Jaga Euro 2016 Demi Nama Baik Suporter

Published On 19/03/2016 | By Rockin Marvin | Opini Ngehek

Bagi penggila sepak bola, pertengahan tahun ini akan disemarakan dengan adanya pagelaran UEFA Euro. Laga antar negara-negara terbaik Eropa ini rencananya akan dihelat di Perancis selama sebulan penuh mulai 10 Juni mendatang. Mulai di mana Bulan Ramadhan tiba dan berakhir pasca lebaran.

Kebetulan ini sangat baik untuk sisi bisnis, karena melihat perbedaan jam antara Indonesia dan Eropa, mulai Juni nanti, kita bisa menyantap sajian sahur sambil menyaksikan pertandingan sepak bola. Tentu itu akan jadi hiburan utama ketimbang komedi tengah malam yang tak terkonsep, tapi bukan itu masalahnya.

Kala mayoritas warga Indonesia sedang berpuasa, pendukung tim nasional peserta Euro 2016 sibuk berwisata, membela negara tercinta. Ketika kita menantikan mudik, itu menjadi satu-satunya hal yang paling tidak diinginkan oleh para suporter di Perancis. Mereka ingin pergi sejak awal, dan pulang saat kompetisi berakhir dengan harapan membawa pulang piala bersama tim nasional.

Masalahnya berwisata ke luar negeri berbeda dengan perjalanan antar kota. Melewati batas sebuah negara kita butuh mengurus berbagai perizinan, dan inilah kendala utama Euro 2016.

Hooligan kekurangan personil | PHOTO: The Daily Beasr

Hooligan kekurangan personil | PHOTO: The Daily Beast

The Three Lions, Inggris menjadi satu peserta yang akan kehilangan banyak suporter tahun ini. 1.100 suporter mereka sedang menjalani hukuman setelah terlibat masalah terkait sepak bola.

Jumlah ini berkurang jauh dari Piala Dunia 2010 di mana 3.200 suporter dicekal dan terpaksa meninggalkan Inggris karena ulah mereka. Angka kekerasan suporter memang selalu berkurang setiap tahunnya, tapi bukan berarti kita bisa mengabaikan langkah-langkah preventif seperti memperketat perizinan.

Sikap pencegahan ini terkesan wajib karena pada pertandingan pertama Inggris akan bersua Russia di Marseille. Penduduk Perancis tidak akan lupa bagaimana pada Piala Dunia 1998 sekitar 500 suporter kedua negara itu terlibat perkelahian yang disusul bentrok Inggris dengan Tunisia di kemudian hari.

Suporter Rusia sendiri telah menyiapkan diri untuk pertemuan dengan Inggris nanti. Siapa yang tidak kenal dengan fans klub-klub Rusia dan Eropa Timur yang selalu berakhir ricuh atau terlibat perkelahian?

Khusus untuk pertemuan dengan Inggris nanti, semua suporter klub-klub Rusia telah bersatu.

“Kami berisikan orang-orang yang kuat, banyak yang berasal dari pihak kepolisian dan tentara. Tidak seperti orang Inggris yang memakai baju trendi dan sepatu seperti perempuan. Suporter dari semua klub-klub, Moskow, St. Petersburg dan lainnya, akan berada di sisi yang sama.”, Ujar hooligan bernama Yuri.

“Kami telah berlatih berkelahi di hutan demi pertandingan nanti. Mereka [Inggris] tidak akan memiliki kesempatan. Sama-sama menyukai bir dan wanita, tapi berkelahi merupakan prioritas utama.”, Lanjutnya.

Melihat hal ini, wajar saja jika kedutaan Inggris di Paris memberikan peringatan khusus jelang Euro 2016.

“Kami menginginkan semua pihak bisa menikmati kompetisi ini, baik itu di stadion, area suporter ataupun bar lokal. Sebelum berangkat, ada baiknya suporter mempersiapkan segala sesuatunya.”, Ujar John Sykes dari kedutaan.

Kementerian Luar Negeri Inggris telah melakukan pendataan suporter, sayangnya sepertiga dari pendukung The Three Lions yang akan berangkat belum memiliki penginapan dan tiket pertandingan.

Kostum Inggris, bir, dan kepalan tangan nampak menjadi modal nekad mereka di Perancis.

Aparat amankan suporter saat Euro 2012 | PHOTO: The Borneo Post

Aparat amankan suporter saat Euro 2012 | PHOTO: The Borneo Post

Bukan hanya suporter Inggris dan Rusia saja yang menebar ancaman. Polandia dan Ukraina juga serupa. Mereka masih ingat tentang bentrok Rusia pada Euro 2012. Semenjak suporter Rusia merusak tanah mereka, sepak bola Ukraina selalu diwarnai simbol Nazi dan salam khas Adolf Hitler, sama seperti Negeri Beruang Merah.

Simpatisan Neo Nazi menjadi teror tersendiri bagi mereka yang pergi ke stadion untuk sekedar menikmati hiburan pertandingan. Masalahnya, bukan hanya perbedaan agama atau ras saja yang menjadi target, tapi juga merambah ke perbedaan kewarganegaraan!

Teror dari pihak suporter garis keras sudah berkumandang, memberi bumbu-bumbu panas tersendiri untuk calon lawan dan tuan rumah kompetisi. Kita mungkin beranggapan bahwa ini merupakan sesuatu yang normal di dunia sepak bola, tapi Euro 2016 lebih dari itu.

Paris, November 2015 | PHOTO: CBS News

Paris, November 2015 | PHOTO: CBS News

Menurut Le Figaro, 84% warga Perancis telah bersedia kebebasan mereka ditekan demi keamanan negara. Perancis adalah negara revolusioner, salah satu motor modernisasi, tapi khusus untuk hal ini, mayoritas memilih untuk tidak leluasa asal kehidupan mereka terjamin. Apa alasannya ? Bom Paris 2015.

Euro 2016 memang merupakan ajang sepak bola, namun dengan Perancis sebagai tuan rumah, mereka harus siap kedatangan berbagai turis dari penjuru dunia, tak menutup kemungkinan oknum teroris.

Perancis seakan trauma akan kejadian tahun lalu, dan UEFA paham akan hal itu. Mereka bahkan berani menutup dan menunda pertandingan jika memang ada kondisi yang mengancam.

“Jika ada masalah keamanan, kami akan memainkan pertandingan tanpa dihadiri seorang suporter-pun.”

“Mungkin juga laga final akan ditunda.”, Direktur Operasional acara UEFA, Martin Kallen pada BBC.

“Untungnya, sampai sekarang belum ada tanda-tanda ancaman kekerasan dari ekstrimis.”, Tutup Kallen.

Trauma warga Perancis mungkin bisa diargumenkan sebagai kemenangan teroris dari aksi mereka November 2015, tapi di sisi lain, kita harus sadar bahwa tanpa kehadiran teror dari luar sepak bola saja, beberapa pihak suporter sudah menabuhkan genderang perang mereka.

Sepak bola tak akan hidup tanpa suporter, dan begitu juga sebaliknya. Satu hal yang pasti. Kita tidak ingin melihat ulah suporter dijadikan kesempatan dan kambing hitam oleh mereka, yang melihat sebuah pertandingan sepak bola sebagai panggung untuk mencuri perhatian dunia.

Suka atau tidak, langkah UEFA dan Perancis mempersulit perizinan dan memperketat keamanan dilakukan demi menjaga nama baik sepak bola.

Like this Article? Share it!

About The Author

FC Barcelona & Newcastle United supporter. Author El Llibre del Barca & 50 Derby Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *