turut serta, kali ini sukses melaju hingga babak final. Sebuah pencapaian yang sangat hebat untuk Mohamed Salah dkk. Di sisi lain, Kamerun yang di gelaran sebelumnya hanya menjadi juru kunci dan gagal lolos dari babak fase grup, justru kali ini mampu menginjakkan kakinya di babak final. Mesir merupakan tim tersukses di gelaran AFCON dengan mengoleksi tujuh trofi. Terakhir, mereka berhasil mengangkat trofi pada gelaran tahun 2010. Sedangkan Kamerun, mereka menjadi negara tersukses kedua (bersama Ghana) dengan koleksi empat trofi.

Perjalanan Mesir di turnamen ini tampak meyakinkan. Mereka sukses mengalahkan Ghana di laga terakhir fase grup untuk mengukuhkan diri sebagai jawara grup. Mereka mengakhiri babak fase grup dengan catatan 2 kemenangan dan 1 kali imbang. Sedangkan Kamerun, mereka harus bersaing keras dengan Burkina Faso untuk menentukan siapa jawara grup. Alhasil, Kamerun dan Burkina Faso mengumpulkan poin yang sama namun Kamerun harus duduk di posisi runner-up karena kalah dalam jumlah selisih gol dari Burkina Faso.

Masuk babak fase knockout atau perempat-final, Mesir melaju dengan kemenangan tipis 1-0 atas Maroko. Laga ini terbilang membuat frustasi bagi kubu Mesir, namun 2 menit sebelum penghujung laga mereka sukses mencetak gol kemenangan melalui pemain pengganti Mahmoud Kahraba. Lain cerita dengan Kamerun, mereka tampak menemui kesulitan di babak ini. Mereka harus berhadapan dengan Senegal, salah satu negara favorit di turnamen ini. Laga kedua kesebelasan pun berakhir imbang tanpa gol hingga adu pinalti harus dijalankan. Dalam babak adu pinalti, kiper Kamerun sukses menjadi penyelamat setelah menggagalkan eksekusi pinalti terakhir dari Senegal yang diambil oleh Sadio Mané. Kamerun pun sukses melaju ke babak berikutnya.

Football Soccer – African Cup of Nations – Quarter Finals – Egypt v Morocco- Stade de Port Gentil – Gabon – 29/1/17. Egypt’s goalkeeper Essam El Hadary celebrates with his team after winning their quarter-final soccer match of the 2017 African Cup of Nations against Morocco. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh REUTERS/Amr Abdallah Dalsh – RTSXYBE

Di babak Semifinal, Mesir bertemu lawan yang berat. Mereka bertemu Burkina Faso, sang jawara grup D yang membuat mereka harus menentukan siapa pemenangnya melalui babak adu pinalti. Di waktu normal, mereka bermain imbang dengan skor 1-1. Di babak adu pinalti, Mesir sukses keluar sebagai pemenang setelah dua eksekutor terakhir Burkina Faso gagal menjaringkan bola ke gawang. Di babak ini, Kamerun tidak menemui kendala berarti setelah mampu menang meyakinkan 2 gol tanpa balas atas lawannya Ghana.

Di partai final nanti, Mesir akan menjalani partai final ke-9 mereka. Dengan hasil tujuh kali keluar sebagai jawara dan sekali sebagai runner-up. Sedangkan Kamerun, ini merupakan final ke-7 mereka dengan hasil 4 kali keluar sebagai jawara dan dua kali sebagai runner-up. Partai final yang mempertemukan Mesir dan Kamerun bukan merupakan yang pertama kalinya. Di tahun 2008 tepatnya Mesir dan Kamerun berjumpa dalam partai puncak yang diselenggarakan di Ghana. Dalam laga itu, Mesir keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 1-0 untuk mereka. Di tahun ini tampaknya Kamerun siap membalasnya agar peristiwa final tersebut tidak terulang lagi.

Jika kalian ingin melihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang, final ini akan berlangsung pada 6 Februari pukul 2 pagi dini hari.


Penulis: Vico Fewiandika (@vicofewiandika), seseorang yang gemar menulis daripada berbicara. Lebih cinta sepak bola daripada kamu.

Like this Article? Share it!

About The Author

Kumpulan Para Penikmat Sepak Bola Tanpa Batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *