5 Bomber Terbaik Senegal di Premier League

Published On 01/07/2015 | By Kontributor Medio Club | Opini Ngehek

Afrika merupakan salah satu benua yang menjadi importir langganan untuk liga – liga Inggris. Lebih dari 200 pemain asal daratan tersebut pernah bermain untuk klub Premier League, mulai dari pesepakbola Afrika Selatan hingga Zimbabwe.

Nigeria menjadi importir terbanyak dengan 31 pemain, disusul Senegal (29) dan Kamerun (24). Pada musim 2014/15 kemarin, publik sepak bola Inggris dikejutkan dengan hat – trick tercepat liga yang diciptakan pemain Southampton asal Senegal, Sadio Mane.

Akan tetapi, “SuperMane” bukan satu – satunya pemain penyerang Senegal yang sukses di Premier League. Siapa sajakah kompatriot Mane yang pernah mengecap kejayaan di divisi tertinggi Inggris?

Ini dia mereka!

……………

5.Diafra Sakho | West Ham United

Diafra Sakho vs Bristol City | Photo: Daily Mail

Diafra Sakho vs Bristol City | Photo: Daily Mail

Pemain ini menjadi idola baru tribun Bobby Moore, didatangkan dengan mahar 4.4 juta poundsterling dari klub Perancis, FC Metz pada awal musim 2014/15, Sakho telah mencetak 12 gol dari 26 laga yang ia mainkan bersama The Hammers.

Ia sangat diandalkan Sam Allardyce. Bahkan sangat diandalkan, sampai – sampai West Ham United mendapatkan surat protes dari asosiasi sepak bola Senegal. Klub tidak melepas Sakho untuk jalani tugas negara di Africa Cup Of Nation dengan alasan cedera, namun memainkannya pada ronde keempat Piala FA 2014/15.

Saat itu Sakho masuk menggantikan Enner Valencia di pertengahan babak kedua, dan menjadi pahlawan West Ham dengan mencetak gol tunggal ke gawang Bristol City.

 4. Diomansy Kamara | WBA

Karir Kamara tertutup cedera | Photo: Paddy Power

Karir Kamara tertutup cedera | Photo: Paddy Power

Namanya mungkin asing di telinga, namun pemain kelahiran Paris, Perancis satu ini cukup sukses di Premier League.  Ia memulai petualangan bersama Portsmouth, dimana Kamara menjadi pembelian termahal The Pompey saat itu. Sialnya cedera harus membuat karirnya redup di Fratton Park.

Kamara kemudian hijrah ke West Bromwich Albion. Kesuksesan tidak datang secara instan bagi pemain satu ini. Bersama The Baggies, ia justru bersinar saat klub tersebut sedang bermain di divisi dua Inggris, Championship. Kala itu, Kamara mencetak 23 gol dan mengantarkan publik Midlands barat ke final play-offs. Hengkang dari West Brom, Kamara dipinang Fulham namun cedera lututnya kembali kambuh dan menjadi mayoritas cerita karirnya.

3. Papiss Cissé | Newcastle United

Pappis Cise masih sulit disaingi Ayoze | Photo: Daily Mail

Pappis Cise masih sulit disaingi Ayoze | Photo: Daily Mail

Pemain Newcastle United  yang satu ini menjadi simbol Senegal di EPL. Hingga saat ini Pappis Cisse menjadi andelan The Magpies berkat sososknya yang tangguh, dan sering berperan krusial di situasi – situasi yang menyulitkan.

Cisse memang sempat alami paceklik goal di awal musim yang membuat laju Newcastle tersendat namun ia kembali mampu menunjukan kualitasnya sebagai seorang poacher .

Gol yang ia cetak ke gawang Chelsea pada musim 2012/13 masuk ke dalam nominasi gol terbaik saat itu.

2. Demba Ba | Newcastle United & Chelsea

Gerrard's slip | Photo: 8-bit football

Gerrard’s slip | Photo: 8-bit football

Demba Ba, kita mungkin mengenalnya sebagai pria yang memanfaatkan Gerrard’s slip untuk kejayaannya. Akan tetapi, sebelum semua itu terjadi, Demba Ba sudah menunjukan kelasnya.

Klub Premier League pertama yang merasakan jasanya adalah West Ham United, sayangnya Ba kurang menunjukan kemampuannya disana. Ia terkena hambatan fisik, dan harus meninggalkan Upton Park lebih cepat.

Newcastle United kemudian merekrut Ba, Demba Ba seorang sudah cukup mengerikan bagi barisan pertahanan lawan, apalagi saat ia diduetkan dengan Pappis Cisse!?

Dua musim membela Newcastle United, Ba sukses memberikan 29 gol dan tujuh assist dari 58 penampilannya. Chelsea dapat dikatakan beruntung hanya mengeluarkan 7.5 juta poundsterling atau sekitar 153 miliar rupiah, saat harga Demba Ba dapat mencapai 245 miliar rupiah.

Kembali ke London, Demba Ba hanya menjadi seorang pelapis bagi The Blues, tapi dirinya cukup sukses memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepadanya. Salah satu diantaranya adalah Gerrard’s slip.

1. El Hadji Diouf | Liverpool & Boton

Diouf mencetak gol kemenangan vs Atletico Madrid di UEFA Cup | Photo: The Sun

Siapa yang tidak mengenali dirinya? El Hadji Diouf adalah salah satu pemain paling nyentrik yang pernah menginjakan kaki di Premier League. Mengawali kariernya di Inggris bersama Liverpool, ia diboyong Gerrard Houliier, yang terkesima dengan penampilannya di Piala Dunia.

Diouf langsung mencuri perhatian The Kop dengan dua gol di debut kandangnya saat Liverpool bersua Southampton. Tiga tahun di Anfield, Diof menerima pinangan Bolton Wanderes.

The Trotters memperlakukan Diouf sebagai sosok sentral permainan, duetnya bersama Henrik Pedersen sukses membuat para big four terjungkal. Reebook Stadium – pun mendapat kesempatan menjadi tuan rumah laga kontinental pada masa itu.

Kesuksesannya akan tetap menjadi sebuah inspirasi bagi anak – anak Senegal, walaupun ia sering kali melakukan tindakan indisipliner.

——— Who’s next ? ———

Lagi – lagi Diouf jadi sosok yang layak dikedepankan untuk melanjutkan prestasi nama – nama di atas. Tentunya bukan El Hadji, melainkan Mame Birem Diouf.

Mame Diouf tunjukan kualitas | Photo: Twitter / Maria Diouf

Mame Diouf tunjukan kualitas | Photo: Twitter / Maria Diouf

Pertama datang ke Inggris berseragamkan Manchester United, Mame Diouf tidak digunakan oleh kubu Setan Merah. Di luar Old Trafford, Diouf sukses menjadi pemain inti Blackburn Rovers semasa ‘sekolah’-nya. Saat itu, ia masih berperan sebagai pemain sayap sehingga tidak begitu banyak gol yang ditorehkan.

Lalu ia dilego Manchester United ke Hannover 96, setengah harga dari uang yang dikeluarkan Sir Alex Ferguson saat mendatangkan Diouf dari Molde.

Disinilah Diouf bertransformasi menjadi seorang striker ganas. 34 Gol diciptakan untuk Hannover dalam dua setengah tahun karirnya di Jerman.

Saat kontraknya habis pada 2014/15, Stoke City tidak ragu untuk mengembalikan Diouf ke Inggris. Mark Hughes sukses mendapatkan 15 gol secara cuma – cuma musim lalu.

 

BY: Achmad Rezky Sungkar / @achmadrezky

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *