5 Pendahulu Adam Johnson

Published On 12/02/2016 | By Rockin Marvin | Luar Lapangan

Pemain tim nasional Inggris, Adam Johnson, akhirnya mengakui perbuatannya dalam kasus seks bawah umur. Mantan winger Manchester City dikenai tiga tuduhan tindakan seksual pada seseorang di bawah umur, setelah mereka berkomunikasi secara intens sejak 30 Desember 2014 hingga 26 Februari 2015. Johnson hanya mengakui salah satu diantaranya, namun itu sudah cukup untuk menghadapkannya pada jeruji besi.

Dalam pembelaannya, pesepakbola yang bermain untuk Sunderland AFC mengaku tidak tahu jika korban masih di bawah umur. Johnson mengira ia berinteraksi dengan wanita di atas 16 tahun.

Selain Adam Johnson, ada beberapa pesepakbola yang terlilit kasus pelanggaran seksual dan kejahatan terhadap wanita. Bahkan salah satunya memberikan bagian tubuh korban untuk makan hewan.

Graham Rix

Rix dilarang latih kelompok umur | PHOTO: League Managers

Rix dilarang latih kelompok umur | PHOTO: League Managers

Bagi pecinta sepak bola sejak era 70 dan 80-an, khususnya Arsenal, pasti mengenal sosok Graham Rix. Gelandang satu ini bermain sebanyak 351 kali dan mencetak 41 gol dalam periode 1975 hingga 1988.

Maret 1999, Rix dinyatakan bersalah karena melakukan hubungan seks dengan seorang anak berusia 15 tahun. Ia-pun dijatuhi hukuman selama 12 bulan, tapi hanya menjalani setengah dari hasil ketuk palu.

Meski bebas lebih awal, nama Graham Rix tetap tercapat sebagai pelaku kejahatan seksual hingga 2009.

Bukan hanya itu, Rix yang sebelumnya pernah menjadi pelatih tim muda Chelsea pada medio 1993, dilarang membesut kelompok umur di bawah 16 tahun oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Ia-pun diangkat sebagai asisten Gianluca Vialli, dan interim Chelsea sebelum kini menahkodai klub Liga Wessex, AFC Portchester.

Craig Thomson

Nafsu rusak karir Craig | PHOTO: The Drum

Nafsu rusak karir Craig | PHOTO: The Drum

Lain Graham Rix, beda juga yang terjadi pada Craig Thomson. Ketika karirnya sebagai pesepakbola sedang menanjak, Thomson harus mengakhiri dan hidup terkatung-katung.

Lahir pada April 1991 di Edinburg, Skotlandia, Thomson menjalani karir sebagai pemain muda di Heart of Midlothian FC atau yang lebih dikenal dengan nama Hearts. Sebagai pemain muda berposisi sebagai bek kanan, karir Thomson cukup gemilang dengan mencatatkan diri di 47 laga dari 2009 hingga 2012.

Ia pernah menerima penghargaan pemain muda terbaik September 2009 di Liga Skotlandia, tapi perjalanan karir Thomson dihancurkan, oleh kekhasan anak muda, tidak bisa menahan nafsu.

Juni 2011, Thomson didaftarkan sebagai pelaku kejahatan seksual untuk durasi lima tahun dan diganjar denda
sebesar empat ribu Poundsterling karena melakukan obrolan seksual  dengan dua perempuan di bawah usia

Meski suporter Hearts meminta agar Thomson dikeluarkan, klub memperbolehkannya untuk tetap bermain setelah dilakukan penyelidikan internal secara menyeluruh. Hearts berargumen jika tindakan Thomson memang salah, namun bukan kesalahan fatal.

Tindakan Hearts ini menimbulkan kecaman dari berbagai kalangan, suporter, ibu salah satu korban, dan lembaga anak. Bukan hanya itu, salah satu sponsor Hearts menarik kerjasama dengan klub karena tidak ingin ikut terlibat. Tidak lama setelahnya, Hearts meminjamkan Thomson ke FBK Kaunas, klub yang masih dimiliki oleh Vladimir Romanov -pemilik hearts-.

Setelah masa peminjamannya di FBK Kaunas berakhir, Thomson dilepas oleh Hearts.

Dari berita terakhir, Thomson kembali ditangkap oleh pihak kepolisian di akhir tahun 2013 lalu. Kali ini bukan karena tersangkut kasus seksual di bawah umur, namun karena Thomson tidak memiliki izin bekerja sebagai pembersih jendela. Thomson masih bermain sepak bola bersama klub lokal, Newtongrange Star sejak 2014.

Ched Evans & Clayton McDonald

Clayton tak bersalah | PHOTO: BBC

Clayton tak bersalah | PHOTO: BBC

Kasus Evans dan McDonald cukup menghebohkan pada 2011 lalu. Kedua pemain yang besar dari akademi Manchester City ini dikenai tuduhan membuat mabuk dan memperkosa seorang wanita di sebuah hotel.

Dalam rekaman CCTV yang dimiliki oleh Premier Inn, tempat kejadian berlangsung, terlihat korban mabuk dan dibopong oleh dua orang pria. Selain CCTV, kartu kredit Evans juga tercatat sebagai alat pembayaran kamar.

Saat persidangan, McDonald dinyatakan tidak bersalah, sedangkan Evans dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Di rumah tahanan, Evans menyambung hidup dengan cara menjadi tukang cat serta dekorator demi mendapatkan makanan layak dan membuat tubuhnya tetap fit.

Evans dibebaskan setelah menjalani setengah masa hukumannya, meski masih terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual. Mantan klub Evans, Sheffield United ingin menerima Evans kembali bersama The Blades -julukan Sheffield United-, Akan tetapi rencana tersebut terhalang oleh petisi dari 150.000 suporter klub.

Jangankan kembali membela tim, kala Evans diminta FA mengikuti sesi latihan di Sheffield untuk mengembalikan kebugaran bermain, banyak pihak menolak. Sampai-sampai DBL Logistics dan John Holland Sales, sponsor utama Blades mengancam untuk memutus kontrak mereka jika Evans bergabung.

Tidak diterima di mantan klub, Desember 2014, Evans sempat ditawari manajer Hartepool United, Ronnie Moore untuk bergabung dengan klubnya. Sayangnya, tindakan Moore tidak bisa terwujud karena mendapat kritikan keras dari anggota parlemen, Ian Wright.

Pada Januari 2015 kemarin, sebuah klub asal Malta, Hibernians FC menunjukkan ketertarikan mereka pada Evans, tapi Menteri Hukum Inggris, Joseph Muscat memperingatkan Hibernians jika pelaku kejahatan seksual tidak dapat bekerja di luar negeri.

Pembelaan datang dari politikus Malta, Owen Bonnici yang menganggap Evans harusnya mendapatkan haknya untuk kembali sebagai pesepakbola karena sudah menjalankan hukuman.

Beberapa hari kemudian, Oldham Athletic yang bermain di League One, mempertimbangkan untuk mengontrak Evans dengan gaji sebesar 400 pounds perpekan, dan lagi-lagi petisi muncul. Kali ini 60.000 orang didukung politisi Ed Miliband, politisi dari Partai Pekerja menolak Evans.

Bukan hanya itu, 10 klub divisi League One dan League Two mengeluarkan pernyataan jika mereka tidak akan pernah mendatangkan Evans.

Tahu jika kedatangannya dapat membuat Oldham kesulitan, Evans cukup tahu diri dengan mengundurkan diri. Meski ia menyatakan tidak bersalah di pengadilan yang menghukumnya, Evans tidak pernah mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.

Sedangkan Clayton McDonald yang dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan, tetap melanjutkan karirnya sebagai pesepakbola. Grimsby Town di mana McDonald bermain, sempat ingin mempertemukan Clayton McDonald dengan Ched Evans pada satu tim, tahun lalu.

Evans sendiri akhirnya kembali merumput setelah MK Dons mendatangkannya Januari kemarin.

Kasus ini cukup menarik karena beberapa pihak (kebanyakan adalah rekan Evans dan McDonald) mengeluarkan pendapatnya mengenai kasus ini di jejaring sosial Twitter. Pemain muda dari tim cadangan Sheffield Connor Brown dihukum oleh klub karena mengeluarkan komentar kejam mengenai korban di Twitter.

10 orang dikenai denda sebesar 624 Poundsterling karena menyebut nama korban di Twitter di media sosial, padahal korban sudah berganti identitas.

Marlon King

GTA versi King | PHOTO: Birmingham Mail

GTA versi King | PHOTO: Birmingham Mail

Jika diibaratkan, Marlon King serupa dengan Joey Barton. Bedanya, Barton masih bisa menahan diri agar tidak terlibat banyak kasus. Sementara King sering keluar-masuk penjara.

Sepanjang hidupnya, King telah dikenai 14 tuduhan. Mulai dari hukuman denda, larangan berkendara, layanan sosial, masuk rehabilitasi, membayar kompensasi hingga penjara.

Marlon King seperti bermain Grand Thief Auto (GTA) versi kehidupan nyata. Mencuri, mabuk, memiliki surat palsu, hingga berkelahi dengan rekan satu tim di Hull City, Dean Windass, semua pernah ia lakukan.

Desember 2008, King ditangkap pihak keamanan karena memukul wajah mahasiswi (20) sehingga mematahkan tulang hidungnya. Bibir atas mahasiswi itu juga sobek berkat King.

Korban kemudian melaporkan King dengan tuduhan kekerasan seksual dan pemulukan. King ditahan 18 bulan penjara dan didaftarkan sebagai pelaku kejahatan seksual selama tujuh tahun. Kasus ini membuat King kehilangan tempatnya di Wigan Athletic.

Reputasi King tak merusak karirnya, bahkan berbagai suporter seperti Birmingham City dan Sheffield United menjadikan pengalaman kriminal King untuk dinyanyikan saat pertandingan.

“Punches girls, in the eye, got caught,

Now he’s doing time.

They split his ring, in D wing 

The’re All Bumming Marlon King!” – Birmingham City

Bruno Fernandes de Souza

Bruno Fernandes De Souza | PHOTO: Daily Mail

Bruno Fernandes De Souza | PHOTO: Daily Mail

Bruno Fernandes de Souza adalah kiper yang memiliki karir gemilang, ia pernah menjaga gawang Atletico Mineiro, Corinthians dan Flamengo. Namun pada Juli 2010, Flamengo memutus kontrak dengan De Souza kala ia sedang menjalani penyelidikan kasus pembunuhan.

9 Juni 2010, mantan kekasih De Souza bernama Eliza Samudio tidak diketahui rimbanya. Setelah melakukan penyelidikan, De Souza ditahan kepolisian karena dianggap terlibat atas menghilangnya Samudio.

Sepupu De Souza mengaku kepada polisi jika ia terlibat dalam penculikan Samudio bersama temannya. Dia-pun berkata jika Samudio telah tewas, meski tidak mengatakan mengapa dan dimana letak jasadnya.

Akhir Juli 2010 De Souza secara resmi dikenai tuduhan pembunuhan, penculikan, menghilangkan jenazah, bersekongkol dalam kejahatan dan melakukan tindakan penyuapan kepada pihak berwajib.

Bukan hanya De Souza yang ditangkap dan dikenai tuduhan. Ada tujuh orang yang terlibat dalam pembunuhan Samudio, termasuk mantan polisi yang disuap De Souza dan istrinya.

Salah seorang sepupu De Souza lainnya bercerita kepada polisi jika jenazah Samudio dimutilasi, meski korban sedang mengandung anak Sang kiper. Menurutnya, jenazah Samudio sebagian diberikan kepada anjing dan sebagian lagi dikubur didalam adukan semen beton.

De Souza akhirnya bunuh diri kala sedang menunggu sidang pada September 2010.

Nasib Adam Johnson tidak sesial De Souza, tapi tidak juga mendapatkan keberuntungan layaknya Marlon King. Ia resmi dipecat Sunderland setelah sebelumnya Adidas memutus kontrak sponsor mereka. Masa depan Johnson di sepak bola profesional masih belum jelas, namun banyak yang percaya pemain satu ini akan lebih cepat mendapatkan klub dibandingkan Ched Evans.

Like this Article? Share it!

About The Author

FC Barcelona & Newcastle United supporter. Author El Llibre del Barca & 50 Derby Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *